7 TAHUN BOM BALI 1

>> Tuesday, October 13, 2009

Saya ingat jelas hari itu...
Hari Sabtu, tanggal 12 Oktober 2002.

Malem itu, saya lagi kumpul2 sama keluarga Tei Gung di ruang tengah rumah mereka, nonton TV--film (lupa film apa).
Pas sekitar jam 11an, mendadak kedengeran suara, CTAAR! agak nyaring, tapi juga teredam karena jauh.
Untuk mengembalikan suasana dan kebengongan orang2,  Tei Gung langsung bilang, "Paling gardu listrik di Renon meledak," dengan santainya, dan abis itu semua orang pun kembali nonton dengan tenang.

Gak ada satu pun orang di rumah Tei Gung, termasuk saya, menyangka kalau suara CTAR  yang kita denger rame2 itu, sebenernya adalah suara bom yang meledak di depan Paddy's dan sekitarnya (gila tuh bom, meledaknya di Kuta, orang satu Denpasar denger).

Baru paginya... setelah Metro TV nayangin kejadian Sabtu malem itu... semua orang, shock. Terutama saya, yang amat sangat SHOCK, karena nyaris ngiyain ajakan temen untuk hang-out di seputaran Kuta malem itu.
Kalo aja Tei Gung gak males, dan badan saya juga gak meriang, kita berdua... pasti berangkat dan... mungkin udah jadi korban juga. (God's protect us...)

Pagi itu ponsel saya--yang emang lobat selama berada di rumah TeiGung, dan gak saya charger waktu sampe di rumah, karena langsung nyusruk ke kasur, ngorok--yang baru saya aktifin, jerit2 berkali2... nganterin suara Mama yang meraung2 nangis nanya keadaan saya, dengan suara campur marah, sedih, putus asa dan dll.

Disusul sama puluhan miskol dan sms, yang langsung berderet menuhin memori; ditambah telepon dari sepupu di Jkt, temen2 SMU, dan (syukurlah) temen2 yang ngajakin hang-out itu.

Tanpa alasan pasti... mereka semua batal pergi.
1 org keasyikan nemenin pacarnya maen PS; 1 org ketiduran; 1 org kena 'males-attack', 1 org lagi udah berangkat, tp kecelakaan kecil di jalan, da akhirnya mutusin pulang lagi.

Aneh? Ajaib? Mengerikan?
Apa pun itu membuat kami semua... terguncang... dan merasa bersyukur sama Tuhan, yang ternyata, melindungi kami semua.

Meskipun begitu... jumlah korban yang tewas ato luka karena bom... bikin saya dan semua orang di Bali berduka. Dan setelah peristiwa itu, Bali terpuruk, secara ekonomi.. membuat beberapa hotel harus merumahkan pegawainya, atau banting harga besar2an, beberapa industri tutup... Semuanya menderita, lahir batin.

Dan tanggal 12 Oktober ini, meskipun sudah 7 tahun berselang... duka itu masih ada.
Gak peduli si trio Bomber--> Imam Samudera, Amrozi, dan Muklas, udah ditembak mati, disusul sama Nurdin dan para pengikutnya... Bali tetap nggak bisa ngapus luka segitu cepatnya.
Karena efek luka itu akan terus ada seumur hidup.

Karena itulah saya benci orang yang bertindak keji dengan mengatasnamakan agama... membenarkan tindakannya untuk mengedepankan ego kelompoknya yang saya pikir BABLAS!

Mereka gak jauh beda sama IBLIS!
Dan mereka gak ngerti sama agama mereka sendiri. Gak ada satu pun agama di dunia... yang membenarkan pembunuhan--pembantaian dalam hal ini, bahkan agama mereka sendiri.

The greatest tragedy in mankind's entire history may be the hijacking of morality by religion.” ~ Artur C. Clark.




1 comments:

Yessi October 14, 2009 at 11:08 AM  

Hai, Lita...pakabar?
lama niy ga maen ke blog mu ;)

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP