Nostalgia SMU

>> Thursday, January 29, 2009

Udah satu minggu ini pikiran saya penuh dengan memori masa SMU saya.... Seakan2 mereka datang lagi dengan sangat cepat dan jelas. Awalnya gara2 ikutan facebook (agak telat sign up-heheh). Setelah itu,... teman2 SMU saya bermunculan satu per satu dengan cerita hidupnya masing-masing. Ada yang masih single (ngakunya), ada yang sudah menikah, udah punya anak, ada yang pengantin baru, dan ada yang baru akan nikah (congratulation). Dan, juga saya ngeAdd di mailing list SMU saya,.. semakin terbuka deh koneksi dengan mereka. Kenangan2 masa-masa bau kencur itu semakin jelas di mata dan jujur, I miss them so much. Sayangnya, diantara mereka, saya tidak menemukan nama sahabat baik saya, Hera. Kami, tetep kontak sih, tapi jarang. Dan akhirnya, gak sama sekali. Tapi belakangan ini, ya, I think lots about her.
Anyway, saya kangen gedung SMU saya -- sekarang udah jadi gedung bertingkat yang gede bgt --, kantin sekolah,saya biasa beli Beng2, Bakpao cokelat, mi goreng, nasi goreng. Kayanya cuma itu yang dijual di kantin. Tapi, kalau laper ya enak aja makannya. Kantinnya gelap dan kalau ujan bocor dan becek, tapi tiap hari pasti selalu dipenuhin murid2 yang kelaperan. La eyalah, orang kantin satu2nya di sana.
Yang unik yaitu jalan menuju SMU saya, serasa di puncak, turun ngelewatin kebun yang pohonnya masih tinggi2. Kebayang dong, gimana dinginnya kalau ujan, dan seremnya kalo lewat sana waktu pulang malam. Bikin merinding (Brr..). Tapi, we're all love our school.
Paskibra was my favorite ekskul. Gak tau kenapa sih. For the first time sih ikutnya gara-gara gak tau mau ikut ekskul apa, apalagi tahun pertama saya gak kepilih ikut tim inti paskibra yang ngewakilin lomba. Jadi gak begitu eksis. Saya baru aktif jadi tim inti waktu kelas dua. Wah, ternyata serunya minta ampun. Apalagi SMU saya selalu nyabet juara. Bangga bgt jadi salah satu anggota tim inti itu. Masa angkatan saya, Paskibra begitu ngeTop. Kakak2 kelas saya juga asik banget. Masa2 menyenangkan dan konyol terjadi saat itu. Kita banyak tertawa, menangis, marah, malu dll.
Belum lagi guru2nya. Saya udah lupa deh nama2 mereka. But, now I miss them.
Sayangnya saya gak bisa ikut reunian, dan in touch intensively dengan teman2 selepas SMU. Saya segera berangkat ke Bali untuk kuliah. Ya, hanya beberapa teman dekat yang masih kontak. Yang lain, saya udah gak tahu deh kemana. Hope al' the best for them...
Yang lebih berkesan.. ya, pacaran. Jaman SMU kalo pacaran kan malu2 kucing. Nganter pulang, gandengan tangan. Waduhh.... konyol banget ya? Pokoknya, kalau ada orang yang ditaksir rasanya,waktu cepat sekali berjalan. Pelajaran yang bete-innya minta ampun, rasanya seperti penyejuk batin. Hehe...Sejuta cerita ada di SMU, kaya panggung sandiwara. Haha....
Dan you know what, ternyata my lil' bro juga masuk SMU yang sama. Same as I do, he loves our school very much.
Oh...sampai kapanpun masa-masa itu gak akan terlupakan.

Read more...

Word For Me (II)

>> Friday, January 23, 2009

Meratapi masa lalu tidak akan memperbaiki apa yang sudah terjadi, tapi pasti melapukkan hidupmu yang sekarang
-Mario Teguh-

Seperti yang saya tulis di post saya terdahulu kalau masa lalu itu seperti hantu, mengejar kemana pun sejauh apa pun kita pergi dan sulit sekali untuk dibuang atau dilupakan. 
Kadang bila teringat, saya merasa bersalah atas hal2 buruk yang saya lakukan, menangisi kejadian tidak mengenakkan yang saya alami. Menghujat orang2 yang menyakiti saya. Tapi, sampai kapan? 
Pak Mario benar, dengan terus2an berpijak pada masa lalu, hidup saya tidak akan kemana-mana. Bukannya bergerak maju, tapi semakin mundur ke belakang. Dan saya malah menyakiti diri sendiri dengan meratapinya, menangisinya, menyesalinya, bahkan yang terparah membenci diri saya. Bodoh bukan?
Karena itu, sedikit demi sedikit, saya mencoba untuk memaafkan diri saya, yang sulitnya minta ampun, tidak semudah seperti memaafkan orang lain. Saya berdoa pada Tuhan, untuk memaafkan diri saya sendiri dan agar Tuhan juga memaafkan saya. Sebesar dan sekecil apa pun dosa saya, saya terus minta maaf pada Tuhan. Setelah itu, baru saya memaafkan orang2 yang pernah menyakiti saya, keluarga saya, teman saya, dll. Saya berusaha... demi kelangsungan hidup saya sekarang. God help me..
Saya sadar, meskipun saya bukan orang yang religius, yang tidak berdoa sepanjang hari dan menyerahkan diri pada-Nya, saya ingin terjalin hubungan batin antara Tuhan dengan saya. Saya bukan orang baik, saya punya ego, punya rasa dengki, cemburu, benci dan marah, tapi saya berusaha untuk menguranginya. Saya ingin jadi orang baik. 

Seburuk apa pun masa lalu saya, saya tahu itu adalah rencana Tuhan untuk saya. Untuk membuat saya menjadi lebih baik sebagai manusia. Karena tanpa masa lalu, mungkin saya masih bertahan dengan sikap saya yang menyebalkan. Mudah2an saya bisa menjadi seseorang yang lebih baik.... dalam apa pun.


Read more...

Pagi Menyebalkan, Hari Menyenangkan

>> Thursday, January 22, 2009

Hampir aja, hari saya kacau balau. Kalau aja, my conceous gak datang tepat waktu. As usual, pagi-pagi, yang penuh rutinitas berangkat ke kantor, mandi, sikat gigi, pake baju, dandan dll selesai, saya nunggu Tei Gung yang emang tiap pagi anter saya kerja. Jam 8.45, saya masih bisa senyum2 sambil nonton acara gosip di TV, meskipun mata udah sedikit menyipit.  Jam 8.47, 48, 50 dan akhirnya 59! I'd got panic attack. Mulai grasa-grusu cari handphone yang sebenernya udah nyaman di kantongnya, dan dengan bibir cemberut mulai neken speed dial handphone. Ada nada sambung, eh, yang angkat gak ada. Mulai emosi deh, bukan cemberut lagi, tapi udah pre-pshyco (mo mukulin orang). Telpon ke nomor Tei Gung yang satu lagi, juga gak diangkat. Saya mulai ngedumel, apa lagi pas liat jam udah jam 9 lewat, uhhhh.........Akhirnya, saya telpon adek sepupunya,... untungnya diangkat, dan dia bilang Tei Gung blom bangun, masih anteng ngorok di tempat tidurnya????!!!!!!!

Saya telpon lagi ke handphonenya, diangkat, dan dia bilang, "Maaf, Ayang.... Bli ngantuk." dengan sangat manis.
Saya jadi tambah esmosiiiii, saya ngomel kaya angin ribut dan langsung tutup. Bodo amat, daripada saya semprot langsung, nantinya malu sama orang.
Finally, dia sampe... dengan nyengir lebar dan matanya yang masih belekan (sumpah pasti tuh orang gak cuci muka), dan dia bilang "Maaf, salah bli..."
"Udah, gak usah ngomong!" Saya potong cepet2, dan langsung duduk di belakang.
Dan emang, dia gak ada ngomong sama sekali selama perjalanan ke kantor. Dan saya yang biasanya meluk perut endutnya dari belakang, jadi lebih milih pegangan sama besi di belakang motor (gak tau deh apa namanya), udah kaya naik ojek aja. 
Tapi,... tiba2 aja pada saat itu, kaya ada yang bisikin saya, dia bilang "Kasian lo dia... didiemin kaya gitu. Apalagi, kalo kamu terus cemberut, nanti satu harian ini pasti bakalan cemberut juga."
Akhirnya, dengan penuh perjuangan, untuk mengalahkab ego saya, saya peluk Tei Gung dari belakang. Perut gendutnya langsung kembang kempis. Walaupun dia gak ngomong apa2. Dan waktu nyampe kantor,.... seperti biasa saya cium tangannya, dan nyengir meskipun dengan tampang yang masih asem. 
Alhasil, hari ini baik2 aja. Mbak Nirmala mulai masuk kantor lagi, meskipun matanya masih merah membara gara2 sakit mata (udah 3 hari). Dan yang terpenting proposal event saya selesai (Tenanglah aku...). And.... Semuanya kelihatan seneng.
Everybody laugh today.

Read more...

Stuck On It!

>> Wednesday, January 21, 2009

Stuck! Stuck! Stuck!
Saya gak bisa berpikir lagi. Kepala mumet, berdenyut dan pusing. Dari kemarin saya mencoba berkonsentrasi untuk menemukan ide kreatif untuk materi proposal saya. Jujur, saya lebih ahli menulis cerita daripada proposal event seperti ini. Mungkin bukan dunia saya untuk kreatif semacam itu. Jujur saya bingung. 
Bos saya bilang,.. keluarkan ide semaksimal mungkin. Tapi, ide saya udah mentok. Tok! Seperti ada kelambu yang menyelubungi bila saya ingin lebih. Semakin dipaksakan, pikiran yang muncul semakin gak ada juntrungannya. Ujung2nya saya blank total. Dan jadi gak mudeng sama semua hal. 

Pak Mario Teguh bilang:: 
Pada saat kita mengalami hal seperti itu, targetkan pikiran pada yang lain, yang dapat membuat kita bersemangat kembali. Setiap menit kita harus memperbarui target, untuk menghilangkan kejenuhan.

Bener sihh... tapi, target saya kan kudu menyelesaikan proposal. Dan target saya ini bikin puyeng. I dont have any clue to do it. Saya lebih banyak bengong daripada ngetiknya. Dan berdasarkan Charles Bukowski:

if it doesn't come bursting out of you in spite of everything,
don't do it.
unless it comes unasked out of your heart and your mind and your mouth and your gut,
don't do it.
if you have to sit for hours staring at your computer screen 
or hunched over your typewriter
searching for words,
don't do it.


Oh..... itu yang saya rasakan saat melototin laptop, yang sama sekali gak membantu. Gosh!
Apa sebenarnya yang saya kerjakan? Kenapa saya hanya bisa terpaku diam di depan layar monitor, tanpa menghasilkan kalimat kunci sedikit pun, yang dapat memancing kreativitas yang bisa saya tuangkan dalam sebuah proposal? Serumit itukah isi kepala saya.... sehingga tidak dapat menemukan ujung pemicu imajinasi saya?
Saya tidak tahu, bagaimana diri saya sebenarnya...

Read more...

Why?

Saya bertanya-tanya,... kenapa Israel dan Palestina perang terus dari ratusan tahun terdahulu? Dan kenapa akhirnya merembet ke Amerika, ke negara Arab lainnya, seperti Iran, Iraq, dll. Bahkan di Bosnia, kaum Muslim diberantas habis2an... I dont know why. Tapi semua peristiwa mengerikan itu merembet sampai ke negara saya tercinta, Indonesia. Terbukti dengan adanya bom bali I & II, bom di Poso, dan Bom kuningan, JW Mariot di Jakarta. Apa benar, karena alasan Agama? Kenapa agama terus yang disalahkan? Kenapa gak oknumnya?

Bukannya agama adalah pedoman hidup untuk kita semua manusia, untuk terus berbuat baik pada sesama, saling menghargai dan menghormati, dan menjauhkan segala perbuatan negatif yang disodorkan Iblis?
Lalu ada apa sebenarnya? Siapa yang pertama mencetuskan untuk saling memerangi? 
Perang Salib? Itu berasal dari ketaatan terhadap agama yang membabi buta. Begitu juga dengan apa yang disebut orang dengan Islam Radikal, Hindu garis keras, dll. 
Apa sih kasus sebenarnya? Bukannya karena perebutan wilayah? Hanya karena politik dan ambisi menguasai dunia dari kelompok tertentu? Apa etis, hanya karena makam Yesus ada di Yerusalem yang kebetulan saat itu berada di bawah kekuasaan Palestina, ksatria templar harus perang dengan Moor atau Palestina. Kenapa gak minta ijin aja untuk berziarah...pasti orang2 di sana gak keberatan. Toh di agama Islam, Yesus atau Isa adalah nabi mereka juga. Kenapa gak bisa berbagi? Kenapa memilih untuk saling bantai. Di agama mana pun, gak ada yang menyuruh untuk saling bunuh antar manusia, seberapa pun berbedanya. Hanya kaum kafir yang melakukan itu. Ya kan?
Contohnya: Holocaust yang dilakukan Nazi terhadap orang Yahudi. Nazi jelas2 tidak percaya keberadaan Tuhan. They thought, they were the God. Bukannya itu yang salah.

Dan kenapa kaum Moor yang notabene Muslim, jadi ikut2an radikal. Dan akhirnya menyebarkan doktrin, kalau semua umat Kristiani itu musuh bebuyutan yang perlu diganyang, dan akhirnya terus dipercaya sampai ke generasi saat ini. Berujung dengan peristiwa Munich, WTC, Bom Bali, dll. Apa gak sadar dengan begitu, dunia gak akan simpati pada mereka dan malah balas mendoktrin kalau semua orang Muslim itu biadab. Apa gak kasihan sama agamanya sendiri, yang gak salah apa2. My God.

Kenapa sih,...... mengsalahartikan agama kita sendiri begitu kelirunya? Kenapa kita menzolimi agama kita sendiri dengan begitu kejamnya? Apa pun agama, warna kulit, suku kita, darah kita sama merah. Sama2 diciptakan Tuhan. Lahir sendirian. Mana kita tahu, kalau kita dilahirkan hitam, putih, Islam, Kristen, Hindu, Budha, atau bahkan Non-believers. 

Tuhan tidak akan pernah menurunkan wahyu untuk manusia agar berbuat kejahatan, membunuh, menghujat, memfitnah, menyiksa, dll. Bahkan Nabi Muhammad yang bersih terus berkata pada pengikutnya untuk menghargai perbedaan. Tuhan adalah sumber kebaikan yang diwujudkan dalam bentuk kitab suci. Apa pun agamanya. Sesuatu yang suci tidak akan pernah mengatakan hal2 seperti itu. Hanya manusia yang dengan kesombongan dan egonya, memfitnah apa yang disucikannya, sebagai perlindungan atas ambisi buruknya sendiri. Betapa berdosanya orang2 itu. Dan betapa tololnya orang2 yang percaya pada perkataannya. 
Al-Quran, Weda, Injil, Tripitaka, seharusnya dibaca oleh masing2 umat dengan kemurnian hati, bukan dengan kemiskinan hati.



Read more...

Pelantikan Barack Obama

>> Tuesday, January 20, 2009

Resmi jadi Presiden Amerika tanggal 20 Januari 2009

Sejarah: Presiden kulit hitam pertama untuk Amerika
Slogannya: Yes! We Can!

Read more...

Word For Me (I)

Aku mengalami semua yang harus kualami agar aku menjadi pribadi yang kuat
-Mario Teguh-

Kata-kata Pak Mario bener banget kan? Saya tahu bagaimana rasanya, menghujat Tuhan, marah pada semua orang. Merasa semua orang dan Tuhan tidak adil pada saya. Menginginkan mereka mengasihani saya, menunjukkan kelamahan dan kerapuhan diri saya. Minta diperhatikan, dicintai, dianggap oleh semua. Saya ingin mereka semua datang saat saya sedang merasa sakit atau sedih. Hal-hal yang paling saya benci adalah saat kuliah. Saya berteman dengan orang-orang yang sebenarnya tidak pantas saya jadikan teman, hanya karena saya merasa hebat saat hang out bersama mereka. Mereka hanya ada saat saya gembira, tapi tidak pernah ada saat saya gundah. Emosi saya juga sangat labil. Gampang menangis, hanya karena sindiran tidak berguna atau gosip2 tidak berdasar. Saya berdebat dengan orang lain tanpa dipikir terlebih dahulu mengenai benar atau tidaknya. Kesabaran saya dalam tingkat yang amat sangat rendah. Saya merasa orang tua tidak menyayangi saya, karena mereka memberikan uang saku pas2an setiap bulan. Tidak membelikan saya handphone, dll. Oh, betapa tololnya.

Seiring waktu, ketika saya akhirnya memaksakan diri untuk menghindari hidup kekanakan itu, dan berkumpul bersama keluarga, saya sadar, bahwa semua kekesalan saya itu tidak penting. Yang terpenting adalah, bagaimana cara saya menyikapinya, dengan terus meratap dan membenci atau dengan penuh semangat dan kesabaran menjalani hidup yang memang telah digariskan Tuhan untuk saya. Saya memilih yang kedua. Tidak hanya itu, saya belajar mengendalikan emosi dan diri saya sendiri, karena benar, bahwa "musuh terbesar seseorang itu adalah dirinya sendiri". Saya secara tidak langsung membentuk sebuah perisai untuk menghela rasa marah dan kesal dari orang-orang yang mencoba menguji kesabaran saya. Perlahan-lahan saya menjadi seseorang yang lebih tegar dari sebelumnya. Saya menjadi lebih percaya diri, dan tidak takut dengan orang-orang yang dulu menyakiti saya. Saya tidak peduli. Positifnya saya lebih mandiri, tidak lagi merengek meminta bantuan orang lain (kecuali pacar dan orang tua, tentu saja). Saya tidak perduli tidak memiliki sekumpulan orang yang menyebut dirinya "gang" atau apa pun bersama saya. Dan jujur,.... saya lebih bebas. Lebih bahagia. 

Sekarang, saya terus bersyukur pada Tuhan, karena saya diberikan pelajaran mengenai hal menyakitkan tersebut saat saya masih sangat muda. Karena pasti akan sangat terlambat bila hal menyebalkan itu terjadi pada umur saya sekarang dan pasti akan lebih memalukan. Saat ini, bila ada masalah seperti saat masa kuliah saya dulu, saya lebih memilih untuk mengalah dan tersenyum. Atau, introspeksi diri. Saya lebih tahu bagaimana cara mengatasi hal tersebut, dan tertawa sendiri bila ada teman atau siapa pun yang mengalami hal yang sama seperti saya. Saya tidak gampang terpancing emosi, oleh kata-kata konyol dari orang lain. 
Saya menjadi lebih kuat.

Read more...

Shocking!

>> Monday, January 19, 2009

Hari ini, begitu masuk kantor udah dikasi berita mengejutkan dari Pak Jon (Office Boy), kalau mbak Tanti, (istri mas Indra (yang punya toko sepatu Edward Forrer Teuku Umar)), Sabtu kemarin di todong orang. Waduhh.... yang bikin takjub tuh penodong berani nodong di halaman rumahnya mbak Tanti sendiri, sambil ngacungin pisau. Untungnya, Mbak Tanti langsung teriak, dan didenger Pak Jon yang langsung teriak "Rampok!", bikin semua orang keluar. Untungnya lagi si penodong itu gak kalap, langsung ambil langkah 1000 (alias lari). Coba kalau kalap... gak kebayang deh gimana jadinya. 

Hasilnya bos saya dan temennya, Mr. Revarro jadi sibuk nyiapin alat pelindung diri, tiang gorden yang gak kepake. Agak aneh sih sebenernya, abis yang nyiapin juga gak serius gitu (ketawa-ketiwi gak karuan) tapi ya, cukuplah untuk antisipasi. Trus,... pintu juga jadi ditutup terus, biar orang gak sembarangan masuk ke dalam. Lebih baik mencegah kan, daripada kecolongan. Semua jadi paranoid, karena bukan sekali ini aja kejadian. Tahun lalu, mobilnya mas Abdes kacanya juga dipecah orang, dan tas Mbak Nirmala raib. Syukur di tasnya itu gak ada uang, cuma sekitar 30rb aja dan lucunya tas itu balik lagi, karena ada yang nemuin. (Syukur... syukur..). Selain Mas Abdes, ada bule juga yang dijambret, tahun lalu. Penjambretnya lari lewat depan kantor. Aduh, parah deh. Bener2 gak aman. 
Karena itu lebih baik jaga-jaga, dan berdoa biar gak ada kejadian serem begitu menimpa lagi.

Bali gak aman lagi....


Read more...

Masa lalu

>> Friday, January 16, 2009

Masa lalu itu bagaikan hantu

Mengejar kemana pun kita pergi dan membayangi langkah kita
Seiring waktu kenangan masa lalu semakin menguat
Sulit untuk dilupakan apalagi dibuang
Kadang kita tersenyum bila teringat
Dan ada kalanya kita sedih dan marah bila memikirkannya
Ada yang membuat kita semakin terpuruk jatuh
Dan ada yang membuat kita semakin kuat
dan tabah menghadapi masalah setelahnya
Seseorang berkata:
Bila masa lalu membuat kita merasa bersalah,
maafkan diri sedikit demi sedikit, meskipun itu sangatlah sulit
Cobalah untuk memaafkan orang lain yang menyakiti,
bila masa lalu kita buruk karenanya
Bukalah lembaran baru dan lupakan semuanya
Masa lalu hanya patut dikenang, bukan untuk dijadikan 
landasan seseorang menjalani hidup ke depannya

I've tried to forgive and forget. But I can't.  There's a lot of thing that makes me can't do that. 
God, forgive me.

Read more...

Dearly Beloved


Hari ini saya ganti tampilan blog saya lagi. Yang lebih simple dan elegan. Just Dance itu maksudnya,....sebenernya saya juga gak tahu kenapa begitu judulnya. Tiba2 aja berkelibat di benak saya dan saya tulis sebagai judul. Jadi enjoy saja. Beberapa kali buat blog, kok isinya gak memuaskan, meskipun banyak yang bilang ini itu, tapi,... blog yang lalu gak sesuai hati. Masih geregetan liat blog orang lain, yang sarat isi, full with words, photos (aduh jangan nyari foto deh ke blog saya, jarang foto sih. Gak punya kamera pula) dll, n dll. Pokoknya intinya seperti pribahasa bilang "rumput orang lebih indah dari rumput sendiri" (Begitu ya bunyinya?)
Yang paling seneng protes sama hobi saya gonta-ganti blog ya adek saya. Dia langsung teriak "Jah! Bikin Blog Mulu!"
Maaf ya, Dek. Abis kakakmu ini terlalu kreatif (kreatif yang gak ada ujungnya sebenarnya). 
Mudah2an ini blog yang terakhir saya buat ya, setelah blog2 lain yang udah almarhum. (huHu)

Read more...
Related Posts with Thumbnails

Suka Kata-kata Ini

"You know those hugs? The ones where you're held real close and then they pull you even tigher, as if you might disappear from their life at any second? The ones that make the world disappear and everything better? Yea I'd love one of those, please."
-Indar Mahardian's Words-

Tentang Saya

My Photo
Indar Meilita
Lita is my nick name. A Taurus. Also a melancholy - choleric person. I love my Job as an HR, but I also a TAROT card reader. Complicated indeed, but sincere. I have married, and still going strong til today. Haven't got children yet, but still, I'm grateful and more grateful everyday.
View my complete profile

  © Blogger template Simple n' Sweet by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP