LEA: A dedication for Junior Rorimpandey (6)

>> Saturday, June 4, 2011

Permission

"SAMPAI kapan kau mau cemberut padaku?" Malini menegur Lea, berjalan di sampingnya menuju lobi.
Lea diam.
"Aku tahu aku salah..."
"Jelas salah. Kau mempermalukanku," sela Lea ketus. "Mengatakan aku bisa masak, dan mau masak untuknya... Kau aneh."
"Kau seharusnya senang bisa dekat dengannya. Kau kan fans beratnya."
"Sekarang aku jadi tawanannya--itu yang benar."
"Kau berlebihan."
Lea berhenti. Melotot. "Kau yang berlebihan."
"Kau suka Juna."
"Hanya sebagai fans. Tidak ingin benar-benar suka padanya. Dia itu... menyebalkan. Angkuh. Jutek. Galak kaya singa. Dan kau melemparku tepat ke mulutnya."
Malini mendengus tertawa.
"Ya ketawa saja. Memang lucu untukmu..."
Lea melanjutkan berjalan.
"Kau kan tinggal bilang... kalau kau tidak bisa masak."
"Sudah. Tapi dia malah bertanya, "Kamu sudah selesai? Saya tunggu di lobi,",--yang berarti dia tidak peduli... Janji harus dipenuhi. Kalau tidak aku mati."
"Hiperbola banget sih," sungut Malini.
................................


Shinji melangkah memasuki lobi Kedutaan Besar India. Berencana menjemput Lea dan Malini. 
Dia baru pulang latihan tari bersama teman-teman seklubnya; masih mengenakan kaus dan celana pendek. Handuk disampirkannya begitu saja di pundaknya.


Sepanjang jalan semua mata memandangnya dengan kagum. Tubuh jangkung, atletis, dengan kulit coklat dan senyum ramahnya tidak tertolakkan sama sekali. 


Shinji mengernyit. Laki-laki yang sedang duduk di salah satu bangku di lobi itu... tampaknya dia kenal.


Juna? Berarti dia benar-benar menjemput Lea kemari. 


Dengan santai, dia menghampiri Juna.


"Halo," sapanya. 
Juna mendongak. Melihat Shinji tajam. Alisnya tertaut. 
"Chef Juna kan?"
"Juna." Dia menjulurkan tangan kanannya pada Shinji. Senyum samar mengembang di bibirnya.
Shinji tersenyum simpul. Menjabat tangan Juna erat.
"Jadi jemput Lea, kalau begitu?"
"Sepertinya begitu."
"Sebagai teman baiknya, saya cuma mau Anda tahu, kalau dia bukan perempuan sembarangan," kata Shinji, tiba-tiba. Kedengaran serius. "Tolong... jangan permainkan dia. Apa pun bentuknya."


Tak ada kata dari Juna, selain tatapan konstannya pada Shinji, yang balas menatap tanpa gentar.


"Kalau begitu," Juna berkata setelah lewat beberapa detik, "saya minta ijin untuk mematahkan hatinya."
Mata Shinji segera saja menyipit berbahaya. 


(bersambung)
Asli: Lita yang tulis (Jangan diplagiat)
.......................................................
gambar dari sini
"Aku benci melihat senyum ceriamu itu. 
Ingin menghancurkanmu sedikit demi sedikit."

























8 comments:

Ra-kun lari-laRIAN June 4, 2011 at 2:45 PM  

wah, lama gak ke sini tau-tau ada cerita baru. keliatannya menarik nih :)

ohya, selamat liburan ^^

deeo June 4, 2011 at 5:23 PM  

hua...semakin penasaran dan sekarang smbil nonton master cheff indonesia...tambah ngayal ni mbak

Enno June 5, 2011 at 5:33 AM  

hihihi...
aku baca di twitter Aline, Juna emang aslinya juga galak katanya

:))

l i t a June 5, 2011 at 8:00 AM  

@Ra: Baca Ra... kalau menarik. Dan sebarkan... Siapa tau nanti dibaca sama Juna yang asli heheheh *ngarep*

@Deeo: ho'oh... aku jadi ngayalin Juna melulu setiap nonton MCI... wkwkwkw

@Enno: Masa? Sukur deh kalo gitu>.> Aku jadi lega untuk nerusin ceritanya... Ayo, Mb No, terus baca ya...

Enno June 5, 2011 at 9:22 PM  

btw ralat dikit... di jack rabbit, mas juned kita tercintah ga pny boss... krn dia sendiri jg boss... termasuk salah satu owner. cm dia kebagian jd komandan chef di dapur, bhs kerennya executive chef

hihi

lanjutin critanya ga pake lama!

:D

deeo June 6, 2011 at 7:52 AM  

semoga bener-bener dibaca ma Juna yang asli dan kesampaian ketemu Juna ya mbak!!hahahahahaha...atau klo perlu ikutan MCI aja mbak klo ada season 2 nya...hehehehehehe

Anonymous,  June 6, 2011 at 8:52 AM  

ahaha c juna nampaknya emang galak...tapi klo yang di cerita ini kayaknya udah kelewatan galak dech :P
jadi lebih mirip karakter di itazura na kiss/ playfull kiss.

klo di liat2 c juna itu nggak segalak itu, coba perhatiin dech, dia galak saat komentar/ menilai aja. selebihnya? cara dia meluk vero....dia cukup peka, klo c vero sedih pas di elimiasi

coba liat saat juna, mengawasi finalis pada saaat memasak, heheheh

just kasih masukan ya lit, lanjutkan

l i t a June 6, 2011 at 12:15 PM  

@Enno: Wah... aku mesti ralat juga dong ceritaku... Ayo, Jeng Enno kasih informasi lebih banyak lagi... Plis Plis

@DeeO: Aku bisa pingsan kaya Lea, Dee. Mending jangan deh. Cukup kagum dari jauh aja

@Anonymous: Aku tau kok Juna gak segalak itu. Ceritanya kan masih jauh... Baca dari pandangan seorang yang belum kenal Juna banget. Anyway...thanks ya. Keep reading...

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP