Kenangan: Meninggalkan Jakarta (1999)

>> Sunday, April 17, 2011

TAHUN 1999, saya adalah seorang gadis yang baru saja lulus SMU--SMU 62 Jakarta Timur tepatnya, dan sedang bingung-bingungnya memilih universitas, Sekolah Tinggi, Akademi atau apa pun yang sederajat untuk melanjutkan studi. 

Saya sempat berpikir untuk melanjutkan ke IKJ (Institut Kesenian Jakarta), mengambil jurusan seni tari, peran, atau apa pun, demi menyalurkan bakat seni yang ada di diri saya--anehnya kok saya gak kepikiran Satra Indonesia. Namun, ketika saya bicara pada Papa mengenai rencana itu, dia berkata kalau dengan berkuliah di sana, masa depan saya buram; tidak pasti, dan papa mengancam tidak akan membiayai kuliah saya kalau saya tetap ngotot kuliah di IKJ.
Saya pun mengalah. Menepis keinginan saya itu, dan kembali mencari-cari (dengan panik) universitas yang cocok dengan kemampuan dan hati saya, dan jujur saja... tidak ada satu pun. The point is I was lost!
Sempat memutuskan untuk jadi pramugari, tapi lagi-lagi papa saya mengatakan kalau tidak ada gunanya jadi orang yang tidak bertitel--Ir., Dr., SH, de el el, kalau mati tidak bisa diukir di batu nisan. (Sumpah, kalau saya yang sekarang yang ada di posisi saya di tahun itu, saya akan nekat; tidak peduli ).

Sampai akhirnya seorang paman merekomendasikan sebuah Sekolah Tinggi Pariwisata di Bali. Mengatakan kalau sekolah tersebut adalah sekolah pariwisata terbaik, yang mencetak calon orang-orang sukses di bidang perhotelan dengan gaji fantastis. 
Saya dan orang tua pun tertarik. Apalagi semua anak paman saya berkuliah di Sekolah itu, dan mereka semua sukses2. Jadi mulailah saya dan orang tua mencari informasi tentang sekolah itu.

Saya baru sadar beberapa tahun setelahnya, kalau mereka bukan sukses di perhotelan, melain di kapal pesiar. Itu pun tidak bisa dibilang sukses, karena di kapal pesiar mereka hanya waiter bukan seseorang yang memiliki posisi penting, dengan gaji yang kalau dihitung ke rupiah memang berjumlah fantastis.

Akhirnya setelah semuanya mantap, berangkatlah saya ke Bali bersama Mama untuk mengikuti tes tulis, serta menyerahkan berkas-berkas persyaratan masuk Sekolah Pariwisata tsb. Itu pun tidak bisa lama-lama, karena setelah tes tulis dan penyerahan berkas selesai, saya dan Mama harus segera kembali ke Jakarta, agar saya bisa mengikuti tes UMPTN yang dihelat beberapa hari setelahnya. 

Ternyata pengumuman lulus seleksi Sekolah Pariwisata datang lebih dulu daripada UMPTN. 
Takut tidak diterima di Universitas Negeri, saya pun memutuskan untuk menjawab panggilan Sekolah Pariwisata di Bali dengan restu papa dan mama. 

Bulan Agustus 1999, saya pun meninggalkan Jakarta, tanpa membayangkan sama sekali kalau hidup saya yang sesungguhnya dimulai hari itu.
gambar dari sini
(bersambung)











6 comments:

Ahmad Rajasyah April 17, 2011 at 2:54 AM  

hayaaaaah... kenapa pake bersambung?? *uring-uringan*

Hans Brownsound ツ April 17, 2011 at 7:52 AM  

lanjutkan.. lanjutkan..
hehe :)

Ra-kun lari-laRIAN April 17, 2011 at 9:42 AM  

wah, jauh juga ya nyari kampusnya. dari jakarta ke bali..

l i t a April 17, 2011 at 5:28 PM  

@Ahmad alias kancut: Sabar napeee--mendadak aku terserang kantuk, berubung mostingnya jam setengah 3 pagi; @Hans: pasti aku lanjutin. Keep reading, ya...; @Rakun: Ho'oh, salah set waktu itu.

Mr TM April 17, 2011 at 5:29 PM  

Ya, bersambung, ad seasonnya kyk SIMITIRON ajja...jiehehhee...


Lanjutkan, lebih cepet lebih bae...!!!

gloriaputri April 19, 2011 at 9:24 AM  

seperti kata hans...lanjutkan...hehehhee....wah2...kirain saya aja yg bernasib spt ini..tenyata ada temennya..hehehhehe

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP