Perempuan Berkalung Sorban (A Review ala Lita)

>> Monday, September 21, 2009




OKE. Setelah nonton film ini, Hanung Bramantyo resmi jadi sutradara favorit saya.
Kemarin malam... film yang banyak banget dapet hujatan dari tokoh agama (terutama dari pesantren) ini, diputer di SCTV. Dan ternyata... bagus banget!

Asal tahu... saya adalah salah satu orang yang susah banget apresiasi film Indonesia. Bukannya gak cinta buatan Indonesia, tapi dikarenakan film Indonesia terlalu ramai dengan film horor; roman picisan yang kebanyakan jiplak film Amrik; terlaliu ringan dan bisa ditebak, atau kalo nggak berbau porno2 gimana gitu (yah, liat aja judulnya deh; gak usah saya sebutin udah tahu ndiri, kan?).
Sejauh ini yang saya suka yaitu Ada Apa Dengan Cinta, Gue Kapok Jatuh Cinta, Gie, Laskar Pelangi... ada beberapa lagi tapi lupa judulnya.
Dan film "Perempuan Berkalung Sorban" ini jadi salah satu favorit saya sekarang, dan akan menempati satu ruang di hati saya.

Gimana nggak?
Ceritanya menyentuh sekali; kisah seorang perempuan yang hidup di lingkungan pesantren punya bapaknya yang Ustad, yang katanya, namanya ngetop sampe ke Mekah. Jenis Bapak yang mengajarkan pada ank perempuannya kalau perempuan tidak akan bisa apa-apa tanpa naungan seorang laki2 (weleh). Mengajarkan kalau perempuan yang baik harus nurut sama suami (meskipun suaminya brengsek, tukang judi, dan tukang main perempuan).

Dan itulah yang dialami Anisa.

Perempuan yang ingin bebas; bermain, belajar (pengen banget kuliah) tapi dipaksa nikah sama anak sahabat Bapaknya yang pemilik pesantren besar, dengan alasan kalo Anisa nikah sama anaknya itu, maka pesantren bapaknya juga bakal jadi gede.
Tapi ternyata... hidupnya malah menderita, karena Samsyudin, meskipun anak Kyai ternyata kelakuannya bejat--tukang mabuk, sering mukul, dan yang terakhir... dia punya cewek lain, yang dateng ke rumah Anisa dan suaminya dalam kondisi hamil, dan akhirnya tinggal satu rumah di sana.

Tapi untungnya akhirnya mereka cerai, setelah insiden yang menyakitkan--Anisa kepergok Syamsudin lagi berduaan sama Kudori, Lek-nya atau Om, yang dari dulu emang udah suka dan disukai Anisa (meskipun statusnya Om, tapi Kudori itu berasal dari sodara jauh ibunya, dan umurnya gak beda2 banget ma Anisa), dan akhirnya mereka berdua ditimpukin orang sepesantren.

Setelah kejadian itu Anisa kuliah di Jogja... dan finally (oh, senangnya), dia nikah sama Kudori...
I love them... Mereka mesra banget! Dan Anisa bener2 bahagia.

Sayangnya... kebahagian mereka gak berlangsung lama, karena setelah Anisa ngelahirin anak pertamanya, Kudori meninggal. Dia jatuh dari motor dan ditabrak mobil.


Ini yang bikin air mata saya mengalir (hiks), karena keingetan TeiGung--saya nggak tahu deh kalo saya sampe kehilangan TeiGung. Apalagi sebelum meninggal Kudori bilang sama Anisa, "Apa pun yang terjadi, Nis... Aku akan selalu ada bersamamu..." 

Oh, film ini.
Walaupun beraroma agama yang kental, tapi film ini gak menggurui. Kata-katanya ringan dan nggak bikin eneg. Pemainnya bagus, bener2 menjiwai masing2 karakter yang dimainkannya. Saya gak nyangka Revalina Estemat--pemeran Anisa--bisa bagus banget aktingnya. Dan yang jadi Syamsudin... saya pengen banget nimpuk mukanya. Hehehe... maaf terbawa suasana.

Pokoknya, kalo mau koleksi film Indonesia berkualitas, film ini patut dikoleksi.
Saya juga mau baru cari DVD-nya, dan mudah2an ada di DVD store langganan saya.
















   

0 comments:

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP