LEA: A dedication for Junior Rorimpandey (11)

>> Monday, July 4, 2011

A Night To Remember



JUNA memerhatikan Lea menyuapkan sosis kuah mix mangga buatannya ke dalam mulutnya. Tersenyum simpul yang kelihatan amat geli, begitu Lea mengangkat kedua pundak dan nyengir.
"Ada apa dengan cengiranmu?" tanya Juna. Alisnya tertaut, namun bibirnya melengkung tersenyum. Senyum aneh khasnya.
"Delicious."
"Really."
"Yup."


Juna bersandar ke punggung kursi makan, memandang Lea dengan kepala dimiringkan sedikit. "Aku baca profilmu di internet. Makanan favoritmu, nasi putih dan es batu?"


Lea terbatuk. Nasi berlompatan dari mulutnya. Salah satunya hampir mengenai Juna, kalau saja dia sedang tidak bersandar di kursinya.
Juna hanya menggelengkan kepala, mengawasi Lea yang buru-buru menyambar gelas air putih, dan meneguknya banyak-banyak.


"Kau... baca profilku?" tanyanya, masih dengan ekspresi kaget.
Juna menaikkan sebelah bahunya. "Ya. Tentu. Kau aktris terkenal--"
Lea tanpa sadar mengacungkan telunjuknya. "Jangan sebut aku aktris terkenal, ak--"
"--dan aku ingin tahu lebih banyak tentang dirimu," lanjut Juna cuek. "Aku juga baca blogmu."
"Eh? Kau baca blogku?" Lea tersenyum riang.
"Ya."
"Darimana kau tahu... blogku."
"Well. Aku punya banyak teman; para blogger... yang kebetulan mengenalmu." Kening Lea berkerut. "Salah satunya adalah teman baikku."
"Siapa?"
"Kau tahu 'falling eve' ?"
Mata Lea membulat. "Ivi?"
"Ivi Kareinno, namanya," beritahu Juna. "Aku panggil dia Enno. Dia temanku waktu di Bandung dulu. Teman... gila-gilaan. Cewek galak, suka mesin, tampilan nge-rock tapi punya hati melankolis, sampai-sampai memutuskan untuk jadi penulis. Agak... aneh sebenarnya. Karena sebelumnya aku kira dia akan jadi penyanyi rock."


Lea tergelak, begitu pun Juna. Seakan saja tembok pemisah yang sebelumnya terbentang di antara mereka runtuh begitu saja.


"Apa dia masih... nge-rock sekarang? Aku tidak pernah bertemu langsung dengannya, Ivi--Enno, maksudku. Hanya dengar suaranya saja lewat telepon."
Juna menggeleng. "Dia sudah nge-pop sekarang. Cuter... daripada dulu. Sepertinya sudah memutuskan untuk pasrah menerima jenis kelaminnya sendiri."
Lea tertawa lagi. Tidak menyangka sama sekali Juna bisa melontarkan kata-kata yang dapat membuatnya tertawa.
"She's nice," Lea mengangguk. "Helps me a lot."
"She is."
"Ternyata... dunia tak selebar daun kelor," tambah Lea.
"Ya. Dunia tak selebar daun kelor," timpal Juna, mengangguk kecil. Tersenyum ringan yang manis sekali pada Lea.


Selama sepersekian detik mereka saling bertukar senyum, sampai kemudian saling mengalihkan pandang ke arah lain. Lea ke mangkuk sosis kuahnya, melanjutkan makan--mukanya merah padam, sedangkan Juna memandang berkeliling.
Hening lagi. 


"Maaf..." Lea memulai lagi, dengan suara pelan.
Juna kembali memandangnya, tak mengerti. "Maaf apa?"
"Sebulan lalu..." suara Lea sedikit tercekat, "aku... tidak jadi menepati janji."
"Janji?"
"Iya. Janji. Memasak untukmu...?" Lea jadi salah tingkah. Cepat sekali Juna melupakan hal itu.
"Kan sudah tadi.... Mi rebus." Juna nyengir, membuat Lea mendengus tertahan yang langsung dirubahnya jadi deham kecil.


Sungguh langka, bisa melihat si Mr Expressionless Junior Rorimpandey, nyengir lebar seperti barusan. Dan Lea merasa beruntung bisa menyaksikannya dengan mata kepalanya sendiri.


"Kenapa..." Lea memberanikan diri bertanya, berharap Juna mau menjawabnya. "waktu itu... kau pergi?"
Juna mengerucutkan bibirnya, mengembuskan napas pelan, dan bersedekap. "Hanya ingin membuktikan pada seseorang... kalau aku tidak berniat buruk padamu."
"Maksudmu?"
"Tampaknya ada seseorang yang sangat cemas pada keberadaanku di dekatmu, sampai-sampai dia mengancam akan membuatku punah di muka bumi, seolah saja aku semacam spesies langka yang berbahaya."


Lea terkekeh, sedangkan Juna cuma bisa mendengus geli. 


"Kau... bertengkar dengan Shinji ya....?" tanya Lea lagi. Meringis. "Maaf. Dia tidak--"
"Tidak. Kami tidak bertengkar. Sedikit miskomunikasi. Tapi itu biasa... Yah..., tampaknya dia sangat peduli padamu. Dan... saat itu dia sepertinya sedang capek, sehingga sedikit sensitif, jadi aku memutuskan untuk... pergi. Lebih baik begitu."
"Shinji... sangat dekat denganku," jelas Lea. "Jadi... dia sedikit..." Dia tidak dapat melanjutkan kalimatnya dengan kata-kata yang tepat, sehingga cuma bisa tersenyum kecil.


"Ceritakan padaku... tentang keluargamu," pinta Juna tiba-tiba.
"Hm? Untuk apa?"
"Untukku."
Lea mengerling jam dinding yang menempel di dinding di sebelah pintu. Sudah larut."Panjang ceritanya." Dia menatap Juna lagi.
"Aku punya waktu."
"Untuk apa... kau ingin tahu...?"
"Ingin tahu saja..."
"Kalau aku tidak mau...?"
"Aku akan tetap di sini... sampai kau mau cerita. Lagipula, aku kan sudah berjanji menemanimu malam ini karena kau sakit."
"Aku sudah lebih baik."
"Hidungmu masih merah, kau masih menyedot ingusmu,"--(Lea membeliak)--"suaramu masih tidak enak didengar... Menurutku kau belum baik-baik saja."
"Kau mau menginap?" Suara Lea kedengaran seperti suara cicit.
"Why not?"


Oh my God.


(bersambung)
Asli: Lita yang tulis (jangan diplagiat!)
....................................
gambar dari sini
Sumpah, aku tidak berniat untuk jatuh cinta padamu.
Tapi andaikan memang, bolehkah?





8 comments:

Nyla Baker July 4, 2011 at 10:49 AM  

wahhhaaa, makin seru aja nih cerbung'a..asik asik..

Enno July 4, 2011 at 12:10 PM  

begitu baca ini dan nemu namaku, aku langsung syok dan tereak sampe bokapku nongol:

HAAAH! LITAAAAAAAAAAAAAA!!!!

hahaha...

bah! bener2 liar khayalan kau ini, lit!

hahahahaha

rona-nauli July 4, 2011 at 12:30 PM  

itu Ivi Kareinno orang mana? blasteran spanyol indonesia ya? hehehe

l i t a July 4, 2011 at 12:45 PM  

@nyla: asik-asik, dapet pujian dari Nyla. Jadi semangat 45

@Enno: Mbak enno, gak papa teriak, kok. Asal jangan sampe ileran aja ya... huik huik.

l i t a July 4, 2011 at 12:53 PM  

@Rona: sstttt... dia orang jawa barat, tapi sebenernya pengen banget jadi orang Italia. Huhuhuhu. Untuk yang bersangkutan pis' ya

ann July 5, 2011 at 9:13 AM  

so sweet.. sampe berdebar-debar aku membacanya..

you are back! di edisi ini baru terasa kembali "feel" nya..

go go go!! semangaaatttt!!

Enno July 5, 2011 at 8:06 PM  

WHAT? ke italia kan karena dikejar2 yakuzaaa!!!!

wkwkwkwk

*ternyataemangsebrengsekyakuzacuih*

:))

Henny Yarica September 10, 2011 at 2:47 PM  

hwaaa..mbak enno sampe masuk ke dalam cerita juga. hiks, kepengeeeeeeen...
*mulai meneteskan air liur*

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP