Morning Explotion

>> Saturday, January 29, 2011

Segala informasi sebaiknya dicerna terlebih dulu
Dipikirkan bagaimana cara penyampaiannya dengan baik
Bukan langsung dicetus lewat mulut atau apa pun itu dengan nada arogan
...................................................

Alkisah seseorang yang memiliki keinginan untuk menjadikan dirinya seorang yang amat dapat diandalkan di mata orang lain--keinginan yang baik menurut saya dan juga baik di mata Tuhan, tentunya. Dan pada akhirnya dia mampu mendapatkan predikat itu dengan bermodal upaya dan kemauannya belajar, orang-orang pun mendengarkannya. Meminta saran padanya, dan berkeluh kesah atas masalah yang sedang dialaminya pada si seseorang ini.
Namun lama kelamaan, karena kepercayaan orang banyak yang begitu besar padanya, dia menjadi tinggi hati, dan melupakan sesuatu paling penting yang dimiliki oleh seorang manusia dewasa, yaitu kebijaksanaan. Menganggap dirinya 'penuh' dari orang lain karena pengetahuan dan cara bicaranya yang meyakinkan, seseorang ini menjelma menjadi seseorang yang sombong. Tidak boleh didebat. Tidak boleh dikalahkan. Tidak boleh disinggung oleh sesuatu hal pun. Ingin selalu jadi pahlawan. Lupa akan pribahasa, "semakin berisi padi, semakin merunduk".

Sesuatu yang merugikan pun terjadi tanpa dia sadari. Karena tindakan kompulsifnya akibat ketersinggungan personal, dia membuat orang-orang yang percaya padanya akan terpuruk ke jurang yang digalinya sendiri. Lebih mementingkan egonya daripada hati nuraninya, dan bodohnya, rencananya itu dia tuangkan di situs jejaring sosial, yang dapat dilihat orang banyak, menyebabkan hilangnya rasa simpati dari orang-orang yang telah menanamkan respek atas dirinya--termasuk saya.
.........................................................

Berpikir dan bertindak dengan tenang, tidak ada ruginya, kok

Saya memang seperti anak kecil, baik cara saya bersikap dan berbicara. Namun, untuk menyikapi hal-hal yang membuat telinga merah dan hati panas, tampaknya saya lebih dewasa daripada orang tersebut.
Bukan karena saya takut, melainkan karena saya tidak ingin membenci orang lain, mendendam dan lain-lain, dan yang terutama tak ingin cari musuh.
Kalau masih bisa diatasi dengan baik dan kepala dingin, kenapa harus menempuh jalan yang mengakibatkan permusuhan dan konflik pribadi yang akhirnya malah merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sungguh konyol.

~ Lita ~

Read more...

Mimpi Yang Entah Kapan Terwujud

>> Thursday, January 27, 2011

Memiliki mimpi untuk melakukan sesuatu
dan dapat mewujudkan mimpi tersebut
Mempunyai bakat untuk melakukannya,
namun tidak memiliki nyali untuk mewujudkannya
..............................................................

Saya ingin menari ala Bollywood dance dengan banyak penari pendukung menari di belakang saya. Dan untuk mewujudkannya, tahun 2007 lalu saya mendaftarkan diri untuk mempelajari tarian klasik India, Bharatanatyam di Indian Cultural Center (ICC) di Denpasar.
Saya mempelajari hand-gesturenya; Patakas, tripitakas, Chandrakala, de el el, serta gerak entak kakinya yang lumayan membuat urat-urat saling silang selama beberapa hari. Saya memakai pakaian nasionalnya yang berupa baju sebatas dada (woo, seksi, bo!) dan rok gopi atau rok lebarnya, dan bertemu dengan para penari asli India yang datang langsung ke Bali untuk berpartisipasi di Pesta Kesenian Bali tahun itu.
Menyenangkan. Dan saya menikmati waktu-waktu saya mengabdikan diri saya pada tarian yang semarak itu.
Namun... ternyata semangat belajar saya tidak diimbangi dengan nyali saya. Saya malu, dan merasa tidak percaya diri untuk membuat mimpi saya terealisasi. Ingin memulai... tapi bingung harus darimana saya memulai. Akhirnya... saya pun berhenti mempelajari Bharatanatyam, dan kembali ke rutinitas biasa, tanpa memikirkan untuk kembali ke ICC lagi.

Guru saya menyayangkan keputusan saya tersebut, tentunya. Dia bilang, "You do have talent. You can dance. You understand the beat. You've already learn Balinese dance for so long, it's time to increase your capability. Don't stop now."
Tapi saya hanya bisa tersenyum, tanpa berkata-kata.
Beberapa kali dia menelepon saya, agar saya datang ke kelasnya lagi, namun saya hanya berkata, "I'll be there if I have time to be there." Dan akhirnya dia menyerah, dan tak lagi menghubungi saya.

Kurang lebih 2 tahun berlalu, dan saya sudah tak lagi berniat mewujudkan mimpi, mendadak muncul Program baru di televisi bernama "Indonesia Mencari Bakat" yang mencari bakat-bakat unik yang dimiliki orang-orang seIndonesia. Program tersebut nampaknya menerima segala jenis kemampuan menghibur seperti tari, nyanyi, musik, akting, bahkan yang sekarang, Sulap. Dan mata saya yang tertutup, membuka--sedikit.
Mata saya semakin terbuka ketika salah satu finalis yang menyebut diri: I Am Dancer lolos audisi.
Di audisi pertama dia menampilkan cuplikan tari India dari film Aaja Nachle, dan mendapat sambutan meriah baik dari Juri maupun penonton.  Dia juga bilang, kalau baru saat itu dia berani menari di depan orang banyak--mengikuti kontes atau pertunjukkan seperti itu, karena sebelumnya dia tidak punya nyali untuk mempertunjukkan kemampuannya sama sekali di depan publik.
Kata-katanya membuat saya teringat diri saya. Benar-benar mengingatkan pada diri saya. Karena itulah yang terjadi pada saya sekarang ini; tidak punya nyali, dan saya tak tahu kapan saya punya kekuatan untuk bisa mewujudkannya, meskipun harus menerima resiko di 'boo' oleh orang. Dan sampai sekarang, saat saya mengetikkan huruf demi huruf ke blog ini, saya masih tak kuasa untuk berusaha mewujudkan mimpi itu.

Jadi di sinilah saya sekarang, membiarkan semua bakat seni yang saya punya terbuang percuma. Miris memang... tapi... apa yang harus saya lakukan?
Bisakah memberi saran?


Ingin menari semegah Aishwarya Rai


Ingin menari secantik Rani Mukerji

Read more...

Untungnya Hari Sabtu

>> Saturday, January 22, 2011

Undang-undang Kantor Ala Lita No. 1 tahun 2011 Tentang Bos
Pasal 1
1) Bos Selalu Benar
2) Bos Tidak Pernah Salah
3) Kalau Bos Salah Lihat Ayat 1

Pasal 2
1) Karyawan dilarang mengganggu Bos dengan urusan pekerjaan pada hari Sabtu atau saat Bos sedang ada masalah
2) Karyawan harus siap menerima segala konsekwensinya kalau tetap nekat mengganggu Bos, seperti yang telah disebutkan pada ayat  1, berupa diteriakin, diomelin, dicemberutin.

............................................

what the... ?



Read more...

Aku Marah Dengan Elegan

>> Friday, January 21, 2011

Amarah di pagi hari
Tak baik untuk suasana hati
Menjelang tengah hari
Kepala sakit tak terperi
....................................


Tahan emosi di pagi hari.
Jangan sampai hari menjadi kelabu, karena kita memulainya dengan kemarahan.
Itu yang saya coba hilangkan dari diri saya sejak pagi tadi, karena tidak ingin dirundung kegalauan seharian.
Saya tinggalkan rasa itu di luar gedung kantor, dan menggantinya dengan rasa lain yang bertebaran di dalam.
Saya tidak mau pekerjaan saya kacau balau hanya karena mood saya sedang tak baik.
Hasilnya, kendati tidak bisa dibilang baik-baik amat, hari ini lumayan menyenangkan untuk saya.
Walaupun, jam pertama tadi sempat bersitegang kecil dengan si Manajer Restoran. Sempat merasa tersinggung dengan lelucon (yang sama sekali tidak saya anggap lelucon) si Chef Chinese, dan harus menutup keras telepon, karena sebal mendengar suara sengau salah satu Resepsionis sok ngebos di depan, dan bete melihat salah satu rekan saya tidak disiplin dalam peraturan makan di kantin.
Semua itu terlewati, dan suasana pun berubah ceria begitu teman saya, Lufke datang mengunjungi saya ke kantor. Saya tarik dia ke kantor, saya kenalkan dengan teman-teman seruangan saya, dan pembicaraan berjalan dengan sangat baik. Bisa dibilang Lufke membawa energi positif untuk kami semua.
Dia... memang selalu begitu.

Yah, setidaknya... hari ini saya akhiri dengan senyum.
Tidak terkontaminasi dengan kisah sedih di pagi hari.

~ Lita ~

Read more...

Kami Akan Ke Sana


Cinta perlu kenyamanan
Bercinta perlu ketenangan
Mencintai perlu kepercayaan
Dan kesanalah kita akan pergi
..............................................

"Cuti dua hari," itu pintanya pada saya beberapa hari lalu. "Kita akan pergi ke suatu tempat."
Kalimat yang terlontar dari bibir Tei Gung tak dapat saya percaya. Setelah satu tahun kami menikah, baru sekarang dia meminta saya untuk meluangkan waktu berdua saja bersamanya.
Benar-benar berdua, dan saya... senang.
Nanti kami akan ke sana--ke tempat itu, menikmati kesendirian kami dengan tenang, tanpa seorang pun mengganggu. Tidak memedulikan hal lain selain diri kami masing-masing. Hanya kami berdua. Saya dan dia. Lita dan Tei Gung.

Jadi, kami akan ke sana. Ke tempat itu. Di puncak bukit hijau yang sejuk, dengan danau berair perak menghampar. Kami akan bicara, bermain, bercengkerama. Kami akan melupakan kecemasan dan dunia nyata untuk sejenak. Hanya sejenak.

Read more...

just stay strong

>> Wednesday, January 19, 2011

be patient and tough
someday this pain will be useful to you
.......................................................

Saya duduk sambil merenung. Kepala saya tertoleh ke arah kanan, ke sebuah ruangan yang disekat khusus untuk si empunya.
Saya berpikir, apa dia benar-benar telah kembali seperti semula? Tidak menyisakan kebencian, dendam atau apa pun itu yang pernah diendapnya untuk saya.
Saya mengingat-ingat lagi awal saya berada di sini. Saya kembali mengingat lagi, waktu-waktu setelahnya. Dan saya mengingat lagi waktu-waktu setelah awal dan setelahnya itu. Saat rasa percaya telah hilang dari diri kami berdua, menimbulkan prasangka dan (mungkin) ketidaksukaan yang luar biasa di dirinya dan juga diri saya.
Hal tersebut berlangsung cukup lama menurut saya, jadi tentunya wajar bila saya ragu akan sikapnya yang berubah luar biasa drastis hari belakangan ini.
Secara pribadi tentunya saya amat senang, karena tidak lagi cemas akan menerima kata-kata yang dapat merusak mood saya setiap harinya, namun secara pribadi pula, saya masih sangat bertanya-tanya, tuluskah perubahan itu? Atau hanya sekadar... yah, cuma dia dan Tuhan yang tahu. 
Yang pasti sekarang ini saya berterimakasih karena doa saya dikabulkan, dan saya akan terus berusaha menikmati hari-hari yang saya jalani senyaman mungkin, tanpa pikiran-pikiran negatif mengitari saya.
Seorang teman berkata, "Sabarlah, dan kuat menghadapinya, lambat laun semuanya akan berjalan baik dan masalah yang menderamu sekarang akan terselesaikan tanpa disadari."
Dan dia benar, saya merasa baik-baik saja sekarang. Saya menikmati segala kepahitan dengan ikhlas, dan menjadikannya sesuatu yang berguna untuk diri saya sendiri.
Saya berterimakasih padanya tentu saja, yang telah membuat diri saya lebih dewasa dari sebelumnya.
Tanpa kehadirannya, pastinya lembaran kisah yang tertulis dalam hidup saya ini tak akan lengkap.
Dia adalah salah satu memori yang harus saya ingat sepanjang hidup saya, untuk menjadi bahan pembelajaran dan sesuatu untuk diceritakan kembali pada orang lain.
So, thanks to u...

~lita~

I will be strong

Read more...

film ter-weird (menurut saya) yang pernah saya tonton

>> Sunday, January 16, 2011

Baru sekitar 1 minggu lalu, saya ngutak-atik laptop Capung, yang emang rajin banget donlod film gratis dari salah satu situs. Dan saya nemuin beberapa film yang salah satu judulnya adalah The Dreamers (2003).

Film ini yang akan saya bahas di postingan saya kali ini.


quote:
 I don't believe in God, 
but if I did, he would be a black, left-handed guitarist. 
~Matthew's line~
..................................................................

Ceritanya:

Paris, musim semi tahun 1968. Sementara kebanyakan anak kuliahan lain, berlomba-lomba berpartisipasi dalam revolusi dengan mengadakan demontrasi, dua saudara kembar berbeda jenis, Isabelle dan Theo, lebih menikmati waktunya di dalam rumah besar mereka di kota Paris. 

Theo (Louis Garrel) & Isabelle (Eva Green)

Mereka tanpa sengaja bertemu dengan Matthew, seorang mahasiswa asal California, yang sederhana, konservatif, dan amat polos, dan dengan segera mengajaknya tinggal di rumah mereka, bertepatan saat orang tua Theo dan Isabelle bepergian selama sebulan penuh. 

Matthew (Michael Pitt)
Mereka bertiga pun larut dalam kesenangan masa muda. Melakukan hal-hal gila yang terinspirasi oleh film-film lama yang memang menjadi favorit ketiganya. Melakukan permainan; menebak judul film yang ditunjukkan dengan gerak tubuh, atau kostum yang dilakukan oleh salah satu dari mereka, dan memberikan hukuman sesukanya pada orang yang tak dapat menebak film tersebut.


Permainan itu juga yang akhirnya membuat Matthew dan Isabelle saling jatuh cinta, akibat hukuman yang diberikan Theo pada keduanya, karena tidak dapat menebak judul film yang dimaksudnya


Namun, ternyata cinta Isabelle tidak hanya untuk Matthew, melainkan juga pada saudara kembarnya, Theo, yang ternyata juga merasakan hal yang sama dengan Isabelle. Dia merasa cemburu pada Matthew begitu juga Isabelle yang juga merasa cemburu ketika Theo membawa teman perempuannya ke rumah mereka.


 Pada akhirnya hubungan tak lazim pun terjadi di antara mereka bertiga. Isabelle yang sangat mencintai Matthew dan Theo, tidak bisa memilih satu di antara keduanya.

 

Selama beberapa waktu hubungan tersebut sepertinya berhasil dijalani, namun sebuah demonstrasi akhirnya memisahkan Matthew dan kedua saudara kembar tersebut yang ternyata tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Akhir film ini yang rada aneh sebenernya. gak diceritain sama sekali bagaimana nasib Theo dan Isabelle karena demonstrasi itu. Meskipun begitu, film ini, meskipun weird cukup menarik untuk ditonton. Memang banyak adegan nude-nya, dan beberapa scene erotis, but... film ini... termasuk salah satu film  berbobot yang pernah saya tonton, baik dari sutradara, para pemerannya, dan juga ceritanya.

Jadi... bagi yang tertarik, silakan hunting deh filmnya. 
Moga-moga aja masih dapet diakses di DVD store ato donlod di internet.

~Lita~

Read more...

Postingan asal yang dibuat biar kelihatan kalo yang punya terus update blog

>> Wednesday, January 12, 2011

Sebenernya saya gak tau harus menulis apa lagi di blog saya yang sepertinya udah banyak banget sarang laba-labanya ini, saking si empunya blog rada-rada stuck pikirannya belakangan ini. Tapi, berubung sempet baca di Bali Post kemarin tentang OCD--Obsessive Compulsive Disorder, jadi sepertinya... itu yang akan saya bahas di postingan dadakan saya ini.

So, let' start
............................................

OCD adalah singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder (Obsesif Kompulsif)
Semacam gangguan kecemasan, dimana penderitanya memiliki pikiran dan ketakutan yang gak masuk akal,

babi bawa pedang? mustahil banget.
dan akhirnya membuat penderita OCD tersebut melakukan sesuatu dengan berulang-ulang untuk meredakan kecemasannya.

Sebenernya sih, orang dengan OCD itu tau pasti kalo apa yang ada di pikirannya tuh sinting dan cenderung mustahil, dan dengan sadar mencoba untuk gak ngegubris pikiran2 itu, serta berusaha untuk gak ngelakuin tindakan2 obsesif tersebut. Sayangnya, semakin dia nyoba untuk mencegah dirinya untuk gak worry atau berusaha mencegah untuk ngelakuin tindakan aneh, dia jadi merasa dua kali lipat lebih tertekan dan lebih tegang daripada sebelumnya. Dan pada akhirnya malah berujung dengan si penderita melakukan tindakan lebih konyol lagi dalam upayanya untuk meringankan kecemasan, keresahan, kegelisahan yang dideranya.

Obsesif-kompulsif sering kali punya obsesi aneh seperti takut terkontaminasi oleh kuman. Jadi untuk menghindari ketakutan akan terkontaminasi bakteri tertentu, dia terus-terusan cuci tangan sampai sakit dan pecah-pecah--bagi orang2 normal, tentunya hal ini konyol banget, kan? Meskipun si penderita udah berusaha keras, pikiran obsesif-kompulsif itu terus datang kembali. Hingga akhirnya obsesi tersebut mengendalikan pikiran yang mengarah pada perilaku perilaku ritualistik.



Penyebab obsesif-kompulsif tidak sepenuhnya dipahami. Teori utama tentang penyebab ini menyatakan bahwa OCD berkaitan dengan idiologi, lingkungan, serotonin, dan radang tenggorokan.

Gejalanya:
* Takut kontaminasi atau kotoran (saya takut sama tinja--termasuk obsesif-kompulsif-kah)
* Impuls agresif atau mengerikan (siapa juga yang gak takut sama setan serem? Galak lagi.)
* Obsesi pada gambar sensual (walah, semua manusia di dunia pasti membelalak aja ngeliat gambar sensual)

Perawatan
OCD sulit untuk disembuhkan dan mungkin belum ditemukan obat penawar. Penderita membutuhkan pengobatan untuk sisa hidup mereka. Pengobatan OCD dapat membantu penderita mengendalikan gejala sehingga mereka tidak memerintah kehidupan sehari-hari penderita. Dua perawatan utama untuk OCD antara lain psikoterapi dan obat. 

Sumber: medlineplus dan mayoclinic.

................

Jadi, setelah ngebaca tentang si OCD ini, saya jadi punya praduga tersendiri pada diri saya--dan saya yakin bukan cuman saya aja, yang punya praduga mirip begini, melainkan banyak orang yang mungkin merasa kalau dirinya... kayanya... mengidap OCD, deh.

Saya sih gak pernah ngulang cuci tangan sampe ratusan kali karena cemas, tapi berulang2 ngecek itungan gaji karyawan sih sering (itu pun karena takut itungannya salah, Finance Controller saya galak soalnya). Jadi, bisa gak itu dikategoriin gejala OCD?
Saya juga sering didera kekhawatiran tak beralasan tentang sesuatu. Mood naik-turun. OCD-kah?
Kalau dipikir-pikir kayanya kegelisahan saya masih di batas kewajaran deh.OCD? Sepertinya tidak.
Ah--hanya ketakutan yang tak berdasar.
OCD?

Read more...
Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP