Kenangan: First Love

>> Friday, April 8, 2011

PERTAMA KALI SAYA jatuh cinta--benar-benar jatuh cinta itu waktu saya duduk di kelas 2 SMP.
Cinta pertama? Ya. Itu cinta pertama saya.

Nama cowok itu Bi--sebut saja begitu, adalah cowok yang sebelum menyatakan perasaannya pada saya, tidak saya kenal sama sekali.
Satu tahun sebelum dia menyatakan perasaannya, dia benar-benar 'invisible'. Mata saya tidak pernah melihat dia, meskipun (ternyata) dia adalah salah satu cowok populer di sekolah. Apalagi kami beda kelas.

Jadi... ketika akhirnya dia 'nembak' saya awal kelas 2, saya kebingungan. Satu, bingung karena tidak kenal dia, yang kedua bingung dengan surat yang berisi pernyataan cintanya *tolong deh*, yang tidak mencantumkan nama pengirim, plus bahasanya acak kadut yang dia taruh di laci meja saya.
Kata-kata di suratnya kira-kira begini:


Kepada: Lita
Hei, Lita.
Aku suka sama kamu.
Lo mau gak jadi pacar gw?

Salam 
Setelah membaca, saya berpikir, kalau orang yang mengirim surat itu pasti nilai Bahasa Indonesianya pas-pasan daaaan tidak punya romantic sense--masa 'nembak' cewek gak ada mendayu-dayunya sama sekali *hehheh*, dan sepertinya dia juga tidak pernah tahu tata cara menulis surat, karena tidak merasa perlu untuk mencantumkan nama.
Karena aneh, surat itu saya anggap angin lalu--meskipun saya simpan juga (toh itu surat cinta pertama saya; membuktikan keeksisan saya di mata cowok-cowok saat itu *tuing!*), tidak saya pedulikan sama sekali. Tapi karena teman-teman saya heboh bertanya mengenai surat itu, akhirnya saya penasaran, but, tetap tidak berusaha cari tahu jati diri si pengirim itu. 

Sampai akhirnya pada hari Sabtu (saya ingat, karena waktu itu saya pakai seragam Pramuka), salah satu teman si Bi, mengatakan agar saya tidak langsung pulang pulang sekolah nanti--dalam artian, saya disuruh jalan pelan-pelan (konyol banget ya?) Saya oke-oke saja, karena saya berpikir temannya itu yang mau ngobrol sesuatu sama saya, bukannya si Bi. Dan ternyata... setelah menunggu beberapa menit, munculah dia; si pengirim surat, yang adalah Bi.

Hari itu saya dan Bi 'jadian'; tanggal 1 Juni 93.
Walaupun saya benar-benar tidak kenal dia sebelumnya, tidak tahu siapa dia sebenarnya, seperti apa dia sebenarnya, saya menerimanya sebagai pacar pertama saya. Ada sesuatu di wajahnya yang membuat saya  menjawab 'ya', ketika dia bertanya, "Lo mau jadi pacar gue?"

**

Sejak itu, bersama Bi, saya mengeksplor dunia remaja yang penuh warna. 
Ribuan perasaan yang tak pernah saya kenali sebelumnya muncul satu per satu karena Bi. Saya tahu apa artinya 'berbunga-bunga' yang biasa ditulis cerita roman, kapanpun tangannya menggenggam tangan saya. Saya merasakan kerinduan yang menyakitkan, ketika mata saya tidak melihatnya dalam satu hari. Saya merasa sedih yang membuncah setiap kali kami bertengkar, dan saya merasakan luapan cemburu saat melihat dia berduaan dengan cewek lain. Saya meledak, menguncup, gemetar, karena Bi.

Saya... menjadi perempuan yang benar-benar perempuan karena dia; ingin selalu kelihatan cantik, lembut, de el el, untuk membuat dia selalu memerhatikan saya.
Dan Bi... adalah orang pertama yang menyentuh bibir saya.

Hubungan yang dikategorikan 'cinta monyet' itu berlangsung hampir dua tahun--bukan waktu yang sebentar, dan tidak pernah saya anggap cinta monyet, karena saya benar-benar mencintai Bi, begitu pun dia.
Saya meyakini itu, karena ketika akhirnya kami putus--entah karena masalah apa, melanjutkan pendidikan ke SMU yang berbeda, meneruskan hidup kami dengan orang yang lain, dan akhirnya bertemu kembali beberapa tahun setelahnya, rasa itu tetap ada. 

Jantung saya tetap berdebar kencang begitu dia muncul di hadapan saya, dan tangannya tetap berusaha meraih tangan saya ketika kami duduk bersebelahan. 
Api itu tidak redup sedikit pun.

***

Selepas SMU, kami benar-benar terpisah; jarak dan waktu. Saya kuliah di Bali, dan Bi kembali ke Jakarta, setelah tiga tahun menghabiskan masa SMUnya di sebuah kota di Jawa Tengah. Saya atau pun dia tak lagi bertukar kabar. Sampai tahun 2000an, ketika saya kembali ke Jakarta dalam rangka liburan.

Saya tidak ingat awal mulanya kami bisa bertemu kembali. Yang pasti, kami bertemu, saling menelepon, berbincang seperti halnya teman lama, tersenyum, tertawa, kemudian... entah bagaimana, bibir kami bersentuhan lagi.
Peristiwa itu membuat kami berdua bahagia sekaligus sedih luar biasa, karena saat itu, kami telah memiliki pasangan serius (yang sekarang ini telah menjadi pasangan hidup kami masing-masing) yang kami cintai, dan tidak mungkin kami tinggalkan.
Api yang selalu menyala itu, harus kami redupkan untuk mereka.
Cinta pertama itu... harus berakhir. Saat itu. Dan memang berakhir.

Sekarang, Bi telah menikah dan memiliki dua anak.
Dia seperti yang telah saya perkirakan, menjadi seorang pria dewasa yang menyayangi keluarga. 
Saya tersenyum melihat foto-fotonya bersama istri dan anaknya yang terpampang di salah satu situs jejaring sosial, dan berharap dia selalu bahagia.

***

Rosemary Rogers First romance, first love, is something so special to all of us, both emotionally and physically, that it touches our lives and enriches them forever.

gambar dari sini

2 comments:

amalia khoirun nisa June 6, 2011 at 11:39 AM  

cinta pertama akan selalu dikenang mbak, cuit cuiwww :p

Anonymous,  July 21, 2011 at 12:50 PM  

selamanya cinta pertama itu tak kan pernah terhapuskan............. SP

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP