Another From Jane Austen

>> Friday, October 30, 2009





"Sense And Sensibility"
Belom baca bukunya sih... tapi filmnya udah nonton. Yang main Emma Thompson, Kate Winslet (cakep banget), Alan Rickman (Prof. Snape di HarPot), and Hugh Grant (my fav actor, tapi kelihatan kaku banget).

Ceritanya nggak jauh2 beda sama Pride and Prejudice, karena tetep nampilin karakter-karakter yang mirip banget dengan tokoh2 di Pride, contohnya:
1. Mr. Darcy = Col. Brandon (Alan Rickman)













2. Mr. Bingley = Edward Ferrars (Hugh Grant)












3. Jane Benneth = Elinor Dashwood (Emma Thompson)












4. Elizabeth Benneth = Marianne Dashwood (Kate Winslet)













5. Mr. Wickham = John Willoughby (Greg Wise)











Tapi sumpah, bagus banget! Emang rada jadul (tahun 1995), tapi tetep oke, kok.
Saya sampe berapa kali nonton, ya? Yah, lumayanlah... abis ceritanya bagus dan mengharukan.
Apalagi waktu Marianne sampe sakit, karena dikhianatin Willoughby, yang ternyata lebih milih bertunangan sama gadis kaya daripada nikah sama Marianne. Wahhh... menyedihkan... (jadi serasa saya yang putus cinta).

Sebaiknya tonton sendiri ya, kawan2. Dijamin bagus...

Read more...

I'M GETTING MARRIED



Oke it's settled!
I'll be marry on December--this December!!! And  I feel... I feel... I don't know!
Will I be ready for that hectic routine of a married life...?
And what about the1st night--oh, God--am I ready for that?
Tei Gung and I... have been together for 8 years... am I wrong if I still have this doubt? This stupid thought about--ohhhhh (growl).
Am I just scared, or this feeling is just something that everyone would have before they really really marry...

A thousands of thoughts keep blurring my mind... Thoughts like, would I be happy after declare myself as his wife (huhu), would his family still love me like--now? Or... would he... love me as much as...now?
Would I be happy that's the main question...


Read more...

Update Sedikit

>> Tuesday, October 27, 2009

1st CHAPTER-KYU!!!
 TADI mampir ke KandanGagas,  dan ternyata, 1st Chapter-ku di publish lagi.
Judulnya belum ada, tapi... ceritanya udah tinggal separonya lagi. Kalau ada yang berkenan baca, klik aja di sini: Anung Pita, sekalian kasih rate ya... ato komen ke blog saya.

ISRAEL VS PALESTINA: Sampai Kapan Sih, Mau Perang?
BARU lihat beritanya di Metro TV, tentang tentara Israel yang menutup Masjid Al-Aqsa hari Minggu kemarin, dan udah dibuka lagi hari ini.

Dua negara itu... bikin saya geleng2 kepala.

Dua2nya punya keyakinan keras! Kaya batu!
Dua2nya gak mikirin jumlah korban yang mesti mati selama perang di antara mereka terjadi!
Dua2nya gak mikirin anak2 kecil yang hidup di negaranya.
Saling serang, saling bom, saling bunuh, saling menjelek-jelekkan, tersesat di masa lalu dan pemahaman keyakinan yang melenceng.
Apa salahnya sih kalo berbagi... hidup nyaman berdampingan, dengan perbedaan?

Saya bersyukur saya gak lahir di Israel atau di Palestina.
Meskipun Indonesia, bukan negara yang maju2 sekali seperti negara lain, saya bangga, Indonesia menjunjung tinggi kebinekaan.

PENGEN NONTON:



Saya suka Eric Bana (dia keren banget di 'Munich' dan 'Lucky You') dan Rachel McAdams (The Notebook)
Pengen beli DVD-nya, tapi belom sempet.




Read more...

Story: (1) The Accidental Kiss

>> Monday, October 26, 2009

PADAT sekali bus ini.














 Aku berdiri menggelantung di bagian tengahnya, dengan dua ibu bertubuh gemuk mengimpitku, membuatku merasa seperti sosis yang tergencet roti, dengan keringat yang meleleh dari sekujur badanku sebagai mayonesnya.
Untungnya salah satu dari mereka yang berdiri di depanku sedang bersiap turun di halte selanjutnya, membuatku berdoa, mudah-mudahn orang yang menggantikannya tidak bertubuh gemuk seperti dia, atau paling tidak, minus bau bawang, yang harus kuhirup selama hampir satu jam perjalanan dari halte rumah sakit tempatku magang sampai sekarang.

Akhirnya bus melambat (si ibu yang berdiri di depanku tadi bergeser ke belakang bus, bersama beberapa penumpang yang juga akan turun; bau bawang perlahan raib), sampai akhirnya berhenti tepat di depan halte, yang lumayan sepi (syukurlah). Beberapa penumpang turun dan segera digantikan oleh penumpang baru.

Suara cekikikan genit gadis-gadis remaja yang naik bergerombol, menarik perhatian banyak orang. Mereka  terkekeh, berkasak-kusuk, sambil mengamati seorang pria bertopi, berjaket jins hijau belel dan lehernya dilingkari syal panjang hitam, yang menyusul naik di belakang mereka.
Pria itu tidak menghiraukan gadis-gadis itu, segera bergerak ke tengah setelah menyetor tiket busnya--tampaknya memang ingin berdiri sejauh mungkin dari mereka.

Aku menggelengkan kepala, dan memalingkan wajah ke arah jendela, menatap gelap pemandangan di luar. Sudah jam sembilan malam, dan aku harus tersiksa di dalam bus, berimpitan dengan penumpang dengan berbagai ukuran tubuh dan aroma tubuh, bercampur AC yang kian lama kian memualkan.

Mendadak sesuatu mengantuk pundakku, keras dan berat. Aku mengaduh kecil, dan orang yang berdiri di sebelah kananku--ternyata pria bertopi itu--segera meminta maaf, menggeser tas ranselnya yang kelihatan sarat isi ke depan tubuhnya.
Aku nyengir sekilas, dan kembali memandang jendela, meratapi nasib malang, karena memiliki dua pasang kakak kembar laki-laki, yang sama sekali berniat menjemput adik perempuan mereka satu-satunya, padahal mereka dibekali kendaraan sendiri oleh mamaku. Sungguh menyebalkan.

"BOARD HOUSE,"
Suara si pengemudi terdengar amat lantang di seluruh bus, dan itu membuat perasaanku lebih baik, karena tahu, kalau sebentar lagi aku akan tiba di rumah. Board House adalah nama komplek perumahan dimana aku, empat kakak, dan mamaku tinggal.

Aku membetulkan posisi tali tasku, bersiap bergeser ke belakang. Beberapa penumpang yang duduk, berdiri, mereka sepertinya juga hendak turun, dan sebagian lagi, yang berdiri sepertiku, telah bergerak menuju pintu belakang. Aku mengikuti.
Namun mendadak bus berhenti. Semua penumpang terdorong ke depan. Tapi sepertinya aku yang lebih parah, terempas  tak berdaya, dan tergencet di antara ibu gemuk yang berdiri di belakangku dan pria bertopi, yang untungnya sempat memegangiku sebelum terjatuh.
Ibu itu langsung minta maaf, dan aku hanya berkata, "Nggak apa-apa," dengan berat hati, sementara bus mulai berjalan lagi, diiringi gerutu penumpang yang memaki pengendara motor yang dengan nekat menyalip bus kami.

"Mau mati kali," umpat seorang pria paruh baya yang duduk di depan keras-keras.

Umpatannya itu segera disambung oleh penumpang lain yang juga kesal dengan si pengendara motor, yang menyebabkan supir bus harus menginjak pedal rem tiba-tiba.

"Kau tidak apa-apa?" tanya suara renyah pria bertopi itu, yang masih memegangiku, rapat dengan tubuhnya yang hangat dan--wangi.

Aku mengangkat wajah, dan baru hendak menjawab dan mengucapkan terima kasih padanya, ketika tiba-tiba bus kembali di rem mendadak, lampu mendadak mati, badanku terempas ke depan dan...

Oh--my--God!

Yang aku tahu sekarang bibirku menempel di bibir pria bertopi itu. Are we kissing now? Sepertinya tidak, kalau hanya menempel seperti ini.

Tapi... jantungku... kenapa berdebar kencang sekali? Dan bodohnya kenapa aku tidak melepaskan bibirku dari bibir pria ini, yang terasa begitu hangat, lembut--menyenangkan.
Waktu juga..., serasa berhenti.
Aku dan pria ini bertatapan--mata abu-abunya berkilauan, jernih sekali--tapi tidak berniat menarik wajah satu sama lain. Dan saat dia membuka bibirnya sedikit, aku tetap diam, malah ikut membuka bibirku, dan...

Okay. Now we are kissing.












(bersambung)






Read more...

The Amazing Tarot

>> Sunday, October 25, 2009

GARA-gara sibuk mikirin dan nangisin  Popo yang sementara waktu harus di 'opname'... saya jadi gak semangat ngeBlog.
Bahkan saya lupa nulis cerita yang menurut saya agak konyol dan berarti  banget buat saya, yang biasanya akan langsung saya tulis di Blog, meskipun gak ada yang baca... hueheh.

Well, ini tentang Tarot, sih. One of my hobbies.

Karena saya jarang nongol, jadi mereka semua rada cerewet gitu, nanyain keadaan saya, sekaligus ngobrol2 tentang macem2; kerjaan, rutinitas, and situasi politik saat itu (yang saat itu SBY lagi sibuk milih calon menteri).
Pas lagi ngobrol... mendadak ponsel saya bunyi (nada sms), saya buru2 ngeluarin hp... gak sengaja tuh bungkus kartu TAROT ikutan nongol; bli Bagong ngeliat dan  langsung minta saya ngeramalin dia.
Yah, mumpung saya emang suka (gak ada ruginya juga, kan?) jadi saya keluarin aja kartu2nya, dan minta dia ngaduk 78 kartu ajaib itu.

Setelah itu saya mulai tebar kartu-kartu itu, dan nyusun ke formasi umum favorit saya... jujur aja, saya ngerasa udah kaya dukun... abis yang nontonin serius banget, bikin saya ikutan tegang.
Tapi, saat saya mulai bacain kartu2 yang terbuka, menjelaskan interpretasinya.... yang adalah situasi kehidupan terkini bli Bagong, saya jadi rileks lagi...dan dia kelihatan seneng banget (kartunya bagus2 semua) dan hasilnya sangat oke...
Tapi setelah itu... setelah saya selesai ngebacain kartu2 tarotnya dia, ternyata mb Nget, bli Capung, bli Awan sampe calon BOKAP mertua saya, udah antri untuk dibacain juga (kalo saya pungut bayaran, udah dapet 250ribu, tuh. Heheheeh).
Dan parahnya... setelah mereka semua.dapet giliran, kerjaan saya gak berhenti begitu aja, karena banyak lagi yang dateng, temen2nya TeiGung dan bli Pung, yang kebetulan main, dan ngeliat prosesi pembacaan itu, kepengen ikutan juga. Bli Awan yang sangat impres, malah langsung nelpon istrinya, biar cepetan dateng ke rumah untuk dibacain Tarot, plus anak2nya, yang nyusul kemudian (hihihi).
Dan yang lebih mencengangkan calon Nyokap mertua juga kepancing... dan yang bikin saya terenyuh, matanya sampe berkaca2 gitu... (kartu bokap sama nyokap sama persis; weird, ya?)
 
Malem itu suara sampe abis... tapi saya puas... karena semua kartu yang saya bacain ke orang2 itu... ngena semua.Berarti... udah legit nih.
Apa saya perlu tawarin ke orang2 ya? Tapi.... saya kayanya gak niat deh, minta bayaran ke orang2 itu. Bukan itu tujuan saya pertama kali belajar Tarot.
Apalagi, nasib dan situasi orang selalu berubah2,berganti-ganti terus.

Tapi, tetep... saya seneng... hehehe.

Read more...

POPO!

>> Wednesday, October 21, 2009

SAYA udah ke ACER Center Senin kemarin, untuk meriksain Popo yang 'koma' atau stroke mendadak.

Sampe di sana ketemu sama teknisinya yang bertanya-tanya:
Tekh: Kenapa nih?
Saya: Kayanya K.O deh, Mas.
Tekh: Bentar saya cek.  (Bolak-balikin si Popo)
Saya: (Berdoa dengan sangat... biar si Popo baik2 aja)
Tekh: Kayanya mesti ditinggal dulu deh... saya harus bongkar dulu. Nanti akan saya telepon untuk ngasih tau apanya yang error.
Saya: Oke deh, kalo begitu (dengan setengah hati banget)

Dan, saya melenggang deh, dari ACER Center. Lalu, sekitar jam 1-an, ponsel saya bunyi Asalnya dari ACER Center, yang ngabarin... kalo saya harus bayar ongkos service 55rb rupiah. (Weleh), plus... si Popo kudu ganti 'mother-board'nya.

Saya: Harganya berapa tuh, Mas (harap2 cemas)
Tekh: Kami kasih 2jt deh;

Dunia langsung runtuh seketika! DUA J U T A!
Oh, I'm D O O M! tapi mo gimana lagi?

Read more...

KEITH (2008) : LOVE is a force u CAN'T control

"KEITH" adalah film yang pertama kali saya gak yakin untuk tonton.
Kenapa?
Ya, karena I didn't know what the story is... until I watched it.
And it's so touchy; a teenage love between Natalie (Elisabeth Harnois) and Keith (Jesse McCartney).
 It isn't corny... but it's fragile, sad and strong.
Thank God I've watched it.

Keith's so mysterious.
One day he'd just appeared in Natalie's perfect life, as her lab's partner.
gambar dari sini
...............................................................
He's so unique, different, and unpredictable.
He drives Natalie mad. Change her "can't go wrong" life.
She became someone... else; from a 'good-Natalie' to... a 'shocking-Natalie.

........................................................
She really in love with him. And... finally she gave up her everything to Keith.
 
.................................................................................
Keith loves he's truck.
He has this yellow truck... and he took Natalie to accompany him to repair it instead of playing bowling as he told Natalie before.
 

***********************************
They're both gorgeous 
gambar dari sini









Read more...

POPO, whats wrong with u???

>> Monday, October 19, 2009

SEDIH BANGET~

Popo, my laptop is officially sick.
Last Saturday he'd just... "dead". Nothing appear in his monitor, made me cry all day.

Why?
Because all my draft; Dua Dunia, Tu Muskura, and others, is there... in Popo's memory.
So--off-course--I cant continue to write.
Wanted to take 'im to ACER center, but they closed on Saturday. Then, I've to wait til tomorrow! Monday!
4 God sake!

I feel so lonely without Popo. It's like I've been disconnected from an area... from my life... my world. MY Cocoon!

And... because I can't  write anything... my head is full! And it's torturing me.
Oh, I'm suffer! 100%...
Pathetic!

Read more...

NOW, I'VE GOT 2 SLEEP

>> Saturday, October 17, 2009



See ya...

Read more...

TU MUSKURA

is the title of my new Novel.

Meaning?
"Kau Tersenyumlah"

What language is that--Tu Muskura?
Hindi

Why--Hindi?
I dont know. One day, I'd watched this Bolly movie, Yuvraaj. One of d' soundtrack is amazing!
And the title is Tu Muskura.
The song blows my mind. It's beautiful.
And one day, the story just popped-up, and i found myself wrote it non-stoping. Insane.

And the second reason (off-course) because the story itself told about a new rising actress who's adore a Bollywood actor, named Soma.

What is it about?
It's about... love













These are some of the character:

1. Lea (Aulea)
23 years old, an ordinary girl, with sweet smile on her face; long-dark hair, 166 cm, suffer for years in family problem, and adore Soma Saidan so much.
Note: Lea's character based on sweet Jessica Alba. I think she's very sweet.


2. Soma (Soma Saidan)
27 years-old, a bolly-actor, mysterious, unpredictable and extremely gorgeous with green eyes and reddish-dark hair; tall, perfect posture. His appearance always makes Lea lose her mind.
(I think this guy match with Soma's look)

3. Kenneth (Kenneth Altis), Lea's manager.
Attractive, strict but caring. Lovable. 33 years-old. Single. Afraid of marriage but fond of sexiest girls. He's Lea's shoulder to cry on, her wing-man. He's face will remind us to Ari Wibowo.



4. Brody (Brody Samuel), Lea's partner in all serial movies
Handsome and lil' bit naughty. 28 years-old, a doctor, tan-skin, and a dragon tattoo on his neck. Easy-going and tender. He's Lea best friend and adviser.
  
Note: Brody's character based on Chris Pine (Oh, I love him!)


5. Anggita (Anggita Wijaya), friend (Brody's fiancee)
Beautiful, with a foreign look, blue eyes, and brown hair. 23 years-old. Hysterical and moody, but loving. In love with Brody sooo much, that have to fight for his love.
Note: I really love Blake Lively, when I wrote the story





6. Din (Din Pandia), friend
He has a young "Tio Pakusodewo's" look, cold attitude, but kind. 33 years-old, a bank manager. A married guy, and love his wife so much. Lea loves him as a brother.

I hope I can finish this story with high speed.  
GOD BLESS ME...







Read more...

Ilustrasi untuk 'Dua Dunia'

>> Thursday, October 15, 2009

Ini baru angan-angan... abis "Dua Dunia" udah mo selesai.
Jadi kepikiran sama cover-nya deh... eheh
So... saya browsing deh ke DeviantArt n nemu, beberapa gambar yang saya pikir cocok, buat inspirasi.

 1. Welcome To The Better World

Love the flowers
Soalnya di Dua Dunia ada padang Lavender yang indah banget--persis kaya gini (walopun jelas ini bukan Lavenders).
Dan lagipula langit yang saya bayangin ungu... bukan biru berawan putih

2. Purple Sky

Love The Purple
saya juga suka siluet cewek yang gapai ranting,
dan cowok yang duduk di belakangnya.
Tapi, buat cowok yang tiduran jelas harus gak ada...
abis tokoh utamanya kan cuma 2; Abi dan Nali
But I Love this pic.

3. The Lovers

Love All of it
Cowok cewek yang lagi duduk di rumput
Langitnya yang mencengangkan--Dua Dunia banget.
Dan terutama hati-nya, yang warnanya rada ungu.
Mungkin yang ini aja kali yah?




 




Read more...

The Best 'Pride and Prejudice' Ever!!!

I watched Pride & Prejudice (again) two days ago.
And I feel so warm inside.
I've watched this movie for--I dont know--20, 30 times maybe...
but still, I feel soooo... in love.
I think it is a sweet story and the best book from Jane Austen.


Keira... is the best Elizabeth Bennet

 
Matthew Mcfadyen... is the 'true' Mr. Darcy


the best scene


Actually, this pic is never appear on the scene.
There's no lip-lock scene between
Matt & Keira in the whole entire movie.
But these two look like them. And I love IT!


i love this pic. Though it isn't from the scene...

Sweet lines from Mr. Darcy:
You must know... surely, you must know it was all for you. You are too generous to trifle with me. I believe you spoke with my aunt last night, and it has taught me to hope as I'd scarcely allowed myself before. If your feelings are still what they were last April, tell me so at once. My affections and wishes have not changed, but one word from you will silence me forever. If, however, your feelings have changed, I will have to tell you: you have bewitched me, body and soul, and I love, I love, I love you. I never wish to be parted from you from this day on.

Read more...

Selamat Hari Raya Galungan!!!


Read more...

7 TAHUN BOM BALI 1

>> Tuesday, October 13, 2009

Saya ingat jelas hari itu...
Hari Sabtu, tanggal 12 Oktober 2002.

Malem itu, saya lagi kumpul2 sama keluarga Tei Gung di ruang tengah rumah mereka, nonton TV--film (lupa film apa).
Pas sekitar jam 11an, mendadak kedengeran suara, CTAAR! agak nyaring, tapi juga teredam karena jauh.
Untuk mengembalikan suasana dan kebengongan orang2,  Tei Gung langsung bilang, "Paling gardu listrik di Renon meledak," dengan santainya, dan abis itu semua orang pun kembali nonton dengan tenang.

Gak ada satu pun orang di rumah Tei Gung, termasuk saya, menyangka kalau suara CTAR  yang kita denger rame2 itu, sebenernya adalah suara bom yang meledak di depan Paddy's dan sekitarnya (gila tuh bom, meledaknya di Kuta, orang satu Denpasar denger).

Baru paginya... setelah Metro TV nayangin kejadian Sabtu malem itu... semua orang, shock. Terutama saya, yang amat sangat SHOCK, karena nyaris ngiyain ajakan temen untuk hang-out di seputaran Kuta malem itu.
Kalo aja Tei Gung gak males, dan badan saya juga gak meriang, kita berdua... pasti berangkat dan... mungkin udah jadi korban juga. (God's protect us...)

Pagi itu ponsel saya--yang emang lobat selama berada di rumah TeiGung, dan gak saya charger waktu sampe di rumah, karena langsung nyusruk ke kasur, ngorok--yang baru saya aktifin, jerit2 berkali2... nganterin suara Mama yang meraung2 nangis nanya keadaan saya, dengan suara campur marah, sedih, putus asa dan dll.

Disusul sama puluhan miskol dan sms, yang langsung berderet menuhin memori; ditambah telepon dari sepupu di Jkt, temen2 SMU, dan (syukurlah) temen2 yang ngajakin hang-out itu.

Tanpa alasan pasti... mereka semua batal pergi.
1 org keasyikan nemenin pacarnya maen PS; 1 org ketiduran; 1 org kena 'males-attack', 1 org lagi udah berangkat, tp kecelakaan kecil di jalan, da akhirnya mutusin pulang lagi.

Aneh? Ajaib? Mengerikan?
Apa pun itu membuat kami semua... terguncang... dan merasa bersyukur sama Tuhan, yang ternyata, melindungi kami semua.

Meskipun begitu... jumlah korban yang tewas ato luka karena bom... bikin saya dan semua orang di Bali berduka. Dan setelah peristiwa itu, Bali terpuruk, secara ekonomi.. membuat beberapa hotel harus merumahkan pegawainya, atau banting harga besar2an, beberapa industri tutup... Semuanya menderita, lahir batin.

Dan tanggal 12 Oktober ini, meskipun sudah 7 tahun berselang... duka itu masih ada.
Gak peduli si trio Bomber--> Imam Samudera, Amrozi, dan Muklas, udah ditembak mati, disusul sama Nurdin dan para pengikutnya... Bali tetap nggak bisa ngapus luka segitu cepatnya.
Karena efek luka itu akan terus ada seumur hidup.

Karena itulah saya benci orang yang bertindak keji dengan mengatasnamakan agama... membenarkan tindakannya untuk mengedepankan ego kelompoknya yang saya pikir BABLAS!

Mereka gak jauh beda sama IBLIS!
Dan mereka gak ngerti sama agama mereka sendiri. Gak ada satu pun agama di dunia... yang membenarkan pembunuhan--pembantaian dalam hal ini, bahkan agama mereka sendiri.

The greatest tragedy in mankind's entire history may be the hijacking of morality by religion.” ~ Artur C. Clark.




Read more...

HATI BERKATA "HORE!"

>> Monday, October 12, 2009

DIL BOLE HADIPPA! 
Sahid Kapoor & Rani Mukerji





Mereka berdua cute deh


Rani's gorgeous!


Sahid... he's hot!!!
(Agak mirip Shah Rukh Khan dikit--dikiiiittt...)

Read more...

MOST WANTED DVD


 FILM INI MEMANG LAGI DI'TUNGGU2 BANYAK ORANG

Tapi... menurut saya aksi promonya agak 'silent'... mungkin emang sengaja...
Biar orang jadi tambah penasaran.
Lagian trailernya udah cukup kok, bikin orang tercengang dan merinding sendiri.

Film ini dibintangin: John Cusack (masih cakep aja), Chiwetel Ejiofor (gak kenal), Danny Glover, Thandie Newton and Oliver Platt.

Ceritanya ya, nggak jauh2 dari prediksi suku Maya, yang menurut kalender kunonya, hari kiamat akan jatuh di taun 2012, membawa bencana alam gede-gedean, seperti topan, tsunami, volcano, gempa bumi... yang akhirnya menghancurkan bumi.
Peran John Cusack kalo gk salah--saya belom baca sinop lengkapnya--jadi karakter bernama Collumbus, yang mati2an nyelametin diri sama keluarganya dari bencana yang melanda.

Begitu kira-kira ceritanya.  
Sori... agak gantung dikit... hehehe. Yang penting kan niatnya.

 



Read more...

BERITA PENTING YANG TERTINGGAL

>> Sunday, October 11, 2009

Hari Jumat, tanggal 9 Oktober kemaren... dua teroris yang diduga Syaifudin Zuhri dan kakaknya, Syahrir ditembak mati polisi, di rumah kos2an, tempat mereka sembunyi, di daerah Ciputat, Tanggerang.



Kalo memang bener dua2nya mereka, dengan tulus saya mau kasih salut dan tepuk tangan....

untuk POLRI dan juga para pria berkaca mata OAKLEY, yang dikenal dengan sebutan:

 karena sekali lagi mampu membuktikan diri.
Pantang menyerah mengejar orang-orang yang membuat resah masyarakat Indonesia (yah, kecuali pendukungnya mungkin) dan sekali lagi, dua2nya mati di kamar mandi--kayanya kamar mandi emang tempat favorit para teroris buat mati, yah?

Tapi, kalau ternyata di Konferensi Pers hari Senin (12.10.09) besok,
Kapolri ngumumin kalo ternyata 2 orang yang mati itu bukan mereka, saya tetep bangga, kok... 
Mereka kan udah berupaya besar banget... sampe bisa nemuin dua orang beserta kurirnya itu, demi kita...
yang resah-gelisah, cemas sama teroris yang masih berkeliaran. 

Mudah2an abis ini Indonesia aman dan gak ada bom2an lagi, yah. 
Meskipun waspada kudu teteup!
 







Read more...
Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP