Alasan Lita Menghilang & Kembalinya Lufke

>> Tuesday, May 24, 2011

SAYA kehilangan kemampuan imajinasi saya. Dia pergi entah kemana, membuat saya tak tahu harus menulis apa. Membuat saya hanya bisa bengong berjam-jam di depan notebook tanpa menghasilkan 1 kata pun. Meskipun kepala ini sudah berdenyut-denyut karena penuh hal-hal memburam yang ingin sekali dituangkan.

Jangankan merampungkan novel, memosting story di blog pun saya tak sanggup, padahal saya ingin sekali menceritakan pengalaman 'tarot' saya di Grand Hyatt Hotel tanggal 17 Mei lalu, dan meluapkan rasa senang yang saya rasakan di ultah ke 30 saya, tanggal 18 Mei-nya di blog ini. Benar-benar tidak bisa. Saya benar-benar kesulitan berpikir.

Kenapa begitu ya?

Yah... Pekerjaan saya di kantor mungkin menuntut terlalu banyak dari saya akhir-akhir ini. Saya akui.
Kepala saya terdesak dengan daftar tunggu tugas yang harus segera diselesaikan. Tak ada waktu santai.
Andaikan ada, daripada konsentrasi menulis, saya lebih senang membaca komik online untuk mengisi kekosongan atau... tidur.
Tapi komik dan tidur... sifatnya hanya... temporari; maya. Karena begitu kembali ke dunia nyata, di dalam..., di hati..., saya merasa kosong. Nol. Karena... saya tidak bisa menulis. Satu-satunya hal yang akan membuat saya 'penuh' secara batin.

gambar dari sini
......................................

LUFKE' s back.

Bagi yang gak tahu siapa itu Lufke, well, dia adalah salah satu teman saya.
Cowok. Ganteng. Lucu. Tipikal orang yang punya muka karet saking seringnya ketawa, dan gampang sekali memikat hati orang yang ditemuinya; gak cowok, gak cewek.

Kami berteman sejak tahun 2007, waktu masih sama-sama kerja di sebuah Event Organizer.
Tahun 2008, Lufke resign, untuk mulai EO sendiri. Dan sejak itu, kami jadi jarang ketemu, jarang telepon, jarang... jarang... dan jarang..., sampai akhirnya jadi benar-benar tidak ketemu sama sekali, dan... lost contact. 


Lufke benar-benar hilang. Raib ditelan bumi. Saya di 'unfriend' di fesbuknya. Nomor hapenya tidak aktif. Bahkan teman baiknya, yang juga teman baik saya, Marcel, tidak tahu dimana dia berada.
What's with him?

Kira-kira dua tahun tidak bersua, akhirnya, dia muncul lagi.
Pertama via y!m, yang tanpa babibu langsung saya bombardir dengan pertanyaan seperti, "kemana aja lu?", "dimana sekarang?", "nomor hp lu berapa?" dan "kenapa lu ngilang?"

Semua pertanyaan saya terjawab tentunya, termasuk alasan kenapa dia membuat dirinya tak terpeta.
Dikejar-kejar hutang, itu alasan pastinya.

Lufke bercerita kalau klien terakhirnya menipunya; tidak membayar jasa event yang telah dihandlenya. Membuatnya berhutang puluhan juta pada supplier yang harus segera dibayar begitu event selesai.
Untuk itu dia harus menjual barang-barang pribadinya, agar dapat menutupi semua tagihan itu. Sebagian terbayar, sedangkan sisanya... belum bisa dibayar sekaligus.
Lufke pun menghilangkan diri ke daerah lain. Bekerja di sana, dan mencicil sedikit demi sedikit sisa hutangnya pada supplier-supplier tersebut.

Finally, this year he's back. Back to Bali. Back to his family, and his friends. 

Tidak ada yang berubah dari dia. Tetap ganteng, dan lucu seperti dulu. Tetap senang kerja di EO. Tapi... dia sekarang, lebih memilih punya pekerjaan tetap daripada freelancer seperti dulu.

So..., tadi sore dia datang ke tempat kerja saya.
Bercerita-cerita, sambil mengisi formulir yang saya berikan.
Protes, kalau seharusnya dia tidak perlu mengisi form tersebut, karena selama ini dia tidak pernah sekali pun mengisi berkas-berkas seperti itu, ditambah lagi karena saya ini teman baiknya. Jadi seharusnya dia dikecualikan.
Saya terpaksa memutar mata mendengarnya, sementara dia cekikikan.

Kemudian ganti Marketing Manager saya yang menemui dia. Dan hasilnya, he likes Lufke.
"Orangnya enerjik, Bu Lita," kata Yuda. "Tinggal temuin ke GM aja."

Kalimat Yuda membuat saya nyengir. Senang, kalau Lufke lulus uji dari Yuda.
Saya pun balik lagi ke VIP, dengan senyum mengembang lebar, yang disambut Lufke dengan senyum yang tidak kalah lebar.

"Lulus kan gw?" katanya.
Tidak mau kelihatan kelewat puas saya cuma berkata, "Belum. Kan masih ada Bu Meli."
Tapi Lufke tetap nyengir. Tidak merasa gentar sama sekali. Sepertinya dia sangat yakin akan diterima sebagai asisten Yuda.

Saat saya mengantarnya pulang, dia berkata, "We'll be like the old times, Sis. Me, you, and Marcel."

Catatan: 
Marcel juga bekerja untuk perusahaan saya, dengan status freelancer. Dia yang mendisain website perusahaan saya, sekaligus bertanggung jawab atas hosting/domainnya. 
....................................................................

gambar yang saya buat di tahun 2007 waktu masih kerja di EO
Gambar ini selalu mengingatkan saya pada Lufke dan juga Marcel. 
Senang, akhirnya kita bertiga bisa kumpul lagi.
See you soon, Guys!

5 comments:

gloriaputri May 25, 2011 at 7:44 AM  

welcoming back mba :) seneng liat km posting lg :)

l i t a May 25, 2011 at 10:57 AM  

Thanks Glo. udah lama banget kayanya ya...?

gloriaputri May 25, 2011 at 11:48 AM  

iya lama bgt...hehehehehe.....

Enno May 25, 2011 at 4:33 PM  

hai litaaa.....
nah gitu dong... nulis lagi ;)

l i t a May 25, 2011 at 6:10 PM  

@Mb enno: Hehhehee... bener deh. Akhirnya bisa nulis lagi.

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP