"Berkencan" Semalam

>> Friday, February 18, 2011

Saya berkencan semalam.
Makan malam di tempat yang memang belum pernah saya datangi sebelumnya. Meninggalkan TeiGung, yang segera memberi ijin tanpa beban; membiarkannya bebas bermain game favorit online-nya yang selama ini menggusarkan saya: mafia war.
Saya pergi bersama seorang teman--teman yang sudah lama sekali tidak bersua, yang saking inginnya bertemu, sampai rela menjemput saya ke rumah, dan berjanji akan mengantarkan saya lagi kembali. So sweet.


Berdua, kami berboncengan ke salah satu Mall. Dan berdua, kami menyusuri jalan menuju tempat makan. Tak sekali pun tangannya melepas lengan saya--membuat saya tersanjung.
Dia bertanya dengan nada lembut, "Kamu mau makan apa?"
"Saya tidak tahu," jawab saya, sambil melihat ke arah stand makanan yang berjajar dari ujung-ke ujung di lantai 3 sebuah mall. Saya sungkan untuk memilih, karena dia yang mentraktir saya--jaim ceritanya.
"Aduh, jangan begitu, Lita. Kamu harus pilih. Malam ini spesial,"--Oh, no--"jadi kamu yang harus memilih," desaknya.

Jadi, saya membuang keseganan saya, memilih ikan goreng untuk makan malam saya, sedang dia memilih udang asam manis, plus ati ayam, plus mi goreng. Sepertinya kami makan besar semalam...
Sambil makan, kami bercerita tentang kehidupan kami setelah menikah--tanggal pernikahan kami pun sama; 28 Desember, hanya saja saya menikah tahun 2009, sedang dia tahun 2010; tentang hal-hal menyebalkan yang dilakukan pasangan kami masing-masing. Tentang hal2 menyenangkan yang ada pada diri pasangan kami--pokoknya semuanya.
Saya menangis, dia tertawa. Saya tertawa, dia cemberut. Kami berdua bengong, kemudian tergelak bersamaan. Sungguh mengherankan, betapa kami amat 'konek' setelah lama tidak bertemu.
Selesai makan, dia mengajak saya ke rumahnya. Pertama saya enggan, karena dia masih tinggal bersama mertuanya, apa yang akan dipikirkan mereka, kalau mendadak dia mengajak saya ke rumah, sementara 'cinta'nya sedang tidak berada di rumah?
Tapi dengan tegas dia berkata, "It's okay. Mertuaku baik. Aku bebas membawa teman ke rumah. Kita teman kan?"
Yah, kalau dia sudah bilang begitu, mau bagaimana lagi? Akhirnya saya menurut, dan ikut dia ke rumahnya yang lumayan luas itu.
Di sana saya bertemu dengan ibu mertuanya yang sangat ramah, dan beberapa anak kecil yang dia bilang adalah keponakannya. Dia kemudian, mengajak saya masuk ke kamarnya, untuk menunjukkan foto-foto pernikahannya Desember lalu; turut senang melihat kemewahan acara resepsinya yang tidak sempat saya datangi, karena terjebak macet total (saat itu menjelang akhir tahun). Dia terlihat menawan sekali di foto-foto itu.
Lalu mendadak itu terjadi. Hal yang membuat saya merasa bahagia sekaligus malu dan merasa bersalah. Dia... (Ya, Tuhan) dia memberi saya....




BAJU!
WARNA UNGU!
FAVORIT SAYA!

gambar dari sini
Horeee, dan sekaligus, "Oh, tidak, aku tidak memberinya apa-apa, sementara dia sudah nraktir makan, plus ngasi baju pula. Betapa hinanya diriku ini." 
Intinya: 
Saya berterimakasih pada Tuhan, karena telah mengirimkan kebaikannya pada saya, dalam wujud orang-orang yang saya sebut sebagai teman, yang meskipun tidak selalu bertemu; jarang berkomunikasi melalui apa pun juga dengan saya, namun selalu ada pada saat saya membutuhkannya. 
Tanpa diduga, mereka akan muncul, hanya untuk bertanya keadaan saya, menemui saya, menepuk pundak saya seolah berkata, "everything will be okay," atau memberikan senyuman menenangkan yang membuat saya merasa kalau saya tidak akan pernah benar-benar sendirian menghadapi masalah seberat apa pun. 


So, thanks to u, Nopi, 
for bring me a smile that made me feel secure when I didn't feel any.
Love u so much.
Nopi


~ l i t a ~

2 comments:

deeo June 6, 2011 at 8:00 AM  

mbak yang penting adalah kualitas pertemuannya kan?bukan kuantitas pertemuan itu sendiri kan?jadi inget sahabat2ku yang udah lama gak ketemu...

amalia khoirun nisa June 6, 2011 at 11:42 AM  

kirain laki2 toh mbaaaakkkk. *ngakak*

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP