LEA: A dedication for Junior Rorimpandey (14)

>> Wednesday, August 10, 2011

SUDDENLY
















DOK! Dok! Dok!

Mata Lea membeliak, tersentak oleh suara ketukan pintu yang memecah suasana. Siapa... pagi-pagi begini, pikirnya. 
Dia segera berdiri, sementara Juna--ekspresi Juna tak terjelaskan, entah kesal, entah biasa saja, tak tahulah--menyandarkan punggungnya lagi ke belakang. 

Lea melenggang ke pintu, mengintip melalui celah kecil, dan--my God!--melihat Shinji berdiri dengan muka berkerut di depannya. Dia tampak... murka?

Mati aku, Lea membatin panik. Kalau dia tahu Juna di sini... bagaimana? Atau jangan-jangan dia sudah tahu.

Ketukan pintu lagi. Lebih keras dari sebelumnya. "HEI, LEA!" Shinji berteriak dari luar. "Buka pintunya!"
"Bagaimana ini?" Lea bergumam panik. Menatap pintu di depannya kemudian ke arah dapur berulang-ulang, sementara Shinji di luar heboh mengetuk pintu.
"Lea!" 

Lea memejamkan matanya sebentar. Menarik napas panjang, kemudian mengempaskannya tajam. Setelah itu dia meraih gagang pintu, memutarnya; membukanya.
Tanpa mendengar kata sapa dari Lea, Shinji langsung masuk. Dari sosok kusutnya kentara sekali kalau dia baru bangun tidur. Tidak memerhatikan penampilan sama sekali, hanya mengenakan kaus abu-abu tipis dan celana trening panjang--salah satunya naik sebatas betis.

"Shin!" Lea memanggil panik Shinji yang berjalan cepat ke dalam. Wajahnya sangat merah, dan napasnya mendengus-dengus, persis banteng marah. Lea menyusul susah payah di belakang. "Shin. Ada apa sih?"
Lea menarik lengan Shinji buru-buru. Memaksanya berhenti. Shinji berpaling, menatap Lea galak. 
"Ada apa?" tanya Lea bingung.
"Mana dia?" Shinji balas bertanya. Gusar. 
"Siapa?" Lea berusaha menyembunyikan kegugupannya, meskipun sebenarnya jantungnya sudah mau loncat ke tenggorokan.
"Jangan pura-pura bodoh. Kau tahu siapa yang kumaksud."
"Eh?"
"Jangan kau kira mentang-mentang aku sakit, aku tidak mengawasimu."--("Mengawasi?" Lea bergumam pelan.)--"Jadi aku tahu kalau 'Chef'-mu itu bermalam di sini!"

Mata Lea membeliak. Ngeri. Dia tak berani menatap wajah Shinji. Merasa bersalah.

Shinji balas mencengkeram lengan Lea. "Aku sudah katakan padamu, kalau dia bukan laki-laki yang pantas kau dekati."
"Aku tidak mendekatinya," balas Lea tersinggung. "Lagipula dia hanya..."
"Apa pun alasanmu," Shinji memotong, "kau tidak seharusnya percaya begitu saja padanya. Aku sudah katakan padamu waktu itu. Apa kau lupa?"

"Apa alasannya? Kau tidak mau memberitahukannya kan? Kau hanya tidak suka padanya. Lagipula dia hanya..."
"Kau tidak tahu orang seperti apa dia itu. Dan kau, membiarkannya begitu saja masuk ke apartemen, tidur denganmu--"
"Aku tidak tidur dengannya!" hardik Lea. Matanya berkaca-kaca. Benar-benar merasa tersinggung. Melepaskan lengannya dengan gusar. "Aku tidak..."
"Lea sakit."
Suara berat itu membuat Shinji seketika beku; mengerucutkan bibirnya sedikit. Tidak menoleh pada Juna yang berjalan mendekat. 
"Dia pingsan tadi malam di koridor saat kami berpapasan," lanjut Juna tenang. Shinji masih diam tak menoleh. "Aku ada di sini, untuk menemaninya, karena kemarin malam badannya panas sekali. Jadi, jangan berpikiran aneh-aneh."


Hening. Shinji seakan kehilangan suara. Wajahnya, seolah dia berusaha keras menelan semua rasa yang sekarang bergejolak di dirinya. Lea memerhatikan kedua tangannya mengepal di samping tubuhnya. 


"Aku pulang dulu," kata Juna, mengembuskan napas pelan.  "Kau" (dia mengangguk pada Lea) "sudah ada yang menemani. Jadi... aku tidak perlu lagi ada di sini."


Seakan ada tangan yang mencabut keluar lambungnya begitu mendengar kata-kata Juna barusan. Lea merasa kecewa, bingung, bimbang, sedih dan entah apa lagi. Dia kesal dengan dirinya sendiri. Dan tidak tahu kenapa, untuk pertama kalinya, dia sangat jengkel pada Shinji. Bisa-bisanya dia marah-marah tanpa mendengar penjelasannya lebih dulu. Menuduhnya, dan juga Juna melakukan sesuatu yang buruk. Mengatakan kalau dia mengawasinya, seolah saja dia--Lea adalah tawanannya. Miliknya yang harus dipantau kemana pun. 


Juna melewati Shinji dan Lea tanpa kata. Ekspresinya datar seperti biasa. Tak tersenyum, tak juga muram. Wajah khasnya. Tak berubah. 
Lea ingin mengatakan sesuatu, tapi tak tahu apa. Sementara Shinji, mengalihkan pandangannya ke arah lain, tak berkata apa pun.


"Aku pulang dulu, Lea." Juna mengusap rambut Lea sambil lalu. "Minum obatmu."
Setelah itu dia berjalan menyusuri ruang tamu dengan langkah ringan. Membuka pintu, dan hilang di baliknya.
Dia pergi. 


"Kau mau kemana?" Shinji menarik tangan Lea, ketika dia memutar tubuhnya. Beranjak pergi.
"Aku mau mengucapkan terima kasih padanya."
"Tidak perlu."
"Perlu. Sopan santun. Etika, kalau kau tidak tahu." Setelah itu Lea berlari, menarik pintu membuka dan melesat keluar. Berlari menyusuri koridor, menyusul Juna yang sedang menunggu lift. Sendirian.


Juna mengernyit melihat Lea, yang terengah, tidak memakai alas kaki. "Ada apa?" tanyanya heran.
"Aku hanya..." Lea berusaha mengatur napasnya. Jantungnya berdegup luar biasa kencang. "hanya ingin..."
Dahi Juna berkerut. "Ingin apa?"
Lidah Lea serasa menempel ke dasar mulutnya, membuatnya sulit berbicara. "Aku..."
Kerutan di dahi Juna semakin tegas. 
"Terimakasih," kata Lea cepat, mencium pipi Juna secepat kilat dan berbalik hendak berlari pergi. Namun belum sempat dia menggerakkan kaki, Juna telah menangkap tangannya, menariknya merapat dan...


(bersambung)
Asli: Lita yang tulis! (Jangan diplagiat!)
......................
gambar dari sini
Kau menciumku dan mendadak dunia di sekelilingku runtuh
Kau menciumku, dan mendadak aku lumpuh
Kau menciumku, dan mendadak aku tak bisa lagi bertumpu
Kau menciumku, dan tak bisa dihindari lagi, hatiku luruh



































17 comments:

rona-nauli August 10, 2011 at 12:11 PM  

argghhh mupeng mupeng...waduh, puasa puasa....:D

Febby,  August 10, 2011 at 12:20 PM  

akhiry stelah skian lama ad lg ne ceritay..aw...aw...aw...^_^ lanjutkan mba..

deeo August 10, 2011 at 1:26 PM  

finally!!!yey!!!mbak lita kembali!!!LEA kembali!!!aku juga mau mbak....hehehe...Junaaaaa.....(berharapgaklamalagilanjutannyakeluar)

Dias August 10, 2011 at 1:42 PM  

blogwalking.. cari2 blogger Bali :)
saling follow blog yuk :) reply to my blog ya :D

sweet and sugars,
Dias

l i t a August 10, 2011 at 2:00 PM  

@Rona: Sama! Gw sendiri mupeng *hihihi*

@Feby: Yuk mari lanjutkan. Aww! Aww!

@Dee: Mudah2an mud nulisku masih tinggi... seperti hari ini.

@Dias: Aku sudah follow ya, Jeng. Tq.

Dias August 10, 2011 at 2:07 PM  

makasi, aku follow back :)

Enno August 10, 2011 at 6:00 PM  

huh! terlalu! sekian hari ngilang! tau2 muncul dgn cerita yg bikin mupeng! untung bacanya pas udah buka!

udah gitu nanggung pula adegannya! kenapa itu? disensor kah? terusannya abis magrib dibayangin masing2 gitu ya?

aku kesaaaaaal!!!

*lebay tingkat tinggi*

:))

l i t a August 10, 2011 at 6:51 PM  

@Enno: Ampun beribu ampun mbak Enno. Aku hilang, karena aku stuck ide. Hehehe.Abis bergumul di rumah putih hari Minggu lalu.

Dan adegannya... bukannya disensor, tapi menurutku lebih baik begitu, biar kaya pelem2 Korea. Makin gantung makin penasaran... *nyengir innocent*

bLog GuE August 10, 2011 at 7:36 PM  

asyiikkk.. lanjutan ceritanya udah ada.. :DD
untung aja tadi mbak lita nge.share di FP jadi aku tau kalo udah ada lanjutan ceritanya. aku bantu nge.share juga di FP boleh ya mbak ^^

diwyacitta a p

Enno August 11, 2011 at 4:16 AM  

lit, klo dah ga ribet, online ya. there's something I wanna share! (skalian soal draft itu juga, darling!)

*wink*

Amara August 11, 2011 at 4:19 PM  

salam kenal mbak Lita ... aku udah sering banget ngintip blog-nya ... heee terutama ngikutin LEA ...I love it !! ...kutunggu LEA berikutnyaa ^_^

l i t a August 11, 2011 at 7:42 PM  

@Diwyacitta a.k.a Citah *peace*: Boleh di share, tapi dilarang Copas ya... *mwah*

@Amara: salam kenal juga, amara. aku mampir ke blogmu, tapi masih kosong kavlingnya *hehhe* cepetan isi, biar aku bisa mampir2. Aku juga udah follow ya, mudah2an bikin kamu lebih semangat ngeblog. Tq ya.

Fiandra_Aksel 04 August 11, 2011 at 9:04 PM  

mbak lita keren XD
semangat mbak nulisnya.. aku suka banget tulisan2nya mbak \(^.^)/

l i t a August 11, 2011 at 9:24 PM  

@Fiandra: Ma kasih, Fiandra. salam kenal. Kalian2 ini yang buat saya semangat nulis... \(^.^)/ *hore juga*

ann August 12, 2011 at 11:39 AM  

whuuaaaa.... akhirnya muncul juga.. kira'in udah ngga dilanjutin lagi LEA-nya..

aku curious, bgm reaksi shinji waktu melihat adegan mesra itu ya??

semangat mba Lita!! udah ngga sabar nunggu lanjutannya..

l i t a August 12, 2011 at 12:48 PM  

@Ann: Terus lanjut kok. Cuma masih stuck kemarin. Jadi ketunda terus mau posting.

Aku juga gak sabar mau ngelanjutin, nih.

Tq ya Ann...

me aishi August 14, 2011 at 2:46 PM  

hehe chef juna lagi disukai bnyak cewek yah ^^

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP