O--My--God! Apa dia mati?

>> Saturday, April 9, 2011

KEJADIAN yang amat mengguncang terjadi malam ini, di ruang keluarga rumah suami saya.
Seorang dokter panik luar biasa, ketika pasien yang baru saja disuntik vaksin olehnya, mendadak lemas dan ngompol.
Suasana ruang keluarga yang tadinya riuh mendadak sunyi menegangkan, ketika si pasien diam tak bergerak di lantai dengan posisi tengkurap.
Semua panik, si Dokter pun (berusaha tidak) panik.

Si Dokter, yang adalah adik sepupu saya, mencoba mengangkat si pasien dan mengguncang-guncangnya, berharap si pasien mengeluarkan dengkur atau suara apa pun yang menandakan kalau dia masih hidup.Tapi pasien itu bergeming. Terkulai lemas.

Apa dia mati? Pikir saya. Atau akan mati? Apa mungkin dia pingsan?

Saya melihat kecemasan di raut muka adik sepupu saya itu.
Sepertinya dia kebingungan, bertanya-tanya, apa yang membuat pasien itu jadi lemas? Padahal baru berselang beberapa detik obat cair disuntikkan ke tubuhnya.
Saya melihatnya mengambil kotak karton vaksin yang telah dibuangnya ke tempat sampah. Mengernyit membaca tanggal kadaluarsanya.

"November 2012 kok, kadaluarsanya," dia memberitahu semua orang, Kedengaran lega, namun tetap resah. "Apa masalahnya kalau begitu?"

Saya, dan semua orang yang ada di sana sementara itu, berusaha membangunkan pasien yang pingsan itu. Tapi sia-sia, dia tampaknya terlalu lemas untuk membuka mata.

Adik sepupu saya kemudian menelepon seseorang; seniornya. Bercerita dengan nada santai (tetap, berusaha tidak kelihatan panik) perihal 'lemasnya sang pasien setelah diinjeksi'. Keduanya berbincang selama beberapa detik mengenai hal tersebut diiringi celotehan cemas dari saya dan yang lainnya.

Kami semua berharap agar pasien itu baik-baik saja. Cepat sadar dari pingsannya tanpa kurang suatu apa pun, agar adik sepupu saya tidak kena masalah.

"Air gula?" adik sepupu saya berseru.
Sepertinya seniornya menyarankannya untuk meminumkan air gula kepada si pasien, untuk menetralisir (kemungkinan) keracunan vaksin di badannya.
Tanpa babibu, salah satu dari kami mengambil wadah untuk membuat air gula.
Memang harus cepat, kalau tidak mau ada yang mati di dalam rumah.
Tapi, belum air gulanya selesai dibuat, si pasien membuka mata.

"Dia sadar!" saya berseru girang, sementara si pasien mengejap-ngejapkan mata.

Bukan saya saja yang girang, tapi juga yang lain, termasuk adik sepupu saya, yang ekspresinya langsung lega.
Dia pun menjelaskan kepada kami semua kenapa pasien itu bisa mendadak lemas setelah mengkonsumsi vaksin tersebut--tidak perlu saya ceritakan, karena dia bicara dalam bahasa medis, yang di telinga saya kedengaran bagai bahasa anglo-saxon *hihi*

Intinya, si pasien selamat, tanpa kurang suatu apa pun, dan kembali heboh seperti sebelumnya.
Berjalan ke sana ke sini--bahkan ngaca di cermin besar di ruang keluarga, sambil menggoyang-goyangkan bokong.
Dia benar-benar tidak tahu, kegentingan situasi di antara kami semua ketika dia black-out.
Cuek, dan tidak mau tahu.

Tapi... tetap harus disyukuri, si pasien akhirnya bangun, tidak mati seperti yang saya kira sebelumnya.
Karena bila dia mati, reputasi adik sepupu saya akan jatuh sebelum benar-benar jadi Dokter.
Belum lagi harus merogoh kocek lumayan dalam untuk mengganti 'wujud' si pasien dengan yang baru.
...
Brownie beberapa detik sebelum black-out (masih sempet pose kiyut)
gejala black-out Brownie
Brownie black-out
.................

Saya sudah bilang kan, kalau adik sepupu saya itu Dokter Hewan?

6 comments:

Ra-kun lari-laRIAN April 10, 2011 at 6:57 AM  

kalo pasiennya itu, ya jelaslah dia cuek-cuek aja sama kejadian black-out nya ... :D

l i t a April 10, 2011 at 9:52 AM  

hahahaha... iYa, Ra. Emang cuek banget tuh doggie...

Enno April 11, 2011 at 9:56 AM  

yaoloh, kirain bukan lagi nyeritain anjingnya!

hihihi... lucu lho tampang si brownie. sendu2 gimana gitu :)

l i t a April 11, 2011 at 3:09 PM  

@Mb Enno: ketipu yahhh? Hihihihi. emang mbak, tuh anjing lucu banget. Narsis lagi. Hobi ngaca. LOL.

Merliza April 11, 2011 at 4:15 PM  

ya ampun kirain... seekor manusia.. eehh... manusia biasa yg di omongin ternyata :(

l i t a April 11, 2011 at 9:30 PM  

@Merliza:hi hi hi... seorang anjing semaput...

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP