The Great Queen Seon Deok

>> Monday, November 30, 2009


Emang yah.... Korea, semua serialnya bikin kecanduan... Ya, kalo gak gitu bukan serial Korea, tapi sinetron (hihi).
Menyusul Fenomena Princess Hours, Jewel in The Palace, and yang paling terakhir The Boys Over Flowers, serial epik (sejarah) Korea yang judulnya The Great Queen  Seon Deok, yang nyeritain kisah cewek yang bakal jadi Ratu pertama Korea ini, bikin semua orang kelimpungan...(kelimpungan nyari VCD or DVD-nya--maksudnya).Penasaran banget... pengen cepet2 ngeliat Deok Man berubah total jadi cewek. Tapi sayang... waktu saya cari DVDnya, saya kecewa berat, karena stocknya kosong! Untungnya... Tei Gung punya inisiatif, dua hari setelah kegagalan saya beli DVDnya, dia balik ke DVD store langganan, dan finaly, berhasil ngedapetin si "Ratu Sendok" itu (itu juga masih kurang 22 episode alias belum tamat; daripada nggak).

Yang bikin saya nafsu setengah mati yaitu karena ada si Eom Tae Woong pemeran Kim Yu Shin... Dia pernah nongol di Sassy Girl-Chun Hyang jadi si 'Paman' yang ganteng itu. Dan di serial 'Sendok' ini jadi... seseorang yang dijatuhin cinta Ratu Seon Deok (*agak aneh bahasanya, tapi nggak apa-apa... huhuhu)

Selain itu ceritanya emang bagus banget... meskipun kudu sabar nunggu sampe si Deok Man berubah jadi cewek beneran dan kembali ke istana. Tapi... tetep oke kok, itung2 sekalian belajar sejarah (norak deh).

Saya jadi iri sama Korea... mereka bener2 bangga sama budaya dan sejarahnya, sampe bisa mengangkat cerita ini ke layar kaca, plus dengan penceritaan yang sangat oke, sementara Indonesia, yang sebenernya kaya sejarah, dan dulunya punya banyak kerajaan2, malah lebih seneng ngangkat sinetron yang mirip ma serial India, bahkan ada yang masukin budaya negara lain ke sinetronnya--gak tanggung2 sampe bahasanya juga--yang kebanyakan bercerita tentang penindasan.

Miris banget.

Apalagi sekarang banyak sineas dan penulis-penulis hebat. Kenapa gak dikridakan aja?
Masalah biaya... weleh... kalo bisa datengin Miyabi, atau sampe bisa syuting film sampe ke Paris, masa sih... gak bisa bikin serial ato film kolosal versi Indonesia?

Jangan salahin deh, kalo kita lebih familiar ma sejarah negara orang daripada negara sendiri.

Read more...

Males-Attack menyerang! Dan aku terkapar membeliak tanpa imajinasi

>> Monday, November 23, 2009

Karena berkutat dengan pernikahan Desember depan... saya jadi males update blog. Semua progress buku dihentikan, meskipun setiap bangun tidur, entah pagi, siang, malem, sore, subuh etc... yang  melintas di pikiran cuma "selesaikan proyek bukumu, Lita!" dan pikiran saya langsung konek ke Dua Dunia (harusnya udah disetor akhir bulan ini--setelah mundur2 terus), Tu Muskura, My Beloved Step, due el el itu.

I dont know what wrong with me?

Cuma bengong di depan monitor tanpa satu pun jari bergerak merangkai kata... dan benak saya selalu dipenuhi running text bertulisan : Males-attack--Males-attack--Males-attack


Daya khayal ilang, kalimat-kalimat lebur, menguap kaya abu. Padahal semua tulisan saya itu hampir sampe di chap terakhir. Oh, I'm sucks!


Oh, Yessi, aku iri padamu... 

Dan bodohnya... bukannya konsen untuk nyelesein Dua Dunia, saya malah mikirin sekuel Dua Dunia: Penyatuan, sampe2 suara kecil yang cerewet di kepala saya teriak2 sampe bikin migren: "LITA! Yang pertama aja belom selese diketik, sekarang malah udah nghayal buku keduanya! KONSEN, LITA! KON-SEN!"


Jadi yah... sekarang harus konsentrasi.

Tapi tetep aja... saya bingung, seolah imajinasi saya dihambat jsesuatu. Otak lumer kaya sirup...







Read more...

2012 Ditarik? Kaya Kurang Kerjaan Aja!



Kalo 2012 ditarik, orang malah makin penasaran pengen nonton. Dalam artian, pelarangan pemutaran film itu secara nggak langsung malah mempromosikan kehebatan tuh film.

Saya gak ngerti deh... kenapa di jaman sekarang ini ada orang yang masih percaya dengan apa yang diceritain film (fiksi lagi), padahal ada beberapa film yang diambil dari kisah nyata pun harus ditisik sana-sini biar menarik, yang seharusnya membuat kita para manusia yang otaknya nggak lagi sekecil otak manusia waktu jaman batu menyadari gak seharusnya kita mempercayai apa yang digambarin di sebuah film, dan menganggapnya hanya sebagai hiburan semata, plus mengagumi tekhno-efek yang dipakai, bukannya malah ketakutan dan kepikiran.

Dan sekarang 2012 kabarnya mo ditarik--atau malah udah ditarik kali--orang seIndonesia ya pada bingung. Kesannya merendahkan jalan pikiran manusia2 Indonesia, hanya karena segelintir orang berkata dan bertindak kurang bijak setelah nonton film tersebut.

Come on, guys, we have religion, belief, faith..., education, norm, ethics... We do believe in Armageddon... End Of  The World... tapi apa harus mempercayainya hanya dari melihat sebuah film yang nota bene cuma ingin menampilkan adegan2 dahsyat yang berujung duit?

My God! What a shallow thought! Insane! Humiliating!

Bener2 kaya katak di dalam tempurung! Sampe kapan mesti begini? Kapan mo belajar dan menjadi orang2 dengan2 pemikiran terbuka. Pantes aja gak maju2.

I really hate this!







Read more...
Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP