Pagi Menyebalkan, Hari Menyenangkan

>> Thursday, January 22, 2009

Hampir aja, hari saya kacau balau. Kalau aja, my conceous gak datang tepat waktu. As usual, pagi-pagi, yang penuh rutinitas berangkat ke kantor, mandi, sikat gigi, pake baju, dandan dll selesai, saya nunggu Tei Gung yang emang tiap pagi anter saya kerja. Jam 8.45, saya masih bisa senyum2 sambil nonton acara gosip di TV, meskipun mata udah sedikit menyipit.  Jam 8.47, 48, 50 dan akhirnya 59! I'd got panic attack. Mulai grasa-grusu cari handphone yang sebenernya udah nyaman di kantongnya, dan dengan bibir cemberut mulai neken speed dial handphone. Ada nada sambung, eh, yang angkat gak ada. Mulai emosi deh, bukan cemberut lagi, tapi udah pre-pshyco (mo mukulin orang). Telpon ke nomor Tei Gung yang satu lagi, juga gak diangkat. Saya mulai ngedumel, apa lagi pas liat jam udah jam 9 lewat, uhhhh.........Akhirnya, saya telpon adek sepupunya,... untungnya diangkat, dan dia bilang Tei Gung blom bangun, masih anteng ngorok di tempat tidurnya????!!!!!!!

Saya telpon lagi ke handphonenya, diangkat, dan dia bilang, "Maaf, Ayang.... Bli ngantuk." dengan sangat manis.
Saya jadi tambah esmosiiiii, saya ngomel kaya angin ribut dan langsung tutup. Bodo amat, daripada saya semprot langsung, nantinya malu sama orang.
Finally, dia sampe... dengan nyengir lebar dan matanya yang masih belekan (sumpah pasti tuh orang gak cuci muka), dan dia bilang "Maaf, salah bli..."
"Udah, gak usah ngomong!" Saya potong cepet2, dan langsung duduk di belakang.
Dan emang, dia gak ada ngomong sama sekali selama perjalanan ke kantor. Dan saya yang biasanya meluk perut endutnya dari belakang, jadi lebih milih pegangan sama besi di belakang motor (gak tau deh apa namanya), udah kaya naik ojek aja. 
Tapi,... tiba2 aja pada saat itu, kaya ada yang bisikin saya, dia bilang "Kasian lo dia... didiemin kaya gitu. Apalagi, kalo kamu terus cemberut, nanti satu harian ini pasti bakalan cemberut juga."
Akhirnya, dengan penuh perjuangan, untuk mengalahkab ego saya, saya peluk Tei Gung dari belakang. Perut gendutnya langsung kembang kempis. Walaupun dia gak ngomong apa2. Dan waktu nyampe kantor,.... seperti biasa saya cium tangannya, dan nyengir meskipun dengan tampang yang masih asem. 
Alhasil, hari ini baik2 aja. Mbak Nirmala mulai masuk kantor lagi, meskipun matanya masih merah membara gara2 sakit mata (udah 3 hari). Dan yang terpenting proposal event saya selesai (Tenanglah aku...). And.... Semuanya kelihatan seneng.
Everybody laugh today.

0 comments:

Post a Comment

Please, do leave comments

Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP