me-Nyepi-kan diri

>> Friday, March 4, 2011

NYEPI DATANG.
'Hari Sunyi' yang datang setahun sekali.
Saat Bali yang selalu 'hidup', akan 'mati' dalam sehari.
Saat semua acara di stasiun televisi tidak berkunjung ke televisi kami seperti hari biasa.
Bagi yang menjalankan semadi--benar2 bersemadi, tidak tidur atau main internet, suasana itu akan sangat mendukung untuk merenungi hidup yang telah dijalani; membaca buku-buku agama, dan bersembahyang pada Tuhan (Sang Hyang Widhi), memohon ampunan atas kesalahan2 yang telah dilakukan selama ini. 
Bagi yang capek bekerja, hari itu akan sangat pas dipergunakan untuk tidur seharian tanpa beban, setelah berhari-hari, berbulan-bulan, berkutat dengan pekerjaan yang menyerap tenaga dan pikiran, tidak punya waktu untuk beristirahat sepuasnya.
Bagi yang ingin bersantai bersama keluarga, Nyepi adalah hari yang menyenangkan untuk bercengkerama bersama orang tua, suami, istri, anak dan kerabat lain yang mungkin berada dalam satu rumah.

Yah, setidaknya saat Nyepi, selama 24 jam itu, tubuh dan pikiran benar-benar rileks. Seolah alam mendukung manusia untuk meluangkan sehari untuk beristirahat dari kehidupan yang melelahkan.
That's why I love Nyepi.
gambar dari sini
Saya berpuasa setiap Nyepi. Dan layaknya orang berpuasa, saya akan mulai puasa saya dengan mengisi perut sebagai bekal tenaga untuk menjalaninya--atau sahur seperti orang muslim bilang.
Selain itu saya juga melaksanakan Amati Geni (tidak menyalakan api; berarti gak boleh masak=gak boleh makan alias puasa), Amati Karya (tidak bekerja), dan Amati Lelungan (tidak bepergian). Sementara Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan), nah ini yang saya tidak bisa taati (hihi). 
Alih-alih semadi, seperti yang dianjurkan untuk menggantikan menonton televisi, mendengarkan radio  de el el, saya memanjakan diri saya dengan menonton DVD yang pasti saya borong dua atau sehari sebelum Nyepi Seharian... saya akan memelototi televisi menonton film-film kesukaan saya. Apalagi terhitung tahun lalu, seluruh stasiun televisi nasional absen satu harian, sehingga tidak akan ada apa-apa selain semut-semut merayap yang bisa dilihat di layar televisi. Jadi intensitas menonton film akan meningkat tahun ini.
Dasaaaarrrr...





Tapi saya selalu suka Nyepi. Saya senang dengan sunyinya Bali dalam sehari itu. Me-refresh diri; mengosongkan sampah2 yang tertimbun setahun kemarin. Membersihkan hati, dan menata ulang hidup ke depan dan memperbaiki semua 'kosleting' yang pernah saya lakukan; menjadi pribadi lebih baik dari sebelumnya.
Melepaskan apa yang memang perlu dilepaskan. Dan menyimpan apa yang memang harus disimpan.
Intinya... 'letting go' and begin a new life with better ways, better plans, better self, better thoughts... everythings that better than the old 'things'.
gambar dari sini
 just let it go... release it...

So... Selamat Nyepi untuk teman-teman yang merayakan. 
Dan untuk teman-teman yang tidak merayakan, semoga damainya Nyepi menular ke hatimu juga.

Selamat Hari Raya Nyepi 
Tahun Baru Saka 1933

~ l i t a ~


0 comments:

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP