Menulis dengan Bingung

>> Monday, February 9, 2009

Saya suka nulis. Nulis cerita cinta kebanyakan (hua ha ha), yah, karena saya emang sensitif banget dengan yang namanya cinta. Saya bisa nangis sesenggukan kalau nonton film seperti A Walk To Remember, Keith, 50 1st Dates (tulisannya bener gitu nggak ya?) dan cerita cinta lainnya. Saya juga sering ngayal yang romantis-romantis, yang akhirnya ketuang di cerita-cerita saya. Tapi saya nulis sekarang ini bukannya mau menjelaskan cerita saya itu, melainkan karena saya sedang bingung.

Sudah ada sembilan judul cerita yang saya bikin. Tapi,.... tujuh di antaranya belom jadi-jadi. Saya pengen banget nyelesein, tapi.... entah kenapa, baru melototin lap top, mata saya udah berkunang-kunang bawaannya ngantuk. Itu.... kenapa ya? (^.^)

Apa saya terserang penyakit malas? Atau, pikiran saya yang terbagi dan badan yang lelah, yang membuat saya seperti itu? Kata temen saya, "Ya males, lah! Gitu aja kok repot??"
Saya sempet beralasan, menasihati diri sendiri, "Jangan salahkan dirimu, kamu kan kerja, pulang jam lima tiap hari, tentu aja butuh istirahat...Bla bla bla..."
Namun setelah baca blognya si orang aneh "Raditya Dika" saya jadi menyadari kalau saya yang males.
Bentar saya kopiin dulu segambreng kata-katanya:

"Gue harus beradaptasi sama kondisi gue sekarang. Seorang penulis gak boleh dimanjain dengan “hanya bisa menulis kalau…”. Harus ada perubahan di cara-cara gue menulis kreatif. Tidak boleh ada alasan untuk tidak menulis. Tidak boleh mem-procrastinator diri lagi. Tidak boleh malas. Tidak boleh manja."

"Penulis tidak boleh manja."

Tuh. Penulis nggak boleh manja. Jadi, saya akan semangat nulis, tak peduli badai hujan, tornado, perut lapar, kepala puyeng. Nulis akan jalan terus, dan saya akan berusaha lebih produktif.

Plus, yang bikin saya jadi males ngelanjutin nulis, saya terlalu sibuk mikirin pendapat orang lain yang baca cerita saya. Takut aja mereka komen yang negatif. Padahal sebenernya nggak boleh kan? Kata temen saya lagi: "Tulisan orang beda-beda, gak usah mikirin genre ato apa, yang penting tetep nulis!"
Oh andaikan semudah itu....... jadi bagaimana dong?

Kok nanya lagi??? Just writing and shut the fakap!!

Mungkin saya harus meng-galak-i diri sendiri mulai sekarang.




2 comments:

d-eby,  February 12, 2009 at 9:36 AM  

hilangkan dulu "mikir apa kata orang ?" nulisnya ntar gak bisa menembus batas "malas"nya itu :),

trus, nulisnya pake cinta donk...:)cintanya jangan dijadikan topik mulu tapi harus dijiwai juga dalam proses menulisnya, kata seorang guru...uhum...cinta itu adalah hilangnya rasa takut. So if you love what you are doing then you should not afraid about other things :)

hm..lah kok jadi panjang gini yak ?! orang saya juga gak sakti2 amat dalam proses menulis..:D


semangat lagi ! kalo pas mo bikin crita didepan laptop dah mulai berkunang2...hm...mungkin ada baiknya punya mesin ketik jaman antah berantah...dijamin mata tidak berkunang, namun..jari jemari yang agak sedikit keriting :)
hayo pilih mana !?

Lita,  February 13, 2009 at 10:36 AM  

Hahahahhahaa..... Mbak Deb ini, bisa saja... Tapi, you're my best advicer.. thanks ya, mbak.

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP