Dan saya berseru, "KAMPREEEETTTT!"

>> Tuesday, February 22, 2011

KAMPRET!

Ups! Sori. I can't help it.
Saya luar biasa marah, sampai-sampai tidak bisa mengendalikan diri untuk tidak menyumpah, memaki, apalah namanya.
Keterlaluan. Sangat. Membuat saya ingin mencekik orang yang menyebabkan saya uring-uringan seharian ini.
Andaikan saya tahu siapa orang tolol gak tau diri itu, dan kebetulan tahu rumahnya, yang kebetulan juga mungkin berada di areal tempat saya tinggal, jujur, saya akan mendatanginya, dan berbuat anarkis--main hakim sendiri untuk meluapkan kekesalan saya. Tidak peduli!

Alasan kenapa saya jadi murka begini, sebenarnya klise. Bukan karena ada yang berusaha membunuh saya, mencuri benda berharga saya, atau apa pun yang mungkin sedang terlintas di benak siapa pun yang membaca postingan saya ini. Tapi tetap saja, menyebalkan; menjengkelkan, bagaimana orang itu bisa berbuat begitu pada saya. I'm not a celebrity, hey. I am not someone rich atau siapa pun yang lebih pantas--Oh, okay. Sebaiknya saya bilang dulu apa penyebabnya. Well, guys,...

Seseorang meretas fesbuk saya.

Tidak tahu siapa. Kenapa dan bagaimana. 
Tahu-tahu siang tadi, ketika di kantor, saya mendapat pop-out messenger, yang mengabarkan bahwa password fesbuk saya telah diganti; sementara saya tidak merasa menggantinya sama sekali. Bukan hanya password fesbuk, tapi juga password email yang selalu saya pakai untuk log in, juga sudah diganti oleh si hacker sialan itu.
Memang sih, saya seharusnya tidak perlu memusingkan hal tersebut--berhubung tidak ada foto 'PG-13' rate atau rahasia2 yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan diri saya mau pun negara, tapi tetap saja saya merasa kehilangan. Plus saya malas sekali kembali meng-add ulang teman-teman dan keluarga saya yang sudah saya kumpulkan sejak tahun 2008 itu. My God...
Yang lebih menyebalkan lagi, tuh hacker nekat ber-chitchat dengan salah satu teman saya, meminta alamat email, dengan alasan lupa alamat email teman saya itu.
Untungnya teman saya langsung tanggap, dan menghubungi saya untuk mengecek, apa benar saya yang baru saja chatting dengannya. 

Pada akhirnya--setelah dibantu oleh IT saya mencoba log in dengan password baru (dan tidak bisa)--saya harus merelakan akun fesbuk saya yang lama, membuat yang baru, dan "mengumpulkan" teman-teman dan keluarga saya lagi dari awal. Kembali meminta suami saya untuk 'menikahi' saya di fesbuk, dan berkeluarga lagi dengan sepupu-sepupu serta kerabat, dan menyapa teman2 saya lagi. Oh, malas sekali.

Saya benar-benar benci sama orang-orang seperti itu. 
Mentang-mentang berotak, menganggap remeh sesuatu yang bisa saja berharga bagi orang lain.
Jahat. Tidak bermoral. Bejat. Dan saya berseru, "KAMPRETTTT!"





Read more...

"Berkencan" Semalam

>> Friday, February 18, 2011

Saya berkencan semalam.
Makan malam di tempat yang memang belum pernah saya datangi sebelumnya. Meninggalkan TeiGung, yang segera memberi ijin tanpa beban; membiarkannya bebas bermain game favorit online-nya yang selama ini menggusarkan saya: mafia war.
Saya pergi bersama seorang teman--teman yang sudah lama sekali tidak bersua, yang saking inginnya bertemu, sampai rela menjemput saya ke rumah, dan berjanji akan mengantarkan saya lagi kembali. So sweet.


Berdua, kami berboncengan ke salah satu Mall. Dan berdua, kami menyusuri jalan menuju tempat makan. Tak sekali pun tangannya melepas lengan saya--membuat saya tersanjung.
Dia bertanya dengan nada lembut, "Kamu mau makan apa?"
"Saya tidak tahu," jawab saya, sambil melihat ke arah stand makanan yang berjajar dari ujung-ke ujung di lantai 3 sebuah mall. Saya sungkan untuk memilih, karena dia yang mentraktir saya--jaim ceritanya.
"Aduh, jangan begitu, Lita. Kamu harus pilih. Malam ini spesial,"--Oh, no--"jadi kamu yang harus memilih," desaknya.

Jadi, saya membuang keseganan saya, memilih ikan goreng untuk makan malam saya, sedang dia memilih udang asam manis, plus ati ayam, plus mi goreng. Sepertinya kami makan besar semalam...
Sambil makan, kami bercerita tentang kehidupan kami setelah menikah--tanggal pernikahan kami pun sama; 28 Desember, hanya saja saya menikah tahun 2009, sedang dia tahun 2010; tentang hal-hal menyebalkan yang dilakukan pasangan kami masing-masing. Tentang hal2 menyenangkan yang ada pada diri pasangan kami--pokoknya semuanya.
Saya menangis, dia tertawa. Saya tertawa, dia cemberut. Kami berdua bengong, kemudian tergelak bersamaan. Sungguh mengherankan, betapa kami amat 'konek' setelah lama tidak bertemu.
Selesai makan, dia mengajak saya ke rumahnya. Pertama saya enggan, karena dia masih tinggal bersama mertuanya, apa yang akan dipikirkan mereka, kalau mendadak dia mengajak saya ke rumah, sementara 'cinta'nya sedang tidak berada di rumah?
Tapi dengan tegas dia berkata, "It's okay. Mertuaku baik. Aku bebas membawa teman ke rumah. Kita teman kan?"
Yah, kalau dia sudah bilang begitu, mau bagaimana lagi? Akhirnya saya menurut, dan ikut dia ke rumahnya yang lumayan luas itu.
Di sana saya bertemu dengan ibu mertuanya yang sangat ramah, dan beberapa anak kecil yang dia bilang adalah keponakannya. Dia kemudian, mengajak saya masuk ke kamarnya, untuk menunjukkan foto-foto pernikahannya Desember lalu; turut senang melihat kemewahan acara resepsinya yang tidak sempat saya datangi, karena terjebak macet total (saat itu menjelang akhir tahun). Dia terlihat menawan sekali di foto-foto itu.
Lalu mendadak itu terjadi. Hal yang membuat saya merasa bahagia sekaligus malu dan merasa bersalah. Dia... (Ya, Tuhan) dia memberi saya....




BAJU!
WARNA UNGU!
FAVORIT SAYA!

gambar dari sini
Horeee, dan sekaligus, "Oh, tidak, aku tidak memberinya apa-apa, sementara dia sudah nraktir makan, plus ngasi baju pula. Betapa hinanya diriku ini." 
Intinya: 
Saya berterimakasih pada Tuhan, karena telah mengirimkan kebaikannya pada saya, dalam wujud orang-orang yang saya sebut sebagai teman, yang meskipun tidak selalu bertemu; jarang berkomunikasi melalui apa pun juga dengan saya, namun selalu ada pada saat saya membutuhkannya. 
Tanpa diduga, mereka akan muncul, hanya untuk bertanya keadaan saya, menemui saya, menepuk pundak saya seolah berkata, "everything will be okay," atau memberikan senyuman menenangkan yang membuat saya merasa kalau saya tidak akan pernah benar-benar sendirian menghadapi masalah seberat apa pun. 


So, thanks to u, Nopi, 
for bring me a smile that made me feel secure when I didn't feel any.
Love u so much.
Nopi


~ l i t a ~

Read more...

Damai... Seperti ini...

>> Wednesday, February 16, 2011

Suasana ruangan tempat saya bekerja begitu tenang dan nyaman beberapa hari belakangan ini, membuat saya lebih fokus dalam pekerjaan, dan merasa percaya diri dalam bekerja.
Saya tidak tahu dengan teman-teman yang lain, tapi situasi kantor ini terasa lebih kondusif daripada sebelumnya. Warga baru ruangan ini, panggil saja si FC, adalah orang yang bisa dibilang kalem saat bekerja; cenderung terkonsentrasi pada pekerjaan. Tidak ambil pusing pada yang lain. Kediamannya membuat teman-teman segan, dan keingintahuannya membuat mereka bersemangat membantu FC ini, terutama karena sikapnya sopan kala bertanya.

Sirkulasi pekerjaan pun lancar, karena si FC ini bekerja dengan cepat dan teliti; kesalahan sekecil apa pun pasti dia temukan, dan dengan cepat di informasikan pada orang yang bersangkutan. Semua berputar dengan cepat. Apa yang memang diperlukan selesai hari ini, benar-benar selesai hari ini, tanpa ditunda-tunda atau ditumpuk-tumpuk. Waktu luang untuk mengerjakan pekerjaan lain jadi lebih banyak, dan terbebas dari pikiran negatif akan sesuatu hal yang tidak perlu dipikirkan.
Pikiran saya pribadi jadi benar-benar jernih, tidak kalut seperti dulu. Mata saya sekarang melihat dengan sebagaimana mestinya. Tak lagi buram. Otak saya jadi lebih teratur dan cara kerja lebih ter-organize. Jantung tidak lagi mendekati gejala jantung koroner; berdenyut-denyut saking cemasnya.
Jujur... saya tidak merasakan itu lagi.
Saya... merasa damai... seperti ini.

Read more...

Pria-pria ini...

>> Monday, February 14, 2011

Well, rehat dari keseriusan sejenak, mumpung besok hari Valentine--sepertinya tidak ada koneksinya sama sekali, deh. Dan untuk itu saya mau memosting sesuatu yang sedikit menghibur buat diri saya, dan mungkin juga sahabat blogger saya, khususnya yang perempuan, karena kali ini saya akan memperkenalkan pria-pria favorit saya di tahun 2011 ini.
Beberapa tentu saja masih tampang lama yang ada di daftar imajinari saya, dan beberapa lagi, baru saja ditambahkan. Alasan saya menyukai mereka..., sebenarnya tidak ada yang khusus-khusus banget, karena lebih ke mata terus turun ke hati (namanya juga perempuan...)
Jadi, tanpa banyak kata-kata, here they are. Cekidot!
.....................................................................

Shah Rukh Khan
The King Khan
Dijuluki Kaisar oleh penggemarnya di industri perfilman 
Bollywood, pengaruh Shah Rukh Khan atas
kemajuan film-film India di seluruh dunia 
memang sangat besar. Sejak filmnya, Kuch-kuch Hota Hai 
yang booming di seluruh dunia, SRK jadi lebih
populer dan semakin hebat karir aktingnya.
Filmnya yang paling saya suka adalah Kabhi
Alvida Na Kehna, bareng Rani Mukerji.
SRK dan Rani di film Kabhi Alvida Na Kehna
 Josh Duhamel
My new guy, Mr. Josh Duhamel
Saya baru ngeh sama Josh setelah nonton Life As We Know It,
meskipun sebelumnya dia sudah tampil di Transformers, 
dan beberapa film lain. Tapi, sepertinya perannya yang benar-benar
oke ya, di LAWKI itu. Kenapa saya bisa suka sama dia? 
Well, pastinya karena dia cute, dan... aktingnya 
bagus sekali di LAWKI. Dia klop dengan Katherine Heigl, 
sampai2 saya berharap Josh dan Kat jadian (hehe).
Sayangnya itu tidak akan bisa, karena selain Kat sudah menikah,
Josh pun telah menikahi Fergie (The Black Eyed Peas) 
tahun 2009 lalu--Gosh! But still, I like him.

Channing Tatum
Oh my God...
Karir Channing sudah terlihat akan sangat bagus
sejak dia bermain di film Step Up bersama Jenna Dewan 
(sekarang sudah jadi istrinya). Karena sejak 
film itu, banyak tawaran yang mampir ke cowok ini; bukan
film ece pula, contohnya: GI Joe,
Fighting, dan yang paling saya suka Dear John yang romantis
banget.
Channing dan Amanda Seyfried, pasangannya di film Dear John

Chris Pine
naughty face of him... ehm
Tampang lama yang akan selalu ada di daftar saya adalah Chris Pine.
Cowok manis dengan tampang bengal ini, sudah menjadi 
favorit saya sejak filmnya Just My Luck, bareng Lindsay Lohan.
Tidak banyak berita tentang Chris, selain film-filmnya, yang selalu
mencuri hati dan perhatian, seperti Princess Diaries 2, Startrek, dan
yang terakhir Unstoppable, dimana dia berperan bersama Denzel 
Washington.
Adegan di film Princess Diaries bersama Anne Hathaway

Mark Ruffalo
Dia punya wajah tampan yang unik
Saya mengenal Mark di film 13 Going On 30, dimana
dia beradu akting dengan Jennifer Garner.
Sejak itu saya selalu nonton film si Bapak ini--yang paling
baru The Kids Are Alright, yang masuk
nominasi Golden Globe 2011.
Meskipun begitu filmnya yang paling saya suka tetep
 13 Going On 30.

................................................................................
Oke... Segitu dulu deh daftarnya. Nanti disambung lagi.
Karena banyak sekali, dan sepertinya gak akan muat di satu postingan.
Yang penting saya sudah kenalkan satu per satu secara singkat beberapa di antaranya.
Ternyata rasanya menyenangkan.

So... Bye, dulu. Lanjut lagi nanti, kalau saya sedang mood.
Bubye.

Read more...

Life As We Know It

>> Saturday, February 12, 2011


Ceritanya:
 
Meet Messer (Josh Duhamel) and Holly (Katherine Heigl)
Keduanya bertemu pertama kali di kencan buta yang diatur 
oleh dua sahabat baik mereka Peter dan Allison yang tengah berpacaran
Kencan buta itu seratus persen gagal karena perdebatan konyol 
yang disebabkan oleh tingkah Messer yang membuat Holly sebal.

Holly sedang memukul Messer saat foto bersama di pernikahan Peter dan Allison
Sejak itu mereka berdua menjadi musuh bebuyutan; seperti 
kucing dan tikus
Holly dan Messer berkenalan dengan Sophie yang baru saja lahir
Bagi Peter dan Allison, Messer dan Holly lebih dari sahabat. 
Keduanya adalah bagian dari keluarga mereka, 
karenanya Peter dan Allison menunjuk keduanya sebagai wali dari
putri pertama mereka, Sophie
Holly dan Messer berfoto bersama Sophie di pesta ulang tahun Sophie yang ke-1
 Musibah yang tak disangka-sangka mendadak terjadi.
Peter dan Allison meninggal karena kecelakaan mobil;
membuat Sophie yang masih bayi menjadi yatim piatu.
Dan hak asuhnya dilimpahkan pada Holly dan Messer, yang sangat shock
menerima tanggung jawab besar tersebut.
Messer dan Holly kaget setelah mendengar hak asuh mereka diserahkan pada mereka berdua
Tampang tegang Holly dan Messer saat menghadiri sidang hak asuh Sophie
Baik Holly atau Messer belum siap sepenuhnya untuk 
membesarkan seorang anak, terlebih lagi mereka berdua
tidak menyukai satu sama lain, dan harus tinggal dalam 1 rumah;
satu2nya peninggalan Peter dan Allison untuk Sophie.

Hidup keduanya berubah 180 derajat
Mereka harus begadang semalaman untuk menenangkan
Sophie yang terus-terusan menangis
Mereka harus berjuang memberi makan Sophie yang rewel
Messer yang harus mengalah pada Sophie untuk menonton acara TV kesukaannya: The Wiggle
Mereka harus mengorbankan waktu, kesenangan, dan egoisme 
mereka demi Sophie
Holly dan Messer berebut menulis jadwal masing2 ke papan jadwal
 Messer dan Holly berusaha yang terbaik untuk mengasuh Sophie.
Sampai akhirnya, waktu berlalu, dan mereka terbiasa
dengan hidup baru mereka bersama Sophie.
Kesukacitaan Messer dan Holly saat melihat Sophie pertama kali berjalan
Tak disangka perasaan sebal yang dulu ada di diri
Holly maupun Messer berganti dengan perasaan lain

Perasaan saling menghormati dan menghargai satu sama lain
sebagai dua orang dewasa yang membesarkan
seorang anak bersama-sama
dan juga...
C i n t a
.................................................................................................................
Film ini... manis sekali. Khas film Katherine Heigl.
Ditambah Josh Duhamel, mereka membuat semua adegan seperti
permen kapas yang tak puas dinikmati berapa kali pun.
Beautiful in its way... and I love it.


by. Lita










Read more...

What d'hell am I doing here? I don't belong here!

>> Thursday, February 10, 2011

Muncul lagi... rasa itu.
Marah.
Cemburu.
Sakit hati.
Lelah.
Putus asa.
.................................................

Saya marah pada semua orang, semua benda, semua hal yang bisa menimbulkan kemarahan dan rasa muram di diri saya selama satu minggu terakhir ini. Saya marah pada TeiGung, atas sikapnya yang menurut saya sungguh menyepelekan. Tapi sebenarnya akar permasalahannya bukan itu; Teigung hanya pelampiasan atas ketidaksenangan saya pulang ke bangunan yang selama satu tahun ini saya sebut sebagai rumah.
Bisa dibilang... saya terkena 'house-blues'. Saya ketakutan berada di dalam rumah itu.


Rumah itu dan segala isinya begitu membingungkan; bising, tak teratur, membuat saya tidak tenang. Selama satu tahun, saya tidak bisa menyesuaikan diri sama sekali di dalam rumah itu, dan juga dengan para penghuninya, baik dengan suami saya, maupun mertua dan ipar saya. Saya tidak tahu bagaimana perasaan mereka sebenarnya pada saya.

Yang pasti, saya tidak merasa menjadi bagian dalam rumah itu; saya masih merasa menjadi orang luar. 
Suami saya pun tidak bersikap sebagai suami yang saya harapkan. Dia tidak punya rencana masa depan yang pasti--semuanya buram. Komitmen berumah tangga yang dia punya bukan dengan saya, melainkan dengan keluarganya. Saya hanya seorang yang melengkapi statusnya saja. Status kalau dia tidak lagi lajang.

Rumah tangga saya sekarang ini tidak lebih dari rumah tangga main-main. Tinggal di satu atap, tapi saya kemana, Teigung kemana. Tidur di satu tempat tidur, tapi pikiran tidak pernah satu. Pulang kerja, tak pernah sekali pun saya membahas hari saya dengan dia, karena dia lebih memilih berkumpul bersama adik dan teman-teman adiknya daripada ngobrol bersama saya. 
Dia lebih senang membicarakan banyak hal dengan orang lain daripada saya. Membuat saya berpikir, siapa sebenarnya saya di matanya?
Saya... kesepian.

Sehatkah rumah tangga seperti ini? Menurut saya tidak. Setiap pagi, dan terbangun dari tidur, saya menangis--entah kenapa. Saat pulang kerja pun begitu, saya lebih sering cemas dan malasnya daripada suka citanya. Lebih betah berada di kantor daripada di rumah.
Saya malas melihat wajah-wajah merengut yang membebani pikiran lelah saya. Saya capek!

Buzz off, you, Moron!






Read more...
Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP