Kenangan: Malam Tahun Baru dan Hari Pertama di Tahun Baru itu (1)

>> Sunday, July 10, 2011

New Year's Eve:


MALAM itu malam menjelang tahun baru--New Year's Eve, bahasa kerennya. Pikiran saya melayang ke rumah seorang teman, dimana beberapa teman merayakan datangnya tahun baru bersama, yang undangannya disampaikan secara lisan pagi harinya di sekolah. *Saat itu umur saya 13-14 tahun*

Karena terlalu malam, plus berpikir tidak mungkin mendapat ijin dari Papa--mama waktu sedang ada di Bali, saya memutuskan tidak datang. Meminta maaf pada teman-teman pelaksana pesta siang harinya, dengan alasan di atas.
Mereka agak kecewa, masih berusaha membujuk saya datang, namun akhirnya menyerah karena saya tetap tidak mau, dan akhirnya mengucapkan "Selamat Tahun Baru" dengan senyum di bibir masing-masing.

Malam hari, sekitar jam 10 malam, telepon rumah berdering. Saya yang angkat, dan menyapa si penelepon di seberang.
Suara yang familiar saya dengar, dengan nada agak gusar. "Lo dateng dong, ke tempat S sekarang, ikut ngerayain tahun baru."
Mengernyit, saya balas, "Gak bisa. Malem banget. Papa bisa marah gw keluar jam segini."
"Di sini juga ada A dan H, kok. Si *nyebutin nama teman-teman cewek* juga dateng, masa lo gak dateng."
"Gw gak bisa dateng. Kan gw udah bilang sama mereka tadi siang."
"Ya udah kalo gitu." Klik. Si penelepon menutup pembicaraan dengan galak.

Jam 11 malam, telepon kembali berdering, kali ini saya lagi yang angkat. Suara itu terdengar lagi. Lebih serak daripada sebelumnya.
"Lo mau dateng ke sini apa nggak?" Itu pertanyaan yang saya ingat.
"Kan gw udah bilang, gw gak bisa. Gimana sih? Udah malem banget tau. Papa--"
"Ya udah, kalo lo gak mau dateng, kita 'putus' aja."
Klik.

Itu pertama kalinya saya merasa luar biasa shock. Berat. Selama sepersekian detik, saya cuma bisa bengong melotot ke tembok, dengan mulut membuka menutup tanpa suara. Tangan yang memegang gagang telepon gemetaran--seluruh badan saya malah, gemetaran. Jantung saya serasa mau loncat ke leher, dan keringat dingin besar-besar mulai berjatuhan. Rasanya nyawa saya telah diambil setengah oleh Malaikat Maut. Dan saya saat itu adalah zombie, yang tidak bisa berpikir mau pun bergerak normal.

Saya tidak ingat apa yang saya katakan pada Papa, sehingga saya bisa melesat keluar rumah, masih dengan tshirt dan celana piyama saya. Berlari melewati gang, melewati rumah orang-orang yang mengenal saya, yang kebingungan melihat saya berlari panik malam itu. 
Untungnya, karena malam tahun baru, suasana ramai, tidak sepi, sehingga saya merasa aman. Tapi andaikan sepi pun, sepertinya saya tidak akan peduli. Saya akan tetap berlari sekencang-kencangnya menuju rumah teman saya yang mengadakan pesta itu. Ingin bertemu dengan orang yang baru memutuskan saya lewat telepon. Menamparnya kalau bisa. Memakinya kalau bisa.

Saat saya sampai di rumah S, sudah sangat ramai. 
Saya melihat orang itu, duduk bersama beberapa teman, dan langsung kaget melihat saya. 
Saya mendekat, tapi bukan menghampirinya, melainkan teman saya H dan A, yang juga tampak terkejut.
"Gw mo ngomong ma lo, H, dan juga lo A, " dan segera menarik mereka ke dalam rumah.
Sempat bertemu S, dan menarik dia juga yang langsung menganga melihat saya berlinang air mata. Membawa saya cepat-cepat ke kamarnya.

Di kamar itu, yang saya sudah tidak perhatikan bagaimana bentuknya, air mata saya tumpah. Tangis saya pecah. Saya mengatakan banyak hal tentang orang itu pada mereka bertiga, yang tidak bisa saya ingat lagi sekarang.

Hanya beberapa saat saya berada di rumah S, karena mengingat Papa yang pastinya menunggu saya pulang. Saya pamit pada semua teman yang ada di sana, dengan mata yang masih bengkak dan hidung yang masih basah, mengucapkan "Selamat Tahun Baru" pada mereka semua, kecuali orang itu, yang berdiri di pojok dengan wajah muram, tidak bersuara sama sekali, baru setelah itu saya pun pulang. A dan H mengantar saya.

Sampai rumah, saya tersenyum pada Papa, yang tidak tampak cemas sama sekali. Hanya bertanya, "Darimana?" sambil lalu. Saya menjawab sekenanya, dan segera masuk ke kamar. Melempar tubuh ke atas kasur, dan kembali melanjutkan menangis dengan dada yang luar biasa sesak.
................................. 

Cinta pertamaku berakhir sudah. Sampai di sini. 
Dan takkan mungkin kembali.
Rasanya sakit sekali
gambar dari sini








.

7 comments:

Ra July 10, 2011 at 3:38 PM  

saya gak punya pengalaman yang gimana gitu tentang tahun baru, jadi saya cuma bisa menikmati cerita orang :D

Nyla Baker July 10, 2011 at 3:55 PM  

hmm, masa diputusin cuma gara2 itu.. >_<

hiii

Enno July 10, 2011 at 5:34 PM  

cuma gara2 itu?
aiiih, kenapa ga ditampar aja dulu itu...

hihihi

iMa July 10, 2011 at 7:03 PM  

Wah sadis bener, masak mutusinnya cuma gara'' kayak gitu doang... Umur 13-14 taun sih ya, masih labil, hehe...

l i t a July 10, 2011 at 7:05 PM  

@Ra: no komen ah

@Nyla: Iya, La. Diputusin cuma gara2 itu. Sedih banget aku

@Enno: Emang pertama pengen tampar terus maki2, tapi begitu liat orangnya, entah kenapa langsung berubah pikiran, yang ditarik malah temennya. (Hehehhe)

gloriaputri July 11, 2011 at 8:35 AM  

ababil bgt dehhh
masa cm gara2 itu putus? payah tuh cowo...
bener kata mba enno, knp gak ditampar aja ?

l i t a July 11, 2011 at 11:55 AM  

@Glo: Andaikan mbak bisa taekwondo ky kamu dek, mbak udah kasi tendangan super...
tapi aku priyayi banget waktu itu... hehhehe. Tidak bisa membunuh semut malah... *wekwekwek*

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP