Shocking Earthquake

>> Sunday, September 20, 2009


KEMARIN pagi (Sabtu, 19 Sep 09), bener-bener jadi pagi yang mengguncang buat saya.
Lagi enak2nya bergelung di bawah selimut, menyambut pagi yang indah... mendadak lantai kamar bergoyang keras banget! Diiringin sama suara bergerudukan yang sama kerasnya.

GEMPA! Itu pikiran saya.

Dan ternyata, orang-orang yang tinggal di kamar2 sebelah saya juga berpikiran begitu. Mereka langsung keluar kamar sambil teriak, "Gempa! Gempa!" bikin panik.

Emang ya, pada saat seperti itu... pikiran kita cuma bisa konsen ke satu hal, yaitu, gimana caranya nyelametin diri secepat mungkin... tanpa mikirin apa pun lagi.
Saya cuma nyambar jaket, tanpa kepikiran untuk bawa ponsel and Popo (laptop saya), dan langsung lari keluar kamar. Untungnya begitu sampai di luar--orang2 udah siap turun tangga, dan juga bengong nunggu kepastian--gempa berhenti. Everyone relieved...

Fakta lucu yang terjadi adalah--saya bersyukur, saya selalu tidur dengan baju lengkap--tetangga kos saya (untungnya cowok) saking paniknya sampe lupa pake baju, keluar cuma pake celana kolor doang (one-piece gitu) dan dengan santainya nyeletuk, "Eh, lupa pake baju..." Sementara orang pada ngeliatin dia semua dengan takjub. Yah, seenggaknya dia pake one-piece kan? Gimana kalo nggak?

Dan kemarin, selama satu hari penuh saya gak henti2nya ngucap syukur sama Tuhan di atas, karena, yah, meskipun ada juga daerah di Bali yang mengalami kerusakan dan ada beberapa yang luka2 (nggak ada korban tewas), tapi nggak separah seperti di Tasik Malaya, Aceh, dan daerah lainnya. Sempet khawatir juga sih, bakal ada gempa susulan... tapi... ternyata nggak. Saya berdoa, berdoa, dan berdoa... berterimakasih, sekaligus minta perlindungan.Oh, betapa kecilnya kita sebagai manusia...

Gempa kemarin berskala 6,4 skala richter, berlangsung selama sepuluh menit, dan diperkirakan berpusat di 101 kilometer tenggara Nusa Dua dengan kedalaman 36 kilometer. Gempa bahkan terasa sampai Mataram, NTB. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  Denpasar menyebut gempa terjadi akibat bergesernya lempeng Indo-Australia yang menghujam lempeng Erasia.
Dan gempa kemarin itu adalah gempa paling besar yang pernah saya rasain... makanya saya shock.
Bahkan sampe hari ini...



0 comments:

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP