Tentang Persahabatan: Kasih sayang dan Janji Ingkar

>> Wednesday, June 22, 2011

"Ta, beneran nih. Gw butuh kerjaan," kata seorang teman via telepon. "Gw pengen balik ke Bali lagi, dan gw gak pengen nganggur."
................................................

Sebagai seorang teman yang memiliki posisi lumayan strategis untuk mencari info di tempat-tempat yang sedang membutuhkan tenaga kerja, saya tentunya berusaha membantu teman saya itu.
Saya mencoba menghubungi salah satu rekan sesama Personalia yang bekerja di salah satu Mall 'wah' di Kuta, yang sepertinya selalu membutuhkan tenaga kerja. Dan ternyata memang, dia membutuhkan seorang Marketing Manager untuk ditempatkan di salah satu restoran yang ada di dalam mallnya.
Saya pun menghubungi teman saya itu, berharap penuh dia mendapat pekerjaan.
Proses pun berlangsung. Mulai dari pengisian form tenaga kerja sampai dengan interview diikuti oleh teman saya itu, sampai akhirnya rekan saya memberitahu saya, kalau teman saya tidak memenuhi kriteria seorang Marketing Manager sebuah Restoran.

"Dia tidak punya pengalaman sebagai seorang Manager. Pengalaman EO--event organizer--tidak cukup untuk membuatnya bisa menjadi seorang Marketing Manager. Nanti, kalau kami butuh Marcomm, kami akan hubungi dia," kata rekan saya itu.


Dari penampilan, teman saya itu tentunya cukup oke untuk menyandang sebutan Manajer, dan skill marketingnya juga cukup untuk menjadikannya seorang Marketing profesional. Tapi dari komitmen, dia tampaknya masih jauh dari itu. Baik komitmen dengan perusahaan yang mempekerjakannya, mau pun dengan dirinya sendiri, dan juga komitmen dengan teman yang berusaha membantunya. 
Saya... baru menyadarinya hari ini.
.........

Singkat cerita, akhirnya saya berhasil merekomendasikan teman saya itu pada GM saya, untuk mengisi posisi marketing assistant yang kosong. Mengatakan kalau dia, teman saya, handal dalam hal Marketing, dan dia orang yang bisa dipercaya.
Percaya dengan kata-kata saya, GM saya pun menerima teman saya bekerja di perusahaan tempat saya bekerja. Dia pun mulai bekerja 1 Juni lalu.

Awalnya semua berjalan baik. Sampai suatu hari dia tidak muncul di kantor--1 harian. Dengan alasan yang tak bisa dipertangungjawabkan.
GM saya murka. Merasa diremehkan. Dia menelepon saya, dan mengeluarkan uneg2 kekesalannya.
Sumpah, saya malu sekali padanya. Merasa bersalah, merekomendasikan teman saya, yang sebenarnya memang ada masalah 'bangun pagi'.

Keesokan harinya saya langsung mendatangi kantornya, dan mengomelinya habis-habisan.

"Gw nolong lo, karena gw ngerasa lo udah berubah, dan juga karena gw pengen lo maju. Gw udah rekomendasiin lo yang baik-baik sama GM, tapi ternyata lo masih sama aja kaya waktu di EO dulu. Dulu lo boleh seenaknya dateng atau pulang, tapi di sini perusahaan yang aturannya jelas. Lo gak bisa seenaknya. Lo sama aja gantung gw kalo gitu. Lo gak kasihan sama gw? Atau kalau nggak, lo gak kasihan sama diri lo sendiri? Sampai kapan lo mau kaya gini? Umur lo tuh udah gak muda lagi."

Dia merespon semua kata-kata saya dengan santai; berhasil menenangkan saya dengan cara khasnya. Dan saya percaya.
Dia pun mulai berubah. Datang pagi, tidak lagi nongkrong di tempat lain selain kantornya sendiri, keluar kantor sesuai jam, pokoknya dia jadi anak manis.
Tapi hari ini... sekali lagi dia mengulang kesalahannya lagi. Beralasan mengantar teman yang bermasalah ke suatu tempat yang jauh, dia telat datang ke kantor lagi.
Kali ini saya sudah tidak bisa menghadap GM saya lagi. Muka saya serasa lepas, ketika GM saya bertanya pada Marketing Manager, bagaimana bisa teman saya itu memilih untuk memberi kabar pada saya daripada GM saya itu, atasan langsungnya.

Saya merasa dikhianati oleh teman saya itu. Merasa dimanfaatkan. Merasa dibodohi.
Maksud baik saya malah dibalas dengan sikap yang sama sekali tidak bertanggungjawab.
Saya jadi... amat kesal.

Saya tidak tahu, kenapa saya selalu bermasalah dengan teman yang saya sayangi.
Berkali-kali saya dikecewakan oleh orang-orang yang saya sebut teman. Orang-orang yang saya percayai.
Ada apa sebenarnya dengan saya?
It hurts... Really...
................
gambar dari sini




















7 comments:

Lia June 22, 2011 at 1:20 PM  

grrrr, minta dipites orang kayak gitu! dasar kacang lupa kulit!

eh tapi mbak, orang kayak gitu nnti pasti kena batunya tau. kita kan bantu ikhlas, maksudnya dia berubah, kita udah negur, tapi dia nya gak denger.

brarti kalo lain kali dia minta tolong lg, mending diemin aja.

dia cowok ya?

eh anwei, katanya ada yg bisa ngebaca tarot ni? mau duooongg :P

gloriaputri June 22, 2011 at 2:09 PM  

waduh...temennya ngeselin bener deh mba....seenaknya gitu...gak tau diri...aq biarpun masuk dikantor karena om ku sendiri tp aq berusaha supaya terlihat baik juga koq...bukan buat nama baik si om, paling ngga kan untuk kebaikanku..kalao begitu temenmu gak cm gak sayang kamu, tp gak sayang dirinya sendiri....ckckckckck

klo ga bs dinasehatin cuekin aja mba drpd bikin pusing, biar jd wewenangnya GM kalo maw PHK dia

Enno June 22, 2011 at 2:30 PM  

hmm.... sabar aja. lit...
yg ptg kita dah usaha nolong. skrg serahin aja semuanya sama wewenang atasan..
klo atasan kamu agak2 nyalahin ngeles aja, bilang dlu dia ga begitu...

klo dia dipecat trus kelimpungan, udah biarin aja ga usah dibantuin lagi hehe

:)

deeo June 22, 2011 at 2:40 PM  

jangan sedih mbak.....mungkin temen mbak gak bermaksud kayak gitu , tapi ngerubah sifat n kebiasaan diri kita sendiri itu kadang sangat sulit banget klo gak punya niat yg kuat!jangan bosen ngingetin walau pun pasti sakit hati , tapi mbak itu kan yg namanya temen...dan mbak termasuk tipe temen sejati nih....^^
SEMANGAT mbak!!!

l i t a June 22, 2011 at 2:56 PM  

@all: Akhirnya aku dipanggil sama GM-ku, untuk ngeCut dia sore ini. Konflik batin banget, karena secara hati, aku pengen dia bisa terus kerja, karena potensinya sebenarnya besar sekali, tapi... secara kerjaan... it's better to end it now, than latter...
Ngeselin soalnya (>_<)

Lia June 23, 2011 at 8:00 AM  

trus akhirnya dia udahan mbak?

l i t a June 23, 2011 at 4:23 PM  

@Lia: yup. Efektif 22 Juni kemarin. Bener2 sangat udahan. Tapi he's still my friend though, meskipun nyebelin.

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP