Orang-orang Tidak Tahu Diri Saling Mendukung

>> Saturday, July 23, 2011

"AKU kan punya anak, kamu nggak," kata si mbak gak tau diri ini, ketika saya membahas keterlambatan yang dilakukannya entah keberapa kalinya. "Jelas kamu bisa dateng on time ke kantor. Aku kan gak ada suami (baca: suamiku baru meninggal), numpang di rumah orang, harus nyapu, bersih2, blah blah blah..."


Dalam hati saya bergumam, "Kok anak dijadiin alasan terlambat ngantor tiap hari? Kok duka karena ketiadaan suami jadi pedoman dirinya melanggar peraturan? Kok beban menumpang di rumah saudara, jadi hal yang paten untuk menspesialisasikan diri dari peraturan? Nih orang, sebenarnya punya otak gak sih? Andaikan punya, dimana lokasinya?"
...


Sebagai Personalia, saya jarang sekali menegur orang kecuali memang perlu. Andaikan menegur pun, saya tidak pernah dengan cara beringas atau sok kuasa. Saya baru akan keras, kalau orang yang saya tegur berkali-kali tidak mengindahkan teguran saya. 
Tapi anehnya, orang-orang yang saya tegur, kebanyakan tidak pernah merasa salah. Ditegur dengan cara baik-baik tetap beralasan, dan seringkali lebih garang dari saya. Ditegur dengan cara keras, malah lebih parah lagi.
Jadi saya sendiri bingung, saya yang salah menegur dia apa dia yang tidak tahu diri?


Orang-orang tidak tahu diri ini sayangnya, berasal dari kolega saya sendiri. Sama-sama back office, yang nota bene adalah orang-orang lama (senior) yang buta peraturan dan mentalnya entah terbuat dari apa; tidak punya malu, tukang ngeluh, anti peraturan, dan jago akting. Plus, kalau salah, tidak merasa bersalah atau mau disalahkan, bukannya dengan gentle mengakui kesalahan atau minta maaf, malah lempar kesalahan pada orang lain.*Capeee dehhhh*


Seperti si Mbak ini, dengan ringan berkata keras-keras (mungkin maksudnya biar saya mendengar), "Aku sebenarnya nggak butuh kok kerjaan ini, toh gajinya cuman segini-segini aja. Aku karena ada anakku aja, kalau nggak, ngapain? Lagian kalau aku emang salah, kasih deh SP (Surat Peringatan), silakan! PHK deh sekalian, toh enak, dapet pesangon."


Saya tertawa keras2 di dasar lubuk hati yang paling dalam. Enak banget, udah melanggar peraturan, minta di'pesangonin'. 
Apa dia ingat saya pernah ngomong, kalau kesalahan yang dilakukan berulang-ulang, dan mengakibatkan dikeluarkannya SP pada seseorang, sampai akhirnya mendapat SP terakhir (SP III), sudah merupakan pelanggaran berat yang menyebabkan PHK atau demosi? Dan, kalau sampai di PHK, berarti yang bersangkutan, cuma dapat 1 kali pesangon saja, gak peduli, dia sudah kerja belasan tahun di perusahaan.
Kalau memang itu maunya, oke. Saya akan lakukan demi dia. Toh, dia yang minta.


Mereka bilang, saya harus bisa fleksibel dan ikut arus agar tidak dimusuhi. Ohhhh, saya tidak takut dimusuhi. Saya tidak takut tidak punya teman di kantor, karena saya punya banyak sahabat di luar kantor. 
Lagipula pertemanan di kantor saya, berdasarkan ketidaktulusan. Untuk apa?
Saya Personalia yang sudah cukup bersabar. Dan mungkin dengan adanya 'support' dari orang-orang tidak tau diri ini, saya harus menjadi Personalia yang seharusnya. Menganut dasar 'hitam' dan 'putih', tidak warna-warni, seperti sebelumnya. 
...


Jadi, mbak-mbak tidak tau diri yang saling mendukung, bersiap-siaplah, karena saya akan mengabulkan permintaan Anda. 
Saya tidak akan peduli lagi. 
Anda bilang saya tidak punya hati nurani, cuek dengan duka lara yang anda dera, baiklah, saya akan benar2 singkirkan hati nurani saya. Dan kita tunggu tanggal mainnya.
...

gambar dari sini
What ever, Moron!

































9 comments:

Brigadir Kopi July 23, 2011 at 8:32 PM  

waduh kok msih ada yg model gitu, harus pandai pandai menempatkan diri nih , apalagi kalo bawahan jauh lebih tua dari kita ^^

Ra-kun lari-laRIAN July 23, 2011 at 9:38 PM  

yap, saya dukung mengatakan 'what ever, moron' pada orang yang model gitu.
semangat mbak :)

Sassy Enno July 23, 2011 at 10:10 PM  

oh ngerti bgt posisi kmu saat ini, meskipun aku di jabatan yg berbeda,

ngurusin reporter2 yg lbh tua dr aku tp (anehnya) hasil kerjanya kayak anak baru masuk kemaren... ditegur, dikasih tau, malah nyolot mentang2 lbh tua...

entah brp org tu yg akhirnya kurekomendasiin ke HRD dan pemred utk dipecat. kdg2 kita memang hrs tegas lit, klo enggak, mrk bakal ngerusak sistem kerja yg udah baku.

cayo! :)

l i t a July 23, 2011 at 10:53 PM  

@Brig Kopi: Oh, banyak yang model begituan. Kaya kacang goreng. Mereka juga gak tua2 banget, cuma lebih lama kerja di perusahaan daripada aku. Nempatin diri sih udah bisa, tinggal 'cubit' aja sekarang.

@Ra: Tetap semangat, dong. Kerja sama anak2 TK dan SD kelas 1 soalnya.

@Enno: Iya, Mbak. Aku udah gak peduli tuh. Bodo amat. Aku akan bergerak sesuai peraturan. Dont know, dont care aja...

rona-nauli July 23, 2011 at 11:30 PM  

ehehehe, go Lita! go!....dimusuhi orang ya? makanan sehari-hariku :D

gloriaputri July 24, 2011 at 10:42 AM  

go mba lita gooo....

aq benci org2 begitu jugaa.....dan ternyata dimana2 dikantor apapun pertemanannya memang gak pernah tulus mbaaa, bahkan di kantor aq yg baru....guru2nya sering ngomongin koordinator TK tp klo didepannya pd manis2 bgt...buset dehh, pengen muntah aq.....hueekkkk....

FeraSuliyanto July 24, 2011 at 3:16 PM  

emang paling nyebelin ketemu yg model begini nih mbak lita...
dimana kantornya mbak?sini aq bawain pentung! #eh ^__^v

l i t a July 24, 2011 at 4:22 PM  

@Rona: Madam... Udah biasa ya? Sama dah kita.

@Glo: Persis tuh dek, kaya gitu. Di depan manis2, di belakanga, muntah. capee deeeh

@Fe: Wah Fe, kalau begitu anarkis banget kamu? Bagus! Teruskan. Hehehe... gak perlu pentung, Fe, cukup pulpen aja. Senjata jitu buat ttd SP.

Euis Maharani Rachmad July 24, 2011 at 5:19 PM  

wedew mengesalkan yah emang mbak kalo dapet rekan kantor model begitu. jadi serba salah kitanya.
:(

ihys emang harus dilawan kali mbak. bukannya apa., kayakny udh pada canggih semua itu berkomplot :D

selama yang mbak lakuin itu bener, jgn mundur, mbak. semangat!!

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP