LEA: A dedication for Junior Rorimpandey (8)

>> Saturday, June 11, 2011

Okay. It's Getting Weird


"Lea. Lea... Lea!"

Tepukan terakhir di pipi Lea membuat matanya tersingkap.
Seorang wanita sangat cantik, berambut ikal merah memandangnya tersenyum lega

"Katty?" Lea mengangkat punggungnya. Hendak bersandar di bingkai tempat tidur. Katty adalah tetangga apartemennya. Lea tidak begitu tahu dia, tapi kenapa dia jadi di sini? Di kamar Katty.

"Juna membawamu kemari."
"Heh?" Juna? Ternyata orang yang kutubruk tadi benar-benar dia, pikir Lea
"Aku tidak pernah melihat wajahnya secemas itu sebelumnya," kata Katty, mendengus tersenyum. Menggeser duduknya. "Dia baru saja pergi, tapi kemudian kembali lagi, membawamu. Memaksa suamiku memeriksa keadaanmu"--suami Katty, Pedro, memang seorang Dokter--"dia sangat khawatir."

Khawatir? Lea berpikir. Impossible

"Badanmu panas. Sepertinya karena flumu," kata Katty, menyentuh dahi Lea. "Sebaiknya kau di sini dulu."
"Oh, tidak--tidak usah. Aku tidak mau merepotkan."
"Jangan sungkan. Apartemen kita kan bersebelahan." Melihat ekspresi tulus di wajah Katty, Lea tak kuasa membantah lagi. "Sebentar," Katty bangkit dari tempat tidur, "aku beritahu Juna kau sudah bangun."

Panick attack. Lea buru-buru menyambar lengan Katty, mencegahnya pergi.

"Tolong... Jangan," pintanya cemas. "Aku tidak mau... mer--"
"Tenang. Juna memintaku untuk memberitahunya kalau kau sudah bangun."
"Eh."

Katty berjalan menuju pintu, membukanya dan melongokkan kepalanya, memanggil seseorang di luar--"Juna,"--kemudian masuk lagi.
Seorang pria jangkung menyusulnya sejenak kemudian. Berjalan  tenang, dengan satu tangan di dagu.

Penampilannya sangat santai kali ini, dengan kaus putih dan celana jins selutut. Rambutnya tak tertata seperti biasa.

Jujur, Lea lebih suka Juna yang ini daripada Juna yang dilihatnya di TV. Namun tetap saja, dia tak berani memandangnya dengan bebas. Kikuk.

"Kau baik-baik saja sekarang?" 
Lea mendongak ragu. Mengangguk dan tersenyum kecil pada Juna yang berdiri di samping tempat tidur.
"Apa kau akan terus-terusan pingsan setiap melihatku?" Juna mengernyit, bersedekap.

Pertanyaan itu sangat tiba-tiba sehingga Lea tidak tahu bagaimana harus menjawabnya. Dia tidak bisa mengelak, karena penyebab utama dia tak sadarkan diri memang Juna; bukan flunya. 

"Kau istirahatlah," kata Katty buru-buru. Mendorong pundak Lea, kembali rebah di kasur. Dia tampaknya mengetahui kebimbangan Lea, dan ingin menyelamatkannya. Kalau benar begitu, Lea sangat berterimakasih padanya. "Badanmu panas, dan kau harus banyak istirahat."

"Aku--Sebaiknya aku kembali ke apartemen," kata Lea, tak enak hati. Kembali menegakkan tubuhnya. "Aku... Nanti teman-temanku cemas." Dia bergeser ke tepi tempat tidur.
"Tapi, kau sakit, Lea." Katty kedengaran cemas. "Demammu--"
"Tidak apa. Aku sudah beli obat tadi. Aku akan cepat sembuh." Lea nyengir.
"Aku akan menemanimu kalau begitu," Katty memaksa.
"Jangan. Tidak usah..."
"Tapi...,"
"Aku mohon Katty. Kau sudah terlalu baik..."
"Jangan menolak..."
"Aku hanya tidak mau--"
"Aku yang akan menemaninya."

Suara Juna membuat Lea maupun Katty bungkam seketika. Keduanya mendongak memandangnya. 

"Kau, Katty, kau sudah dengar dia tidak mau kau temani," Juna berkata pada Katty--("Bu-bukan begitu," Lea berkata panik)--"dan kau," Juna sekarang bicara pada Lea, "cepat bangun. Aku akan menemanimu. Jangan membantah."
Setelah itu dia berbalik, dan pergi. 

"Aku sudah lama mengenalnya, dan baru kali ini dia bersikap seperti itu,"kata Katty, mendengus geli, setelah Juna menghilang di balik pintu. "Aku tidak pernah bisa mengerti dirinya."

Ya. Aku juga, kata Lea, dalam hati.

(bersambung)
Asli: Lita yang tulis (Jangan diplagiat!)
.......................................................
gambar dari sini
Aku memikirkanmu di setiap lagu romantis yang kudengar.
Bolehkah?



















4 comments:

Hans Brownsound ツ June 12, 2011 at 12:30 AM  

good. ditunggu sambungannya.
haha. kynya smua penulis lagi was-was ya. lagi musim plagiasi haha :p

go go go lita!

Enno June 12, 2011 at 11:57 AM  

aku jg lg sakit flu nih.... kok ga ada juna yg nengokin ya... hiks...

:)

lit, aku mau ada perlu dgn dirimuh..
aku add YM mu ya ;)

l i t a June 13, 2011 at 7:48 PM  

@Hans: Yes. Go go Meeeeee.
@Enno: Udah aku accept tuh Jeng.

Boy Andri July 2, 2011 at 9:28 AM  

Scene terakhir kayaknya saya pernah denger yak.. Yang Juna, Katty, sama Lea. Yang Juna marahin Katty n Lea. Tapi di mana ya? *mikir

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP