Selamat Jalan. Untuk selamanya.

>> Wednesday, December 1, 2010


Yes. This is goodbye.
For good.
We'll never meet again.

Tenang dulu, everybody. Quote di atas bukan saya tujuin buat orang. Melainkan gigi saya.
Gigi bungsu saya, yang sejak 2 minggu lalu udah jadi bahan tulisan blog saya, yang akhirnya hari Minggu tanggal 28 Nopember kemarin, resmi keluar dari keanggotaan gigi-gerigi yang menghuni mulut saya.

Akhirnya... Dan rasanya lueega banget. Meskipun prosesi pencabutannya rada scary.
Bener... nakutin banget. Walau pun dokter bedahnya berusaha banget bikin saya santai, dengan bersenandung entah apa bareng2 ma susternya, pas dia masukin pisau bedah, bor, tang, suntikan de el el, ke dalam mulut saya.
Dan yang pasti selama 'acara', saya gak buka mata sama sekali. Kecuali mulut yang kebuka (gak tau sampai pembukaan berapa), semua indera yang ada di badan saya mati2an saya non-aktifin.
Baru setelah operasinya selesai, dan gak ada lagi benda-benda berat atau tajam yang mau masuk lagi, saya buka mata.
Gak perlu deh saya ceritain bagaimana detil dokternya ngangkat si gigi itu. Yang pasti... mulai dari jarum suntik nusuk beberapa titik bagian dalam mulut untuk proses anestesi, sejak itulah horor dimulai.
Meskipun emang gak kerasa apa-apa, tapi tetep aja bikin ngeri.
Saat itu bagi saya, si Dokter bedah mulut adalah Psikopat berdarah dingin (bayangin ngebelah gusi orang pake nyanyi2), dan si suster adalah prodigy-nya. Sama berdarah dinginnya (karena ikut nyanyi2).
Aduh... serem ah.

But, yang hebat... saya bertahan (Mau gimana lagi... mundur gak bisa. Maju...? Bisa2 rahang bolong kena bor). Saya pasrahkan nyawa saya di tangan si Dokter. Alhasil... si gigi, kecabut juga. Dan saya baik2 aja. Sehat wal'afiat.

Sekarang saya udah oke. Gak meringis2 sakit lagi. Meskipun pipi kanan tembem dikit sebagai efek operasi brutal kemarin, tapi saya hepi. Udah bisa makan lagi. Sepuasnya. Setelah selama dua minggu cuma kena asupan bubur--baik di rumah mau pun di kantor. Bikin perut kreok2 pagi, siang, sore, dan berat badan nyusut drastis.

I'm in a full shape right now!
And thank to God. To my Bibie. Dokter Tri Wibowo dan Suster Indira.



Lita

0 comments:

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP