Kenangan: Sophomore Year 1993

>> Tuesday, July 26, 2011

Laki-laki ini, menarik perhatian saya sejak pertama melihatnya. 
Kulitnya kuning, hidungnya lurus, dengan mata agak sipit, dan ekspresi yang tak terjelaskan.
Punggungnya... sangat lurus, jangkung. 
Untuk sekilas biasa saja, namun bila telah sering bertatap muka, dengan sendirinya siapa pun akan menyukainya. Apalagi dia 'open'. Sangat mudah berteman.
...


Pertama kali saya melihatnya, dia berbicara pada teman sekelas saya melalui kaca lipat kelas yang terbuka. Dia memandang sekeliling, dan bertemu mata dengan saya, yang juga sedang memandang berkeliling, sekadar mengalihkan perhatian dari seorang cowok berwajah timur tengah yang sedang berbicara entah apa pada saya--saya tidak terlalu memerhatikan.


Dia memaku matanya pada saya selama beberapa saat, sampai akhirnya melihat teman di depannya lagi, kembali terlibat obrolan, begitu pun saya, yang kembali fokus pada teman saya, yang dengan gemas menusukkan ujung pensil yang dipegangnya ke pipi saya, agar saya kembali memerhatikannya.


Itu awal pertemuan saya dengannya. Pertama kali saya melihatnya. Sekejap. Tak tertangkap ingatan.
...


Kedua kalinya saya melihatnya, dia sedang duduk di depan Majalah dinding. Mendongak ke atas, membaca sesuatu. Teman2nya bergerombol di sekelilingnya, namun dia tak terganggu. Punggungnya sedikit bungkuk ternyata. Tapi dia tetap... menarik.
Siapa namanya? Saya bertanya dalam hati. Kelas berapa? Kenapa begitu... 'tak tersentuh'? Kenapa saya jarang sekali melihatnya.
Dan sekali lagi, kami bertatapan; sekilas. Karena saya segera berbelok. Mempercepat langkah menuju ruang Guru.
...


Ketiga kalinya saya melihatnya, tahun telah berganti. Kami bertemu di kantin belakang sekolah. Dia masih dikelilingi teman-temannya. Tertawa lepas sambil melontarkan lelucon khas cowok. 
Sambil memilah makanan yang akan saya beli, saya memerhatikannya. 
Saya tidak suka padanya--tidak. Sama sekali tidak, saya hanya senang mengamati wajah misteriusnya. Wajah misterius yang ketika menatap membuat hati saya ciut. Antara takut dan ingin tahu.
...


Keempat kalinya. Saya hampir menubruknya. Saya baru saja keluar pintu kelas saya, sedangkan dia datang dari kelas arah berlawanan.
Saya hanya nyengir, dan berlalu begitu saja, tanpa melihatnya lagi. 
Saya benar-benar tidak berani.
...


Kelima kalinya, dia berjalan bersisian bersama saya suatu siang sepulang sekolah, memeluk temannya yang kecil mungil. Mengiringi saya pulang. Diam tak bersuara.
Saya benar-benar bingung, mengapa dia ingin mengantar saya pulang? Apa benar gosip yang mengatakan kalau dia pengirim surat di kolong meja saya? Dan sekarang dia ingin mengatakan... kalau dia suka saya?


Bibir saya serasa dilem dengan super glue. Terkatup begitu rapat, sampai serasa kebas. Saya mengerling ke arahnya, dan dia hanya menunduk. Berbicara tak jelas dengan temannya, yang sepertinya telah menempel abadi di badannya. Sama sekali tidak melepasnya. Melingkarkan tangan di sekeliling pundaknya begitu erat.


Di pertengahan jalan, dia akhirnya berbicara pada saya. Mengatakan kalau dia suka saya dan akhirnya memungkasnya dengan, "Lo mau jadi pacar gw?"
...
gambar dari sini
Aneh. 
Betapa Tuhan mengijinkannya melihat saya,
dan saya akhirnya melihatnya.
Kami sangat tampan dan sangat cantik kala bersama, 
begitu kata orang-orang itu.






















10 comments:

Lia July 26, 2011 at 7:37 PM  

ih suka banget sama ceritanya. so simple, so sweet, pendek tapi nampol! hihi.

selalu betah ngubrak-abrik rumahmu mbak lit :D

deeo July 27, 2011 at 6:46 AM  

ni cerita mbak lita?

l i t a July 27, 2011 at 8:03 AM  

@Lia: Aku suka kok, diubrak-abrik sama kamu, Lia... Makasih ya...

@Deeo: Ini cerita pribadi. Belasan tahun lalu dan masih bau kencur. Belakangan ini aku sedang mensyukuri hal2 yang terjadi selama aku hidup di dunia, termasuk cinta pertamaku...

*Malu ah!*

rona-nauli July 27, 2011 at 8:14 AM  

ihiiii...cinta pertama ^^

nah, sekarang bau apa,bu? hehehe. jadi nginget2 cinta pertamaku kapan ya? bingung :))

l i t a July 27, 2011 at 10:53 AM  

@Rona: Bau jamu kali... *hahahahha*
Iya nih... Ceritain dong, cinta pertamamu... *kedip2--ting2*

Anonymous,  July 27, 2011 at 10:59 AM  

ingin kembali ke masa lalu......... SP

l i t a July 27, 2011 at 12:50 PM  

@SP: Ya. Ingin kembali ke masa lalu.

gloriaputri July 27, 2011 at 4:55 PM  

wkwkwkwkwk.....

aq ada begini2an gak ya jaman dulu? xixixixixiix

aghhhh...lupakan...
ceritanya mba lit lucu...jd pengen liat 2 anak masih ingusan pacaran....xixixixiix

Radi's Share August 2, 2011 at 9:42 PM  

wah 1993.. berarti saia masi berumur 3thn ahihihi :)

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP