Worst Days of My Life

>> Thursday, November 25, 2010

Minggu2 selama saya sakit gigi (masih bersambung sakit giginya, nih), adalah minggu yang terdiri dari hari2 paling suffering seumur hidup saya. Pokoknya sebelum gigi bungsu yang bermasalah itu diangkat, saya bakal merasa terus menderita. Stress berkepanjangan, yang pastinya... berpengaruh besar sama semua rutinitas saya, yang saya sadari udah kacau banget selama hampir 2 minggu ini.

Pertama, karena sakitnya luar biasa... saya gak konsen sama apa pun selama di kantor. Saya pindah jadi zombie kantoran. Mengerang-ngerang tanpa ekspresi.

Kedua, saya kelaparan. Makan bubur aja abisnya, karena untuk makan nasi sepertinya sulit banget (takut masuk ke gigi yang bolong), plus untuk nyemil yang keras2 atau manis2 pastinya akan 'nyetrum' si gigi nyebelin ini. Kalau saya nekat... saya harus siap terima resiko nyut... nyut... selama beberapa detik, menit, jam, waktu, atau harian.

Ketiga, karena gak bisa makan apa pun selain bubur plus telur, saya jadi bisulan. Bisulan karena telurnya, bukan buburnya. Dan yang gak enaknya nih bisul, nongolnya gak di tempat yang gak terlihat, melainkan langsung nongkrong di muka... Kebayang, kan, malangnya saya. Lumayan besar lagi. Akibat stress, mikirin gigi plus bisul, jerawat pun bermunculan satu per satu... Wah, kacau bilau! Jadi luar biasa gak pede!

Keempat, emosi saya jadi turun naik. Pengennya marah terus.
Suami saya pun jadi objek penderita. Saya jadi merasa orang paling nyebelin sedunia.
Apalagi menjelang malam, nyeri giginya bereaksi, wah--gudbye deh, manners... I suddenly hate all people in my house!

Minggu depan, nih gigi udah harus absen dari anggota gigi saya yang lain.
Sudah harus minggat, sebelum terjadi hal2 yang tak diinginkan!


"Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati ini... biar tak mengapa" - Meggie Z.
Quote paling tidak bersahabat kalo kita dengernya pas lagi meringis-ringis karena sakit gigi.

-Lita-

Read more...

Toothache

>> Thursday, November 18, 2010

Saya udah 3 hari gak masuk kerja (sebenernya libur idul adha kemarin gak diitung, tapi berubung saya biasanya masuk setiap tanggal merah...), karena sakit gigi.

Sakit gigi?



Iya. Sakit gigi.
Bukan sakit gigi karena gigi graham yang bolong aja, tapi sakit gigi karena gigi graham (gigi bungsu) yang bolongnya udah kaya kawah gunung merapi sampe mencapai syaraf leher, plus tuh gigi bungsu tumbuhnya horisontal pula dan... ketanem di bawah tulang.
Parah? Bukan parah lagi. MENGERIKAN. Karena... waktu sebelum saya akhirnya bela2in ke dokter Gigi (saya paling takut ke dokter gigi), kondisi saya udah kaya zombie dipasung. Berbaring telentang di atas kasur, tapi mata gak bisa merem, dan mengerang-ngerang sampe pagi, sampe akhirnya malem lagi.


Dokter bilang saya kena migrain akut--pantes. Pengennya bunuh diri aja, kalo kepala lagi nyut2 dan nyeri. Bayangan2 yang gak ngenakin muncul dan jadi kepingin ngamuk.
M-e-n-y-e-d-i-h-k-a-n!

Kemaren, tanggal 17 Nopember yang bertepatan sama hari raya Idul adha, seharusnya jadwal saya operasi--pengangkatan gigi bermasalah itu. Waktu itu saya, maupun dokter yang dipercaya ngambil tuh gigi: Drg. Kamajaya namanya, belum tahu posisi pastinya si gigi nyebelin itu.
Saya sendiri dateng ke sana dengan tujuan untuk minta obat lagi--obat udah hampir abis, dan kalo bener2 abis saya bisa kaya zombie lagi, karena saya juga berpikir, 'kayanya nih gigi gak bakal diangkat hari itu, berubung gusi saya masih bengkak dan berdenyut2, meskipun gak separah 2 hari sebelumnya.
Dan ternyata bener, Dr. Kama bilang dia belum berani ambil kalo kondisinya masih bengkak, tapi dia bilang (dengan lembut dan manis banget), "Kita rongent aja dulu, ya? Biar tahu posisi giginya."

Dan akhirnya di rongent deh tuh gigi. Bahkan waktu di rongent pun saya panas dingin. padahal gak kerasa apa sama sekali.
Dan untuk lebih jelasnya, saya kutip pembicaraan saya dengan Dr Kama and asistennya.

Dr. Kama: Tunggu dulu ya, liat hasil rontgentnya
Saya: Diam seribu bahasa (Terlalu tegang)
Dr. Kama: Posisi giginya itu miring. Tapi gak tau seberapa miring, dan masih ketutup bengkak. Saya gak berani angkat sekarang.
Asisten: Wah, Dok, horisontal nih.
Saya: (berpikir, bingung horisontal tuh tidur ato berdiri)
Dr. Kama: (Nyamperin si asisten dan langsung bawa hasil rongent ke depan saya) "Wah, Lit, kalo posisinya begini, saya bener2 gak berani ambil. Harus dokter bedah mulut yang operasi.
Saya: (Langsung lemes) Emang kenapa, Dok?
Dr. Kama: Nih, liat. Gigi yang bolong ini, posisinya miring 90 derajat. Akarnya tertanam di bawah tulang, dan menyentuh syaraf.
Saya: (aduh mendingan tadi gak tanya deh)
Dr. Kama: Kalo miring dikit, saya masih berani ngambil, tapi kalo begini... saya harus rujuk ke dokter bedah mulut. Sekarang saya kasi obat yang lebih paten untuk ngilangin bengkak, dan hari Minggu pagi, kamu operasi.
Saya: (Suara saya sepertinya bener2 ilang, saking takutnya)

Yang pasti... pada akhirnya saya cuma mau bilang, bagi temen2 yang punya masalah gigi--bolong ato apa pun, sering2 aja deh check up ke dokter gigi. Biar gak kaya saya ujung2nya.
Sumpah guys... tersiksa luar biasa tersiksa kalo lagi nyut2. Dan kalo udah sampe syaraf... turut berduka cita deh. Lebih baik cepat ditindak daripada ditunda-tunda.
Bisa nyebabin stroke loh.
Terutama untuk Anda2 yang punya posisi gigi abnormal kaya kasus gigi bungsu saya ini.
Careful!



Love,
Lita

Read more...

Catatan Mingguan: Accepting

>> Saturday, November 6, 2010

Another Saturday. Another week will end. 
Dan satu minggu ini tidak banyak yang terjadi, selain saya berusaha lebih sabar... sabar dan sabar menghadapi semua yang harus terjadi dan harus saya alami.
Di keluarga...
Yah... bisa dibilang saya lebih bisa menerima (meskipun masih sangat berusaha untuk menerima 100%) kekurangan suami saya, dan memperbaiki diri semampu saya, tanpa terlalu menekan diri seperti sebelum2nya. Berusaha rileks, dan tak banyak bicara, lebih tepatnya. Dan saya merasa lebih enjoy.



Di kantor...
Saat inilah saya benar2 belajar, untuk menahan emosi, belajar bersabar, berbesar hati dan menekan harga diri, demi kebaikan saya sendiri dan semua orang. Dan semakin hari... saya semakin bangga pada diri sendiri. Betapa saya mampu untuk menahan diri untuk tidak berkomentar negatif, tidak membenci dan tidak mendendam pada orang lain yang kadang menyakiti batin, memerahkan telinga dengan kata-kata dan menjatuhkan harga diri saya. Andaikan ada perasaan tak puas, tak suka, dan lain2, semuanya itu saya simpan di benak saya, dan sebisa mungkin tak saya keluarkan melalui bibir. Itu lebih baik. Dan saya merasa lebih dewasa secara sikap untuk menyikapi hal2 yang sepele yang banyak terjadi dulu, sekarang, maupun nanti.
Saya merasa... kuat. Dan sabar.



Di hadapan Tuhan...
Meskipun Tuhan tak pernah berkata langsung pada saya... saya yakin Tuhan sangat cinta pada saya.
Dia memberikan kekuatan yang aneh pada saya untuk melewati masa-masa sulit, dia memberi saya banyak kesibukan yang melupakan kesedihan saya. Dia mengirimkan orang2 yang meringankan gundah di hati; orang2 yang tanpa saya minta, datang dan mengatakan bahwa mereka ingin saya kuat, orang2 yang memberikan tepukan di pundak untuk membesarkan hati saya, orang2 yang memberikan senyum manis untuk mencerahkan mendung di benak saya, dan orang-orang yang berkata kalau mereka menyayangi saya.
Saya bersyukur karena Tuhan telah menciptakan saya sebagai manusia, tanpa kurang suatu apa pun, dan lebih banyak bersyukur atas cinta yang diberikan keluarga, teman dan orang2 pada saya. Semua itu menguatkan saya. Dan saya bersyukur Tuhan memberikan masalah2 dan kesalahan yang yang saya perbuat, untuk bahan pembelajaran bagi saya untuk menjadi orang yang lebih baik.



My Quote this week:
Saya tidak sempurna.
Karena saya manusia, bukan malaikat, bukan juga orang super
Saya hidup dengan cara yang sederhana; eat, pray, love

Read more...

Quick writing: Monday

>> Monday, November 1, 2010


Kayanya itu udah jadi slogan umum para pekerja kantoran deh...
Abis napping total hari Minggu (itung2 ngeCharge batere badan), berkutat dengan pekerjaan rumah--nyuci, ngepel, setrika, de el el yang sama nyebelinnya, pas ketemu Monday, besoknya, bukannya tambah semangat, malah... Um, actually, semangat saya masih stabil, tapi... otak... bisa dibilang saya mengalami temporary brain damage, deh. Yaitu suatu kondisi dimana otak bekerja dengan sangat lemot, kaya yutub yang lagi eror koneksinya. Dan akhirnya semua jadi slow motion. Hiks!
Saya kerja sih kerja, but... luar biasa mualesss. Kalo gak dipikir kerjaan numpuk, numpuk n numpuk, rasanya pengen bengong aja. Tapi... kali dikasi bengong, sepertinya otak makin tumpul dan malesnya menjadi-jadi.

Oh, God!
But it's okay. Karena saya udah menyelesaikan pekerjaan saya semampu dan setotal yang saya bisa lakukan untuk hari ini. Another level of game has passed. Time to break now.

Note1:
Saya serahkan semua permasalahan yang tak bisa saya selesaikan pada Tuhan, dan biarkan dia yang memutuskan. Saya percaya Tuhan selalu ada untuk saya. 


Lanjut,
Saya baru aja nonton:

Aduh... romantis dan mengharukan banget.
Yang main Amanda Seyfried dan Christopher Egan. 
Bukannya saya gak mau ceritain kisahnya, tapi... lebih baik, siapa pun yang membaca postingan saya ini dan tertarik sama filmnya, langsung nonton aja. Gak rugi deh.
Settingnya aja di Italia. Jadi, banyak banget pemandangan spektakuler plus kebun anggurnya yang luas itu. 
Dan kalo ada yang gak tahu siapa Amanda Seyfried ini dia fotonya:

 dan Ini Christopher Egan & Amanda:
 cute, eh?

Dan saya suka banget foto ini (gak ada di film soalnya):



Read more...
Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP